Resep Shalat Khusyu’

March 2, 2010 § Leave a comment

Sebelumnya saya telah menulis catatan tentang bagaimana resep beribadah dengan khusyu’. Resepnya imam Ghozali ini bersifat umum dan dilakukan menjelang waktu memulai beribadah (walaupun kalau bisa harus senantiasa dilakukan). Nah kali ini saya akan memberikan resep shalat supaya bisa khusyu’.

(sebelum membaca terus, bagi yg belum membaca cara beribadah dengan khusyu’ menurut imam Ghozali, silakan klik disini)

Sebelumnya saya akan jelaskan tentang keutamaan khusyu’ dalam shalat berikut pengertiannya. Allah berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ، الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.

Imam Al-Baghawi berkata : “keberuntungan (dalam ayat diatas) adalah keselamatan, dan kelanggengan”. Yakni kelanggengan dalam surga.

Sedang mengenai makna khusyuk dapat dilihat dari ucapan para sahabat dan tabi’in berikut ini :

Sahabat ali berkata : “Khusyuk adalah tidak menoleh kekanan dan kekiri”.

Sa’id ibn jubair berkata : “Khusyu’ adalah tidak mengetahui siapa orang yang ada di kanannya, dan orang yang dikirinya, dan tidak menoleh kerena tunduk kepada Allah”.

Az-Zuhri berkata : “Khusyuk adalah ketenangan seseorang dalam sholat, tidak menoleh kekanan dan kekiri”.

Dikatakan pula bahwa “khusyuk adalah menyatukan pikiran (konsentrasi), berpaling terhadap perkara selain shalat, mengangan-angan apa yang dibaca didalamnya berupa bacaan Quran maupun dzikir”.

Intinya khusyuk adalah menghayati apa yang anda lakukan ketika sedang shalat. Jika seorang pemain film mampu menghayati peran yang ia lakukan kenapa anda tidak bisa menghayati peran anda ketika sholat?! Apa yang orang lain bisa tentunya anda bisa melakukannya, tinggal kemauan anda…

Nah untuk menghayatinya berikut saya berikan beberapa contoh :

1- dengan merasakan bahwa anda sedang berada didepan Allah dan tidak tahu apakah anda termasuk orang yang akan dimaksukkan kedalam surganya yg abadi atau akan dimasukkan kedalam panasnya api neraka dan kekal didalamnya selamanya. Satu sisi anda mengharapkan rahmatnya satu sisi anda merasa takut dan cemas. Allah berfirman :

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?

2- Dengan mengangan angan makna bacaan yang anda baca berupa Alquran maupun Dzikir. Karena itu hendaklah mencari terjemahan Alquran maupun dzikir-dzikir dalam sholat. Kalau perlu, khusus untuk Alquran carilah tafsirannya, setidaknya untuk surat Al-Fatihah. Ketika RA Kartini menerima terjemahan Alquran dalam bahasa jawa dari Kyai Saleh darat ia berkata : “Selama ini surat Al Fatihah gelap bagi saya, saya tidak mengerti sedikit pun akan maknanya, tetapi sejak hari ini ia menjadi terang benderang sampai kepada makna yang tersirat sekali pun, karena Romo Kiai menjelaskannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami”.

Tentu dengan mengetahui maknanya, anda akan lebih mudah untuk menghayatinya.

3- dengan mengatahui maksud gerakan-gerakan sholat bahwa gerakan-gerakan itu adalah untuk memuji dan mengangungkan Allah. Selain itu, juga menunjukkan kerendahan dan kedha’ifan kita sebagai makhluknya dihadapan yg maha perkasa diatas segala-galanya.  Seperti eorang anak kecil yang disuruh menari dan menyanyikan lagu kepada orang besar dimana anak kecik itu tidak tau makna dari garakan dan ucapanya, namun intinya adalah untuk memuji dan mengagungkan. Begitu pula kita mungkin kita tidak tahu maksud gerakan sholat namun kita harus tau nahwa gerakan itu adalah untuk memuji dan mengagungkan Allah atas segala nikmat dan karunia yang tak terhitung jumlahnya.

4- dengan membayangkan siksa akhirat dan kejadian hari qiyamat beserta dosa-dosa yang pernah anda lakukan. Sebagian ulama’ salaf ditanya mengenai bagaimana ia bisa shalat khusyu’, ia menjawab dengan membayangkan dirinya sedang melewati shirath al-mustaqim, dimana dibawahnya adalah neraka yang menyala-nyala dan jika ia terpeleset ia akan jatuh didalamnya.

beruntuhlah orang-orang yang shalatnya khusyu'

 

Dan dalam hal ini terlihat pentingnya beriman kepada hari kiamat, karena jika tidak ada hari kiamat, hari pembalasan tidak akan ada orang sholat, tidak ada yang mau istighfar. Karena tidak akan ada balasanya. Allah berfirman :

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Maka bagaimanakah kamu bertakwa jika kamu kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

Khusyuk itu menyangkut hati, jika hati khusyu’ maka badan pun akan khusyu’. Namun sangat sulit untuk mengatur isi hati agar benar-benar khusuk. Karena itu yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar bisa khusyuk, seperti halnya suatu kita seorang sahabat mengeluh kepada rasul mengapa ia tidak mampu menangis ketika mendengarkan Alquran, rasul pun menyuruhnya untuk berusaha menangis.

Dan hendaklah anda ketahui bahwa shalat yang tidak khusyu’ itu tidak mendapat pahala, dan merupakan shalatnya orang munafik.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

والله اعلم…… 

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Resep Shalat Khusyu’ at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: