Iman dalam Al-Quran (bag. 3)

August 14, 2017 § Leave a comment

pohon-yang-baikPembahasan ketiga; Iman dan Mukmin Laksana Pohon yang baik

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa Iman terdiri dari tiga bagian, yaitu percaya, pernyataan syahadat, dan amal-amal shalih. Jadi, bisa diibaratkan Iman itu laksana pohon, akarnya yang menancap kuat adalah Tashdiiq (percaya), batangnya yang kokoh adalah pernyataan “La ilaaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah”, dan cabang-cabangnya yang menjulang ke langit adalah amal-amal shalihat. Seperti yang Allah firmankan dalam kitabNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ۞ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la ilaha illa allaha) seperti pohon yang baik, batangnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim 24-25) « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran (Bag. 2)

August 13, 2017 § Leave a comment

quranmuhammad

Pembahasan kedua: iman dari segi Syari’at

Iman dalam Istilah Syariat adalah percaya dengan hati dan lisan, dan taat dengan menjalankan perintah Allah dan RasulNya, serta menjauhi larangannya. Adapun Dalil adanya Iman adalah dengan hati adalah Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ

Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; (Al-Maidah 51) « Read the rest of this entry »

Tentang Ilmu dalam Al-Quran (bag.10)

August 6, 2017 § Leave a comment

Pembahasan kesepuluh: Peran Ahli Ilmu menurut Al-Quran

ilustrasi-pendidikan-tempo-duluPada intinya tugas ‘Ulama adalah sama dengan tugas Nabi-nabi, karena seperti sabda Rasul Saw; “Ulama adalah perwaris para Nabi”. Bukan hanya sebagai pewaris Ilmu tapi juga tugas dan kedudukan Nabi dalam kaumnya. Jadi setiap ayat yang menunjukkan tugas para nabi, maka hendak pula demikian para ‘Ulama. Seperti halnya Nabi mengajak pada Allah, melarang untuk menyekutukan dan mendurhakaiNya maka begitu pula tugas para ‘Ulama.

Ahli ilmu harus bisa menjadi contoh dan panutan dalam masyarakat, seperti halnya Nabi menjadi contoh bagi umatnya.

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ.

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’am 90) « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran

August 6, 2017 § Leave a comment

makiyah-madaniyah-2-e1466563982670

Pembahasan pertama: iman dari segi Bahasa

Dari segi Bahasa Iman berasal dari kata أمن (amina) yang berarti aman. Kata آمنه (Aamanahu) berarti memberi aman, dari sini salah satu nama Allah berasal  المؤمن (Al-Mukmin), yang berarti Dzat yang memberi aman. Sedangkan  آمن به (Aamana bihi) berarti percaya yang disertai rasa aman, dan آمن له (Amana lahu) berarti percaya yang selain disertai rasa aman, juga disertai persetujuan atau sikap tunduk. Bisa dikatakan bahwa  (آمن) Aamana asal maknanya berarti masuk kedalam kondisi aman, seperti  (أصبح) Ashbaha dan (أمسى) Amsaa, yang berari masuk kedalam waktu pagi atau sore. Dari sini  (آمن) Aamana punya makna percaya, karena adanya rasa aman adalah jika ada kepercayaan, dan tidak mungkin orang merasa aman tentram ketika masih ada keraguan.

Dalam penggunaannya kata (آمن به) Aamana bihi (dengan huruf bak) digunakan pada berita-berita, karena itu ia digunakan untuk hal-hal yang wajib diimani dalam syari’at, seperti firman Allah: « Read the rest of this entry »

Tentang Ilmu dalam Al-Quran bag.9

May 8, 2017 § Leave a comment

Pembahasan kesembilan: Ilmu laksana Air

Dalam berapa ayat Al-Quran, kita akan menemukan bagaimana Allah menghubungkan Ilmu –utamanya ilmu Al-Quran, sebagai air hujan. Seperti dalam surat An-Nahl ketika Allah menyebut tentang turunnya Al-Quran, maka ayat berikutnya menyebut tentang hujan.

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (An-Nahl 64) « Read the rest of this entry »

Tentang Ilmu Dalam Al-Quran bag.8

April 29, 2017 § Leave a comment

Pembahasan kedelapan: Bagaimana Al-Quran mendorong manusia untuk belajar

Allah berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Dan katakanlah: “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. (Thoha 114)

Selain menyebut-nyebut fadlilah ilmu –seperti yang telah kita sebut diantaranya, Al-Quran juga menganjurkan dengan sangat agar manusia mau belajar. Hal ini dapat kita lihat ketika kita menelaah Al-Quran, dapat kita temukan bagaimana Allah menganjurkan kita untuk menggunakan segenap kemampuan panca indra kita untuk belajar. « Read the rest of this entry »

Tentang Ilmu dalam Al-Quran bag.7

April 16, 2017 § Leave a comment

487_3d48c143385246Pembahasan ketuju: Hubungan antara Ilmu dan Akal

Allah berfirman:

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

Dan itulah perumpamaan-perumpamaan, Kami buat untuk manusia. Dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Al-An’kabuut 43)

Manusia adalah makhluk yang kompleks, ia diberikan nafsu seperti halnya hewan agar dapat bertahan hidup, tapi juga diberikan akal untuk mengendalikan nafsu agar tidak menjadi liar. Dalam Bahasa arab kata akal mempunyai makna menahan, mengikat, dan ‘Iqaal berarti tali untuk mengikat ternak. Dapat diibaratkan nafsu adalah kuda, tali kekangnya adalah akal, hati sebagai kusir, sedang penumpang yang mengarahkan kemana arah tujuan adalah Allah atau setan. « Read the rest of this entry »