Iman Kepada Hari Kiamat

June 15, 2010 § 1 Comment

Cuma ilustrasi

Iman kepada Hari Kiamat adalah iman akan terjadinya hari Kiamat, dan segala perkara yg tercakup didalamnya, seperi kebangkitan, hisab, timbangan amal, jembatan, surga dan neraka, dan lain sebagainya yg dinuqilkan dari alquran maupun hadist shahih.

Iman pada hari kiamat adalah iman yang pokok selain iman kepada Allah, itu bisa kita lihat dari bagaimana seringnya keduanya disebut berbarengan dan tak jarang digunakan sebagai pelecut semangat dan gairah untuk melakukan suatu perintah. Dalam Alquran Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir (An-Nisa’ 59)

Begitu pula ayat;

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (At-Taubah 18)

Rasul Juga sering bersabda menggunakan “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir…” misalnya;

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه

Barang siapa beriman pada beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berbicara baik atau diam. Barang siapa beriman pada beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barang siapa beriman pada beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. (HR. Bukhori)

Dan banyak lagi ayat maupun hadist yang lainnya….

Hal itu karena Iman kepada hari Qiyamat mempunyai pengaruh penting dalam diri seorang muslim, karena jika seseorang percaya bahwa kelak setelah mati ia akan dibangkitkan dihisab semua amalnya, dan bertemu dg tuhannya, ditanya tentang amalnya di dunia, kemudian ditentukan padanya apakah ia masuk surga atau masuk neraka, maka ia akan merasa takut untuk berbuat kejelekan walau sekecil apapun dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbanyak amal ibadahnya guna meraih ridloNya dan selamat dari siksa nerakaNya.

Oleh karena itu allah berfirman

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Maka bagaimana kamu bisa bertakwa, jikalau kamu inkar terhadap hari yg menjadikan anak-anak beruban. (Al-Muzammil 17)

Dalam banyak ayat dapat kita lihat bagaimana Allah mengancam orang-orang yang tenggelam dalam dosa dan kecintaan kepada dunia dengan hari qiyamat, antara lain:

Dalam surat Al-Muthaffifin, Allah mengancam orang-orang yang berbuat curang dalam timbangan (Muthaffifin) dengan firmannya;

أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ ،  لِيَوْمٍ عَظِيمٍ، يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (Al-Muthaffifiin 4,5,6)

Dalam surat Al-Fajr, juga bisa dilihat bagaimana Allah mengancam orang kafir yang tidak memuliakan anak yatim, tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, memakan harta pusaka dengan dengan sembarangan (tidak peduli  halal dan yang bathil), mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan;

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا، وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا، وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. (Al-Fajr 21,22,23)

Jadi hendaklah kita takut kepada Allah dan lebih mengutamakan kepentingan Akhirat kita supaya terhindar dari panasnya api neraka. Allah berfirman

فَأَمَّا مَنْ طَغَى ، وَآَثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى ، وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

Adapun orang yang melampaui batas (melanggar larangan Allah), dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).(An-Nazi’aat 37,38,39)

Tagged: , , , ,

§ One Response to Iman Kepada Hari Kiamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Iman Kepada Hari Kiamat at Spirit Islam Inside.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: