Amal Saleh, Antara diterima dan tidak

April 3, 2011 § 1 Comment

Setiap orang mukmin pasti ingin amal-amal salehnya diterima oleh Allah Saw. Perlu diketahui bahwa tidak semua amal yang sah itu pasti diterima oleh Allah, dan tidak pula setiap amal yang dilaksanakan dengan ikhlas itu langsung diterima disisiNya. Lalu siapakah golongan yang amal ibadahnya pasti dterima olehnya?

Orang yang melaksanakan amal baik dari segi diterima atau tidaknya, dapat dikategorikan menjadi tiga golongan;

1-Orang yang pasti diterima amalnya

Orang yang pasti diterima amal iabadahnya adalah orang yang bertakwa kepadaNya. Allah berfirman meriwayatkan perkataan salah seorang anak Nabi Adam ;

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa (Al-Maidah 27)

Orang yang bertakwa adalah orang baik (Abror);

وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ

Akan tetapi kebajikan itu ialah orang yang bertakwa. (Al-Baqarah 189)

Dari itu Allah langsung menerima amalnya, seperti halnya kita langsung menerima kebaikan orang-orang yang senantiasa berbuat baik kepada kita tanpa rasa curiga.

2-Orang amalnya yang pasti ditolak

Orang yang amalnya pasti ditolak adalah orang-orang kafir, begitu juga orang murtad.

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Qs 2/217)

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs 7/147)

Jadi jangan pernah terpesona dengan kebaikan orang-orang golongan ini, karena pada hakikatnya semua amalnya tidak ada gunanya. Karena biar sebanyak apapun ia sholat dan sebesar apapun rasa ikhlasnya tidak akan diterima dari mereka selagi mereka tetap dalam kekufuran seperti misalnya ; mengakui adanya Nabi setelah Nabi Muhammad.

3-Orang yang amalnya tidak dapat dipastikan diterima atau tidaknya

Mereka adalah orang mukmin yang tidak sampai derajat takwa, mereka melakukan amal baik tapi juga melakukan perbuatan buruk dengan tidak disertai taubat. Disinilah kebanyakan posisi kaum muslimin.

Mengenai kenapa tidak dapat dipastikan diterima atau tidaknya amal dari golongan ini adalah karena Allah sendiri menegaskan bahwa janjinya berupa pahala surga, dsb. Tidak teruntuk bagi orang-orang dzalim ;

لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِين

Janjiku tidak akan sampai kepada orang-orang dzalim (QS 2/124)

Padahal selagi belum bertaubat, seseorang itu termasuk golongan ornag dzalim ;

ومن لم يتب فأولئك هم الظالمون

Barang siapa tidak bertobat, maka merekalah orang-orang dzalim (QS 49/11)

Akan tetapi tidak juga dapat dipastikan bahwa golongan ini amalnya pasti tidak diterima karena Allah menegaskan ;

إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 39/53)

 

Dalam hadist isra’ mi’raj Malaikat berkata kepada Nabi Saw:

قالا أما القوم الذين كانوا شطر منهم حسن وشطر منهم قبيح فإنهم خلطوا عملا صالحا وآخر سيئا تجاوز الله عنهم

Adapun orang yang sebagian mukanya bagus dan sebagian Iagi buruk, maka mereka itu ialah orang-orang yang mencampur-adukkan antara amal perbuatan yang shalih sedang yang lainnya jelek, tetapi Allah telah memberikan pengampunan kepada mereka itu.” (HR. Bukhari)

 

Jadi golongan ini sepenuhnya bergantung kepada kehendak Allah apakah ia mau mengampuni sepenuhnya dan menerima amalnya, ataukah membalas perbuatan jeleknya kemudian baru menerima amalnya, atau bahkan sama sekali tidak menerima amal baiknya dikarenakan kejelekan kejelekannya telah mengundang murkaNya sehingga menyebabkan ia mati dalam keadaan Su-ul Khatimah.

بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS 2/87)

Jadi jika ingin agar amal ibadah kita pasti diterima olehNya maka sudah sepatutnya kita berusaha menjauhi hal-hal yang menyebabkan kekufuran dan berusaha termasuk golongan orang-orang bertakwa. Yakni dengan menetapi sifat-sifat mereka yang telah Allah sebutkan dalam firmanNya, diantaranya ;

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ،الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ، وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS 3/133-135)

 

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS 2/177)

 

Untuk memulai langkah menuju takwa maka pertama kali yang harus dilakukan tentu saja adalah bertaubat. Karena itu Imam Ghazali berkata ;

…… Yang kedua dari dua perkara tadi adalah ; bahwasa engkau wajib bertaubat adalah supaya amal ibadahmu diterima.

 

Wallahu A’lam

Tagged: , , , , ,

§ One Response to Amal Saleh, Antara diterima dan tidak

  • […] Akan tetapi tidak juga dapat dipastikan bahwa Taubat seperti itu tidak diterima oleh Allah dikarenakan Allah memberikan fadlalNya bagi yang ia suka, dan seseorang yang mulia tidak akan berkurang kemuliaannya bahkan bertambah, jika tidak melaksanakan ancamannya. Untuk selengkapnya, baca artikel “Amal Saleh antara diterima dan tidak”. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Amal Saleh, Antara diterima dan tidak at Spirit Islam Inside.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: