Beberapa Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf

July 14, 2015 § Leave a comment

Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

Beberapa pelajaran dari kisah Nabi Yusuf Alaihissalam

Ketika Yusuf dibuang kesumur, kemudian dijual kepada pembesar Mesir, kemudian ia merawat Yusuf dengan baik, lalu ketika ia dewasa istri pembesar itu merayunya untuk berbuat kotor, apa jawaban Yusuf: « Read the rest of this entry »

Fakir pada Allah sebagai Pondasi Ibadah

July 12, 2015 § Leave a comment

07

Pondasi utama dari Ibadah adalah merasa butuh kepada Allah, butuh rizqi, butuh pertolongan, butuh rahmatNya, butuh HidayahNya, butuh ampunanNya, butuh penjagaanya, butuh cintanya, butuh ridlonya, butuh surganya, butuh perlindungan dari adzabNya, dan butuh apa saja walaupun sekecil apapun, karena hakikatnya tiada daya dan upaya kecuali dari Allah. « Read the rest of this entry »

Benarkah Surga Tidak Penting?

July 7, 2015 § Leave a comment

Ada seorang tokoh budayawan mengatakan, Surga itu tak penting, meniru beberapa Syathohat (ucapan ngelindur) beberapa Ahli Tasawwuf. Benarkah demikian?
« Read the rest of this entry »

Shalat Jamaah; Tanda Iman dan Menetapi Sunnah

July 6, 2015 § 3 Comments

Bismillah

Shalat jamaah di masjid dimana adzan dikumandangkan merupakan simbol kesatuan umat Islam, mengajarkan kedisiplinan, kekompakan, dan menimbulkan perhatian dan kasih sayang. Ia adalah tanda Iman seseorang, juga tanda bahwa pelaksananya adalah pengikut Sunnah dan penetap Jamaah atau yang biasa disebut Ahlu Sunnah wal-Jamaah. Sedang meninggalkan shalat jamaah adalah tanda kemunafikan, juga tanda melenceng dari Sunnah dan memisah dari jamaah. « Read the rest of this entry »

Abdul Malik bin Marwan pemersatu Islam

July 6, 2015 § Leave a comment

The reforms of 'Adb al-Malik Gold dinars, AH 76, 77/695-697. Object 46 out of 100.

The reforms of ‘Adb al-Malik Gold dinars, AH 76, 77/695-697. Object 46 out of 100.

——Suatu Ketika Abu Hurairah memandang Abdul Malik bin Marwan sedang ia masih bocah, lalu berkata: “Anak ini akan menguasai Arab”

Rasulullah Saw berkata: “Akan keluar dari Tsaqif seorang pembohong dan penghancur”. Pembohong Adalah Al-Mukhtar yang sampai mengaku mendapat wahyu dari Jibril, dan penghancur adalah Hajjaj yang membunuh kaum muslimin tak tehitung banyaknya, diantaranya para Ulama dan orang shalih, sampai ia membunuh murid senior Ibnu Abbas; Said ibn Jubair, dan mati beberapa hari setelahnya, akibat doa Said.—— « Read the rest of this entry »

Menjadi Santri; Menjadi Mukmin Sejati

February 19, 2015 § Leave a comment

Bismillah….

Sebuah pemikiran saya tentang reformasi pesantren di Indonesia, agar pesantren tidak jadi tempat penetasan telur kadal-kadal liberal…

Sekelumit tentang pesantren

Pesantren atau pondok pesantren adalah sekolah Islam berasrama, para pelajar pesantren disebut santri. Kata santri menurut profesor Johns berasal dari bahasa Tamil yg berarti guru mengaji. Sedang kata pondok berasal dari bahasa arab funduq yg berarti hotel atau asrama. Selain itu kata santri juga bermakna orang Islam yang taat, sebagai lawan kata Abangan, inilah yang akan ditekan pada pembahasan ini. Tujuan dari didirikannya pesantren adalah untuk mendidik dan menempa kader dakwah, yang mengajarkan Islam, menjaga dan membela agama agar Indonesia menjadi Negara Islam yang kaffah. « Read the rest of this entry »

أثر حفظ اللسان في اصلاح الاعمال

March 12, 2014 § Leave a comment

حفظ اللسان له اثر عجيب في تربية النفوس، لذلك كان دأب سلفنا الصلحين الصمت عما لا ينفع والاكثار من الذكر كأن لا يشبع.

ولقد قال الله تعالى :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

قال الإمام ابن كثير :

وروى عبد الرحيم بن زيد العمي عن أبيه عن محمد بن كعب عن ابن عباس موقوفا: من سره أن يكون أكرم الناس فليتق الله، قال عكرمة القول السديد لا إله إلا الله وقال غيره السديد الصدق وقال مجاهد هو السداد وقال غيره هو الصواب والكل حق.

قال السعدي : يأمر تعالى المؤمنين بتقواه، في جميع أحوالهم، في السر والعلانية، ويخص منها، ويندب للقول السديد، وهو القول الموافق للصواب، أو المقارب له، عند تعذر اليقين، من قراءة، وذكر، وأمر بمعروف، ونهي عن منكر، وتعلم علم وتعليمه، والحرص على إصابة الصواب، في المسائل العلمية، وسلوك كل طريق يوصل لذلك، وكل وسيلة تعين عليه. ومن القول السديد، لين الكلام ولطفه، في مخاطبة الأنام، والقول المتضمن للنصح والإشارة، بما هو الأصلح. « Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers