Tanda Diterimanya Amal

May 7, 2011 § 2 Comments

Tanda paling mudah dan jelas terlihat bagi diterimanya amal ibadah adalah bahwasanya, ibadah mampu menggiring untuk melakukan amalan-amalan ibadah lain. Seperti halnya dosa mampu menggiring untuk melakukan dosa-dosa lain sehingga dapat menjerumuskan kepada keaadaan Su’ul Khotimah, begitu juga amal saleh, mampu menggiring pelakunya semakin banyak melakukan kebaikan sehingga mati dalam keadaan Khusnul Khotimah. « Read the rest of this entry »

Mengingat….

April 12, 2011 § 1 Comment

Semoga mengingat perkara-perkara dibawah ini mampu menjauhkan dari perbuatan dosa dan meningkatkan amal ibadah kita.

1-Mengingat Allah

-Bahwasanya Allah mengetahui segala sesuatu dan Ia lebih dekat dari urat leher

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (QS 50/16) « Read the rest of this entry »

Amal Saleh, Antara diterima dan tidak

April 3, 2011 § 1 Comment

Setiap orang mukmin pasti ingin amal-amal salehnya diterima oleh Allah Saw. Perlu diketahui bahwa tidak semua amal yang sah itu pasti diterima oleh Allah, dan tidak pula setiap amal yang dilaksanakan dengan ikhlas itu langsung diterima disisiNya. Lalu siapakah golongan yang amal ibadahnya pasti dterima olehnya?

Orang yang melaksanakan amal baik dari segi diterima atau tidaknya, dapat dikategorikan menjadi tiga golongan; « Read the rest of this entry »

Penghapus Dosa

March 25, 2011 § 1 Comment

Artikel ini telah dibuat Ebook

بسم الله الرحمن الرحيم

Dosa-dosa yang kita lakukan biarpun teramat sangat banyaknya, ternyata bisa dihapus oleh Allah karena fadlNya dengan tiga perkara. Yang pertama tentunya dengan bertaubat, sedang yang kedua adalah amal saleh, dan yang ketiga adalah musibah yang diterima dengan sabar.

1-Bertaubat kepada Allah

a-Ayat-ayat dan hadist yang menganjurkan untuk bertaubat

Allah berfirman :

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ، وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah Taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan-kejelekan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima Taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (Annisa’ 18-19) « Read the rest of this entry »

Mengenal Tafsir Sunni

January 20, 2011 § 2 Comments

oleh: DR. KH. Abdul Ghofur MZ

Tak dapat dipungkiri posisi sentral Al-Quran bagi seluruh aliran-aliran yang lahir dalam rahim Islam. Semua larut menikmati hidangan Al-Quran. Ada dua sifat yang menjadikan Al-Quran selalu menjadi rujukan. Pertama Al-Quran sebagai hudan, petunjuk bagi umat manusia, dan kedua Al-Quran sebagai furqan, pembeda antara yang benar dan yang batil. Selain itu, Al-Quran adalah satu-satunya teks Islam yang terjaga otentisitasnya. Al-Quran di hadapan kita sekarang tak berbeda sedikitpun dari al-Quran yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka bisa dimengerti, bahwa aliran yang mampu mengidentifikasi diri sebagai aliran yang sejalan-harmonis dengan teks-teks al-Quran dengan mudah memanen kepercayaan dari umat, sementara yang tampak kontras-berlawanan dengannya akan terseret arus peminggiran. « Read the rest of this entry »

Ingatlah Tuhanmu Ketika Kamu Lupa

January 19, 2011 § Leave a comment

Ini adalah beberapa tafsiran dan juga pengamalan potongan  ayat  24 surat Al-Kahfi yaitu ;

وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

Ingatlah Tuhanmu ketika kamu lupa

Semoga bermanfaat…

1-Ketika lupa mengucap insyaallah maka ucapkanlah Insyaallah

Abul-Aliyah dan Hasan Al-Basri berkata ; ketika engkau lupa ber-Istitsna’ (membaca insyallah) maka ucapkanlah ketika engkau mengingatnya. Begitu pula yang diutarakan Ibn Abbas

Ditafsiri demikian karena memandang lafadz  sebelumnya yakni lafadz ;

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (23) إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut “Insyaallah” « Read the rest of this entry »

Sombong

October 13, 2010 § Leave a comment

Sombong adalah sifat yang sangat tercela lagi berbahaya, dengan sifat sombonglah iblis menolak bersujud kepada Adam sehingga ia menjadi kafir dan kelak kelak abadi di neraka.

أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. QS 2/34

Rasul bersabda ;

إيَّاكُمْ وَالْكِبْرَ ، فَإِنَّ إبْلِيسَ حَمَلَهُ الْكِبْرُ عَلَى أَنْ لَا يَسْجُدَ لِآدَمَ

Takutlah kamu akan sombong, karena sesunggunya sombong mendorong Iblis untuk tidak bersujud kepada Adam. (Ibn Asakir)

Terlihat bahwa sombong dapat mengakibatkan sikap menolak kebenaran sehingga akibatnya adalah terjerumus dalam lembah kekufuran. Hal terlihat jelas dalam firman Allah ;

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِي الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Aku akan memalingkan dari ayat-ayatku orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar (Al-A’raf 146) « Read the rest of this entry »

Bagaimana Merapikan Shoff

October 5, 2010 § 2 Comments

Shalat jamaah merupakan tolok ukur kuat tidaknya keislaman suatu masyarakat, semakin kuat islamnya maka semakin ramai masjidnya oleh jamaah. Bahkan kerapian shoffnya merupakan indikator kerukunan diantara masyarakatnya. Rasul bersabda ;

لتسون صفوفكم أو ليخالفن الله بين وجوهكم

Kalian akan meratakan shaff kalian atau Allah akan menimpakan perselisihan diantara hati kalian. (HR. Bukhari)

Maka dari itu, ketika saya lihat banyaknya kesalahan dalam masalah shaff saya tergerak untuk menulis sekedarnya tentang tata cara bagaimana merapikan shaff sesuai dengan apa yang rasul ajarkan. « Read the rest of this entry »

Keutamaan Mati Syahid

August 16, 2010 § 1 Comment

Senyum Al-Mabhuh, petinggi Hamas yang dibunuh Mossad

Terdapat kemuliaan yang tak terhingga bagi orang  yang mati syahid. lihatlah bagaimana baginda Rasul Saw menginginkan mati syahid sampai tiga kali dalam hadist yang diriwayatkan imam Muslim ;

والذي نفس محمد بيده ، لودِدْتُ أن أغزوَ في سبيل الله ، فأُقْتَل ، ثم أغزو فأقتل ، ثم أغْزُو فأقتل

Demi dzat yang jiwa muhammad berada ditangannya, ingin aku berperang kemudian terbunuh, lalu berperang kemudian terbunuh lalu berperang kemudian terbunuh.

Rasul Saw juga bersabda ;

ما من عبد يموت له عند الله خير يسره أن يرجع إلى الدنيا وأن له الدنيا وما فيها إلا الشهيد لما يرى من فضل الشهادة فإنه يسره أن يرجع إلى الدنيا فيقتل مرة أخرى

Tidak ada seorang hamba yang mati, baginya terdapat kebaikan disisi Allah yang ingin kembali kedunia dan baginya dunia dan apa yang ada didalamnya kecuali Syahid, karena apa yang ia lihat berupa keutamaan syahadah. Sesungguhnya ia ingin kembali kedunia untuk dibunuh sekali lagi. (HR. Bukhari) « Read the rest of this entry »

Shalat Untuk Menguatkan Hafalan

July 30, 2010 § 10 Comments

Penghapal Al-Quran

Bagi yang merasa kurang atau merasa sulit menghapal terutama Al-Quran, ini ada resep khusus dari Nabi untuk menguatkan hapalan yaitu dengan Shalat. Hal ini sejalan dengan firman Allah ;

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al-Baqarah 45)

Ulama’ menyebut shalat ini sebgai Shalat Taqwiyyatul-Hifdzi atau shalat penguat hapalan. Dasar dari pelaksanaan shalat ini adalah hadist yang diriwayatkan Hakim dan Tirmidzi dan juga Thabrani. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Kajian Tafsir Dan Hadist category at Spirit Islam Inside.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers