Cahaya dalam rumah-rumah Allah

October 27, 2017 § Leave a comment

y.jpg

Ketika menyebut bahwa Allah adalah cahaya langit bumi dan perumpamaan cahayaNya, dalam firmaNya:

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berbarakah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An-Nur 35) « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran bag. 7 (Seorang mukmin diuji berdasarkan kadar Imannya)

October 15, 2017 § Leave a comment

Pembahasan ketuju: Seorang mukmin diuji berdasarkan kadar Imannya

img_4336

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ۝ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang sungguh-sungguh dan Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut [29]: 2-3) « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran bag.6 (Hubungan Antara Iman Hidayah Allah)

September 22, 2017 § Leave a comment

Pembahasan keenam: Menumbuhkan Pohon Iman; Hubungan Antara Iman Hidayah Allah

13445562845_7a4bbeee4d_z

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Rabb mereka memberi petunjuk pada mereka karena keimanan mereka, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. (Yunus 9)

—————-

Adapun Sinar matahari, maka bagi pohon iman, sinar itu adalah sinar hidayah dari Allah dzat yang menjadi cahaya langit dan bumi. « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran bag. 5 (Hubungan Antara Iman dan Ilmu)

September 22, 2017 § Leave a comment

Cinta_Sunnah_Kitab_Hadits_ShohihPembahasan kelima: Menumbuhkan Pohon Iman; Hubungan Antara Iman dan Ilmu

Adapun air bagi tanaman, maka sebuah tanaman tak akan bisa tumbuh tanpa adanya air yang tersiram. Dan bagi pohon iman, air itu adalah ilmu, Rasul Saw bersabda:

إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنَ الْهُدَى، وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا، ِ

Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai hujan yang mengenai tanah. (Bukhari-Muslim)

Dalam berapa ayat Al-Quran, kita akan menemukan bagaimana Allah menghubungkan Ilmu –utamanya ilmu Al-Quran, sebagai air hujan. Seperti dalam surat An-Nahl ketika Allah menyebut tentang turunnya Al-Quran, maka ayat berikutnya menyebut tentang hujan. « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran bag.4 (Hubungan Antara Iman dan Makanan Halal)

September 10, 2017 § Leave a comment

311b1fd0d6a8ac0d97629e3b89950f0e

Pembahasan keempat: Menumbuhkan Pohon Iman; Hubungan Antara Iman dan Makanan Halal

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah. (Al-Baqarah 172)

———–

Jika Iman adalah pohon -begitu juga jika seorang Mukmin Ibarat pohon, maka sebuah pohon agar tumbuh dengan baik memerlukan 3 hal, « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran (bag. 3)

August 14, 2017 § Leave a comment

pohon-yang-baikPembahasan ketiga; Iman dan Mukmin Laksana Pohon yang baik

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa Iman terdiri dari tiga bagian, yaitu percaya, pernyataan syahadat, dan amal-amal shalih. Jadi, bisa diibaratkan Iman itu laksana pohon, akarnya yang menancap kuat adalah Tashdiiq (percaya), batangnya yang kokoh adalah pernyataan “La ilaaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah”, dan cabang-cabangnya yang menjulang ke langit adalah amal-amal shalihat. Seperti yang Allah firmankan dalam kitabNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ۞ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la ilaha illa allaha) seperti pohon yang baik, batangnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim 24-25) « Read the rest of this entry »

Iman dalam Al-Quran (Bag. 2)

August 13, 2017 § Leave a comment

quranmuhammad

Pembahasan kedua: iman dari segi Syari’at

Iman dalam Istilah Syariat adalah percaya dengan hati dan lisan, dan taat dengan menjalankan perintah Allah dan RasulNya, serta menjauhi larangannya. Adapun Dalil adanya Iman adalah dengan hati adalah Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ

Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; (Al-Maidah 51) « Read the rest of this entry »