Shalat Untuk Menguatkan Hafalan

July 30, 2010 § 10 Comments

Penghapal Al-Quran

Bagi yang merasa kurang atau merasa sulit menghapal terutama Al-Quran, ini ada resep khusus dari Nabi untuk menguatkan hapalan yaitu dengan Shalat. Hal ini sejalan dengan firman Allah ;

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al-Baqarah 45)

Ulama’ menyebut shalat ini sebgai Shalat Taqwiyyatul-Hifdzi atau shalat penguat hapalan. Dasar dari pelaksanaan shalat ini adalah hadist yang diriwayatkan Hakim dan Tirmidzi dan juga Thabrani.

Berikut adalah hadistnya yang juga berisi tata cara pelaksanaannya ;

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذْ جَاءَهُ عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ فَقَالَ بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى تَفَلَّتَ هَذَا الْقُرْآنُ مِنْ صَدْرِى فَمَا أَجِدُنِى أَقْدِرُ عَلَيْهِ. فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا الْحَسَنِ أَفَلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ وَيَنْفَعُ بِهِنَّ مَنْ عَلَّمْتَهُ وَيُثَبِّتُ مَا تَعَلَّمْتَ فِى صَدْرِكَ قَالَ أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلِّمْنِى. قَالَ إِذَا كَانَ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَقُومَ فِى ثُلُثِ اللَّيْلِ الآخِرِ فَإِنَّهَا سَاعَةٌ مَشْهُودَةٌ وَالدُّعَاءُ فِيهَا مُسْتَجَابٌ وَقَدْ قَالَ أخِى يَعْقُوبُ لِبَنِيهِ (سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّى) يَقُولُ حَتَّى تَأْتِىَ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقُمْ فِى وَسَطِهَا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقُمْ فِى أَوَّلِهَا فَصَلِّ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِى الرَّكْعَةِ الأُولَى بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةِ يس وفي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَحم الدُّخَانَ وفي الرَّكْعَةِ الثَّالِثَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَالم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وفي الرَّكْعَةِ الرَّابِعَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَتَبَارَكَ الْمُفَصَّلَ فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ التَّشَهُّدِ فَاحْمَدِ اللَّهَ وَأَحْسِنِ الثَّنَاءَ عَلَى اللَّهِ وَصَلِّ عَلَىَّ وَأَحْسِنْ وَعَلَى سَائِرِ النَّبِيِّينَ وَاسَتَغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلإِخْوَانِكَ الَّذِينَ سَبَقُوكَ بِالإِيمَانِ ثُمَّ قُلْ فِى آخِرِ ذَلِكَ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى بِتَرْكِ الْمَعَاصِى أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِى وَارْحَمْنِى أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لاَ يَعْنِينِى وَارْزُقْنِى حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِى حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِى وَارْزُقْنِى أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِى يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِى وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِى وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِى وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِى وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِى لأَنَّهُ لاَ يُعِينُنِى عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلاَ يُؤْتِيهِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيمِ يَا أَبَا الْحَسَنِ تَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ أَوْ خَمْسَ أَوْ سَبْعَ تُجَابُ بِإِذْنِ اللَّهِ وَالَّذِى بَعَثَنِى بِالْحَقِّ مَا أَخْطَأَ مُؤْمِنًا قَطُّ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ فَوَاللَّهِ مَا لَبِثَ عَلِىٌّ إِلاَّ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا حَتَّى جَاءَ عَلِىٌّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِى مِثْلِ ذَلِكَ الْمَجْلِسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى كُنْتُ فِيمَا خَلاَ لاَ آخُذُ إِلاَّ أَرْبَعَ آيَاتٍ أَوْ نَحْوَهُنَّ وَإِذَا قَرَأْتُهُنَّ عَلَى نَفْسِى تَفَلَّتْنَ وَأَنَا أَتَعَلَّمُ الْيَوْمَ أَرْبَعِينَ آيَةً أَوْ نَحْوَهَا وَإِذَا قَرَأْتُهَا عَلَى نَفْسِى فَكَأَنَّمَا كِتَابُ اللَّهِ بَيْنَ عَيْنَىَّ وَلَقَدْ كُنْتُ أَسْمَعُ الْحَدِيثَ فَإِذَا رَدَّدْتُهُ تَفَلَّتَ وَأَنَا الْيَوْمَ

أَسْمَعُ الأَحَادِيثَ فَإِذَا تَحَدَّثْتُ بِهَا لَمْ أَخْرِمْ مِنْهَا حَرْفًا. فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عِنْدَ ذَلِكَ مُؤْمِنٌ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ يَا أَبَا الْحَسَنِ.

Dari Ibn Abbas beliau berkata ;

Ketika kita sedang duduk disisi Rasulullah Saw, tiba-tiba datanglah Ali Bin Abi thalib Ra, ia lalu berkata ; “Tebusanmu ayah dan ibuku!! A-Quran ini telah terlepas dari dadaku, Maka aku tidak menemukan diriku mampu menguasainya”. Rasul lalu berkata ; “Wahai Abal Hasan, maukah kau kuajari beberapa kalimat yang Allah memberikan kemanfaatan padamu dengannya, dan orang-orang yang kau ajari kalimat itu, dan mengukuhkan apa yang kau pelajari dalam dadamu?”. Sahabat Ali menjawab ; “Ya, wahai rasulullah, ajarilah aku!”.  Rasul berkata ; “ketika malam jum’at, kalau kamu mampu untuk bangun pada 1/3 akhir malam yang akhir (maka bangunlah), karena sesungguhnya ia adalah waktu yang disaksikan, dan berdoa pada waktu itu dikabulkan. Bahakan saudaraku Ya’qub berkata kepada putranya ; “Aku akan memintakan ampun kalian pada tuhanku”, ia berkata (demikian) sampai datanglah malam jumat. Jika kamu tak mampu maka (bangunlah) pada tengah malamnya, jika kau tak mampu maka pada awalnya, kemudian shalatlah empat raka’at, pada raka’at pertama kau membaca fatihah dan (surat) Yasin, pada raka’at kedua membaca fatihah dan Haamim (surat) Ad-Dukhan, pada raka’at ketiga membaca Fatihah  dan Alif lam mim Tanzil (surat) As-Sajdah. Pada raka’at keempat membaca fatihah dan Tabarak Al-mufashshol (surat Al-Mulk). Lalu ketika kau telah selesai dari Tasyahhud (Tahiyyat Akhir) maka pujilah Allah dan baguskanlah pujian pada Allah, dan bershalawatlah  kepadaku dan baguskanlah, juga kepada Nabi-nabi yang lain, dan mintakanlah ampunan bagi mukminin dan mukminat dan juga bagi saudara-saudaramu yang telah mendahului kamu dengan iman kemudian ucapkanlah pada akhir hal itu ;

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى بِتَرْكِ الْمَعَاصِى أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِى وَارْحَمْنِى أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لاَ يَعْنِينِى وَارْزُقْنِى حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِى حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِى وَارْزُقْنِى أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِى يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِى وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِى وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِى وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِى وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِى لأَنَّهُ لاَ يُعِينُنِى عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلاَ يُؤْتِيهِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيمِ

Ya Allah, Rahmatilah aku dengan meninggalkan maksiak selamanya selagi engkau menetapkanku (membiarkan hidup), dan rahmatilah aku dari melakukan perkara yang tidak berguna bagiku, dan berikanlah aku baiknya penglihatan kepada perkara yang membuat Engkau ridlo padaku.

Wahai Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang mempunyai keagungan, penghormatan dan kemuliaan yang tidak dapat dicapai (oleh makhluk), aku memintamu Ya Allah…. Ya Rahman… demi keagunganmu dan cahaya “wajahmu” agar engkau menetapkan hatiku untuk menghapal kitabmu sesuai dengan yang engkau ajarkan padaku, dan berikanlah aku taufik untuk membaca kitabmu sesuai dengan cara yang membuatmu ridlo padaku. Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi yang mempunyai keagungan, penghormatan dan kemuliaan yang tidak dapat dicapai (oleh makhluk), aku memintamu Ya Allah…. Ya Rahman… agar engkau menyinari penglihatanku dengan kitabmu, dan agar kau membuat lisanku berucap dengannya, dan agar kau hilangkan dengannya kesusahan dari hatiku dan engkau lapangkan dengannya dadaku, dan agar kau membuat tubuhku mengamalkanya karena sesungguhnya tidak ada yang mampu menolongku pada kebenaran kecuali Engkau dan tidak ada yang mampu mendatangkanyya kecuali Engkau.

Tidak ada daya dan upaya selain dari Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

Wahai Abal Hasan engkau lakukan itu dalam tiga jumat atau lima atau tuju, maka engkau akan dikabulkan dengan ijin Allah. Dan demi dzat yang Allah mengutusku dengan kebenaran, Aku tidak pernah menyalahi seorang mukmin sama sekali.”

Ibn Abbas berkata ; “maka demi Allah tidak sampai Ali lima atau tuju sehingga ia datang pada Rasulullah dalam majlis yang sama lalu berkata ; “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku dahulu tidak mengambil (menghapal) kecuali empat ayat atau semisalnya, dan ketika aku membacakannya pada diriku ia terlepas. Dan sekarang aku mempelajari 40 ayat dan semisalnya lalu ketika aku membacakannya pada diriku maka seolah-olah kitab Allah ada dihadapan kedua mataku, dan dulu aku mendengarkan hadist lalu ketika aku mengulanginya, ia terlepas. Dan sekarang aku mendengar banyak hadist lalu ketika kau berucap dengannya, aku tidk mengurangi darinya suatu apapun. Mak Rasulullah berkata kepadanya ketika itu ; “Engkau seorang mukmin, Demi pemilik Ka’bah! wahai Abal Hasan!

Penjelasan

Banyak ulama’ menganggap Dlo’if hadist ini, akan tetapi ada juga yang mensahihkanya. Namun terlepas dari itu tidak ada salahnya kita melaksanakan isi hadist ini dengan niat shalat hajat dan boleh juga diniati dengan shalat tahajjud jika dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, karena hal ini sesuai dengan firman Allah ;

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al-Baqarah 45)

Kitab Syaraful-Ummah Al-Muhammadiyyah

Dalam kita “Syaraful Umamah Al-Muhammadiyyah”  Karya  Syaikh Muhammad bin Alwi Al-Maliki disebutkan ;Dan telah terdapat percobaan yang menguatkan apa yang telah kita sebutkan. Abul Hasan ibn Iraq berkata ; “Dan lebih dari satu orang memberi tahu aku bahwa mereka telah mencoba berdoa dengannya dan menemukan bahwa hal ini memang benar”.

Secara ringkasnya pelaksanan shalat tsb adalah ;

1-Dilakukan pada akhir malam jumat, atau tengahnya atau awalnya namun yang terbaik adalah akhirnya

2-Dilakukan dengan empat raka’at ; Raka’at pertama, membaca fatihah dan surat Yasin, yang kedua Fatihah dan surat Ad-Dukhan, yang ketiga membaca fatihah dan surat As-Sajdah, yang keempat membaca fatihah dan surat Al-Mulk. Jika belum hapal bisa dilakukan dengan memegang mushaf lalu membacanya.

3- Setelah Tasyahud, dalam ini terdapat dua kemungkinan terhadap maksud perkataan Nabi ” Lalu ketika kau telah selesai dari Tasyahhud” ; yang pertama sesudah membaca tasyahud tapi sebelum salam, yang kedua sesudah salam.

Jika yang dimaksud adalah sebelum salam maka, sesudah bersyahadat membaca hamdalah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad dan juga nabi-nabi yang lain, lalu memintakan ampunan bagi mukminin dan mukminat dan juga bagi saudara-saudaramu yang telah mendahului kita.

4-Setelah itu baru berdoa ;

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى بِتَرْكِ الْمَعَاصِى أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِى وَارْحَمْنِى أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لاَ يَعْنِينِى وَارْزُقْنِى حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِى حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِى وَارْزُقْنِى أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِى يُرْضِيكَ عَنِّى اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِى لاَ تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلاَلِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِى وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِى وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِى وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِى وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِى لأَنَّهُ لاَ يُعِينُنِى عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلاَ يُؤْتِيهِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيمِ

5-Dilakukan tiga atau lima atau tuju kali.

Jika kita perhatikan do’a yang disebutkan dalam hadist, pada kalimat pertama terdapat kata-kata “ Ya Allah, Rahmatilah aku dengan meninggalkan maksia… dst” ini menunjukkan bahwa termasuk yang membuat hapalan seseorang lemah adalah karena bermaksiat kepada Allah. Seorang Tabi’i ; Adl-Dlohhak Berkata ;

ما من أحد تعلم القرآن ثم نسيه إلا بذنب يحدثه؛ لأن الله تعالى يقول: {وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ} [الشورى: 30] ، وإن نسيان القرآن من أعظم المصائب

Tidak ada seorang pun yang belajar Al-Quran kemudian ia lupa kecuali karena dosa yang ia kerjakan, karena Allah telah berfirman ; “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri” (Asy-Syura 30), dan sesungguhnya lupa akan Al-Quran termasuk musibah yang paling besar.

Setelah itu barulah diikuti permohohan agar hati kita mampu menghapal Al-quran dan karena dalam membaca Al-Quran sering terjadi kesalasalah bacaan, maka dalam doa tsb, setelah itu terdapat permintaan agar Allah menyesuaikan bacaan kita dengan apa yang telah Allah turunkan.

Doa dalam hadist diatas juga mengandung permintaan agar Allah menyatukan hati dan jiwa kita kedalam Al-Quran, agar setiap perbuatan kita sesuai dengan Al-Quran. Sungguh ini adalah doa yang sangat bagus! Dan sangat dianjurkan bagi kaum mukminin terutama para penghapal Al-Quran.

Tagged: , , , , , , ,

§ 10 Responses to Shalat Untuk Menguatkan Hafalan

  • Alhamdulillah, aku berjumpa dengan artikel di atas, tadi pagi 08 April 2012 hal semacam ini dijelaskan oleh Ustadz Ir.H.Achmad Wahyudi,SH,MH. di masjid Polres Banyuwangi (Khotmil Quran Adz-Dzikri dan Pengajian Ahad Pagi).

    • AiNuR says:

      Alhamdulillah saya juga sedang mencari artikel ini untuk mengingat-ingat materi pengajian tadi malam 30 januari 2012 oleh Ir. Amad Wahyudi, S.H.,M.H di majid Nur Salim Glenmore Banyuwangi.

  • Yusi Afiah says:

    mau tanya, iuu kan kalo belum hafal suratnya, bisa pegang mushaf,, itu gimana cara pegangnya? kan kita sedang shalat, masa iya pegang sesuatu lalu dibaca, gimana caranya?

  • herman kamil says:

    Saya sangat setuju sholat malam untuk memperkuat hafalan, tapi tidak sependapat dengan membuka mushaf ketika sholat. Rasulullah dan para sahabat utama tak ada yang melakukan itu.

    Jadi baca saja apa yang sudah bisa dihafal, dan tambah terus misalnya per 5 ayat baru setiap minggunya.

    Yang juga harus diingat selain sholat malam bisa memperkuat hafalan qur’an, untuk itu pula (sholat malam) hafalan qur’an menjadi utama.

    Kalau kita membaca surat Muzammil, maka seutama-utama hafalan qur’an memang untuk sholat malam (tahajjud).

    Semoga Allah memberi kita semua petunjuk, aamiin. Salaam.

    • niasato says:

      sebagian ulama memang melarang membaca quran melalui mushaf ketika solat karena dianggap serupa dengan ahli kitab, tapi jumhur ulama membolehkan. terimakasih. wassalamualaikum

  • herman kamil says:

    He he he…sampai lupa kalau saya sudah meninggalkan jejak disini dan ternyata di respon.

    Ada bagusnya juga bila anda membahas plus-minusnya menghafal atas urutan juz versus surat per surat. Kalau saya lebih suka surat per surat, karena bila 1 surat baru saja sudah dihafal, perbendaharaan surat kita semakin banyak untuk sholat tahajjud.

    Selain itu surat-surat yang ditekankan Rasul SAW bisa diprioritaskan hafalannya supaya bisa masuk dalam jadwal sholat malam kita spt al-Mulk, Yasin, Sajdah, al-Kahfi dll.

    Tapi itu pendapat saya pribadi, sampeyan yang punya pengalaman banyak di pesantren, bisa menjelaskan lebih banyak.

    Oh ya salam kenal juga mas niasato.

    salaam

  • Izza Vithry Hayah says:

    Niatnya bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Shalat Untuk Menguatkan Hafalan at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: