Mengapa kita harus melawan Demokrasi

November 10, 2010 § Leave a comment

Orang kafir memang tiada hentinya menginkan kita tersesat dari jalan yang lurus, segala macam cara mereka lakukan agar kita semakin jauh dari petunjuk Allah dan Rasulnya. Dan diantara cara cara mereka adalah dengan meniupkan bahkan memaksakan paham Demokrasi kepada negara-negara muslim terutama negara yang dianggap berpotensi membayakan mereka. Dan ketika sebuah negara yang dulunya dianggap tidak demokratis menjadi demokratis mereka akan mengelu-ngelukannya, memujinya dengan segenap prestasi, tapi coba lihat, bagaimana dengan Arab saudi? Negara dengan sistem kerajaan apakah Amerika sebagai sponsor utama Demokrasi pernah mempersoalkanya?! Tentu saja tidak. Dan inilah diantara kebusukan Demokrasi.

Demokrasi adalah faham yang mampu menjerusmukan kita kedalam kekafiran, dan oleh karena itulah mereka dengan segala cara entah melalui peperangan seperti yang dilakukan Amerika pada irak dan Afghanistan, atau melalui diplomasi, embargo ekonomi mereka berusaha memaksakan faham ini kepada kita. Tepat seperti firman Allah ;

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup. (Al-Baqarah 217)

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (An-Nisa’ 27)

Apakah anda tidak merasa aneh? Mengapa negara-negara barat begitu gencarnya mempromosikan Demokrasi kepada negara Islam, entah dengan iming-iming bantuan jutaan dollar, ancaman embargo bahkan jika harus sampai menyulut perang. Apakah menurut anda negara-negara tersebut punya tujuan baik dan mulia? Kalau ya, lalu apa untungnya bagi mereka jika? Bukankah Allah berfirman bahwa orang kafir selamanya tidak ingin orang-orang Islam tertimpa kebaikan ;

مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ

Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. (Al-Baqarah 105)

Oleh karena itu dibawah ini kami akan menyuguhkan kepada kaum muslimin mengapa kita harus menolak Demokrasi.

1-Demokrasi berlawanan dengan Islam.

Secara bahasa , Demokrasi berasal dari bahasa Yunani. Dari kata ‘Demos” dan “Kratos” demos artinya rakyat, sedangkan kratos artinya kekuasaan atau pemerintahan. Maknanya adalah pemerintahan/ kekuasaan rakyat. Pada prakteknya adalah suatu pemerintahan yang dijalankan dengan kehendak rakyat (mayoritas rakyat). Maka sistim kekuasaan yang berlaku, hukum undang-undang, program penguasa suatu Negara ditentukan oleh suara mayoritas rakyat atau wakilnya.

Sujiwo tejo

Dengan kata lain ; Demokrasi bertumpu pada ajaran bahwa menang atau kalah, benar atau salah ditentukan oleh suara mayoritas, dengan menafikan firman Allah dan sunnah RasulNya.

Jelas ini adalah kesesatan yang nyata, mengenai ini bahkan budayawan Sujiwo tejo pernah berkata ; “Demokrasi itu mitos, bagaimana bisa kebenaran diserahkan pada orang banyak, hanya karena dianggap benar orang banyak jadi benar”.

Jika ajaran Islam menuntut untuk tunduk kepada Allah dan Rasulnya, menimbang baik dan buruk, benar dan salah dengan Al-Quran dan Sunnah RasulNya, maka Demokrasi menuntut kita untuk tunduk kepada suara mayoritas entah benar maupun salah, entah baik maupun buruk. Padahal kebanyakan orang itu bodoh, kebanyakan orang itu tidak bersyukur, bahkan Allah memperingatkan bahwa jika kita menuruti kebanyakan orang maka kita justru akan tersesat.

وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui (Yusuf 21)

وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur (Yusuf 39)

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (Al-An’am 112)

Plato

Bahkan Plato seorang pemikir yang diagung-agungkan oleh barat juga melancarakan kritik terhadap Demokrasi. Katanya kebanyakan orang adalah bodoh atau jahat atau kedua-duanya dan cenderung berpihak kepada diri sendiri. Jika orang banyak ini dituruti, maka muncullah kekuasaan yang bertumpu pada ketiranian dan terror. Senada dengan plato adalah muridnya, yaitu Aristoteles, ia menyebut pemberlakuan Demokrasi sebagai suatu kemerosotan. Simak juga apa yang dikatakan Winston Churchil (Mantan PM Inggris): Demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari bentuk pemerintahan.

Sebagai hasil sistem ini adalah para pemimpin yang korup, tidak becus, tidak berkomitmen, tidak punya kemampuan, bahkan sukanya nampang doank tanpa ada tindakan yang nyata. Begitu pula hukum yang dihasilkan sangat amburadul dan banyak yang dibuat hanya untuk menguntungkan golongan tertentu saja.

Lihat saja hasil dari pemilihan daerah langsung, kebanyakan tidak memuaskan karena disini yang menang bukanlah orang yang tepat dan benar sebagai pemimpin, namun yang menang adalah yang kuat, punya pengaruh, punya dana yang melimpah, terkenal dan sebagainya. Maka tak heran jika partai politik banyak yang menggandeng para artis untuk memenangkan pemilihan. Sebagai contoh dalam pemilu presiden lalu, banyak ibu-ibu yang memilih SBY karena ia gagah dan ganteng dan bukan karena kemampuan dan kredibilitasnya.

Amatlah jelas bahwa prinsip mayoritas ini amat rentan tatkala penguasa atau sekelompok orang dapat merekayasa masyarakat melalui propaganda, Money Politic, tindak persuasif hingga represif agar mendukungnya. Dengan propaganda terus-menerus rakyat dapat menganggap surga adalah neraka, dan neraka adalah surga, benar jadi salah, salah jadi benar, begitu seterusnya seperti yang ditunjukkan Adolf Hitler dalam “Mein Kampf”. Sisi lain yang perlu dicatat bahwa rakyat sendiri adalah individu yang tak lepas dari tarikan hawa nafsu dan godaan setan. Jadi sudah jelas bahwa ; timbangan baik buruk yang diserahkan pada rakyat adalah sebuah kekacaubalauan.

http://thebestummah.wordpress.com/2010/01/10/Demokrasi-memang-jijik/

Lebih buruk dari itu adalah Demokrasi menjerumuskan kita kepada syirik akbar, naudzubillah min dzalik. Yakni jika sampai menganggap produk hukum yang dihasilkan dari Demokrasi lebih baik dari pada hukum Allah dan lebih harus dituruti ketimbang menuruti perintahNya.

Allah berfirman ;

وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik (Al-An’am 121)

Ibnu katsir berkata tentang ayat diatas:

أي: حيث عدلتم عن أمر الله لكم وشرعه إلى قول غيره، فقدمتم عليه غيره فهذا هو الشرك،

Yakni : sekiranya kalian berpindah dari perintah Allah yg allah perintahkan padamu, dan dari syariatnya, kepada ucapan selainNya, dan kalian mendahulukan  yg selain Allah atas Allah, maka hal ini adalah syirik.

Sebagai contoh jika suara mayoritas mengatakan wanita tidak wajib menutup Aurat sedang Allah memerintah untuk menutupnya, lalu seseorang ternyata lebih memilih mengutamakan suara mayoritas, maka sungguh ia telah menyekutukan Allah.

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa ahli kitab menjadikan pemimpin-pemimpin mereka sebagai sesembahan. Sahabat ‘ady bin hatim pun berkata pada rasulullah dalam hadist yg diriwayatkan imam ahmad dan tirmidzi :

إنهم لم يعبدوهم””

Sesungguhnya mereka (Ahli Kitab)tidak menyembah ulama’dan rahib-rahib mereka.

Nabi pun menjawab

“”بلى، إنهم حرموا عليهم الحلال، وأحلوا لهم الحرام، فاتبعوهم، فذلك عبادتهم إياهم”.”

Akan tetapi tidak, sesungguhnya, mereka mengharamkan kepada Ahli kitab perkara halal dan menghalalkan bagi mereka perkara haram, kemudian ahli kitab itu mengikuti mereka, itulah penyembahan Ahli kitab kepada mereka.

Maka barang siapa mengikuti seseorang maupun golongan dalam aturan-aturan yg berlawanan dg hukum Allah, perintah dan larangannya, tanpa mengindahkan perintah-perintah Allah, maka sesungguhnya orang itu dihukumi musyrik dan telah keluar dari agama Islam.

https://taimullah.wordpress.com/2010/02/27/termasuk-syirik-akbar-adalah-taat-secara-mutlak-kepada-selain-allah/

Disinilah terlihat jelas perbedaan Islam dan Demokrasi ; Dalam Islam, hukum adalah hak Allah untuk membuat dan menentukannya. Dalam Demokrasi membuat hukum ada di tangan rakyat atau wakilnya, yaitu anggota legislative. Jadi sangat jelas bahwa Islam bertolak belakang dengan Demokrasi. Ini bisa dilihat oleh setiap orang yang memiliki mata kecuali orang buta.

2-Demokrasi menyebabkan perpecahan dikalangan kaum muslimin

Konsep trias politika, dengan partai politik sebagai anggota parlemen telah menyebabkan perpecahan yang sangat diantara kaum muslimin. Intrik politik, saling hujat, saling tuduh, saling memfitnah, mencaci maki, adalah hal biasa dalam iklim Demokrasi. Lebih buruk lagi jika perpecahan itu merambat ke bawah dimana hal itu mengkibatkan terjadinya bentrokan, kerusuhan yang tak jarang merenggut korban jiwa.

Kalau sudah begini, seakan persaudaraan Islam tidak ada lagi, lalu dimanakah firman Allah ;

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara (Ali Imrom 103)

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (Ali Imron 105)

Dan dimanakah posisi umat Islam dari sabda Nabi Saw

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لا تحاسدوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يبع بعضكم على بيع بعض وكونوا عباد الله إخوانا المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يكذبه ولا يحقره التقوى ههنا – ويشير إلى صدور ثلاث مرات – بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام : دمه وماله وعرضه  رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim)

Adalah kebohongan jika mereka mengatakan “Walaupun berbeda-beda tapi satu tujuan (Bhineka tunggal ika)”. Karena kita liat saja, ternyata kenyataan berbicara lain, mereka cuma bersatu kalau ada kepentingan sesaat saja, selepas itu perseturuan pun dimulai kembali. Disamping itu, adalah sudah menjadi keniscayaan bahwa setiap golongan akan menganggap bahwa golongan merekalah yang lebih unggul, lebih hebat, lebih benar, tepat seperti firman Allah ;

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (Al-Mukminun 53)

Sistem pembagian kekuasan ini juga tak jarang malah menimbulkan tarik ulur kepentingan diantara ketiganya, terutama antara eksekutif dan legislatif. Contoh nyata adalah kasus Century, terlihat jelas bagaimana kasus ini cuma digunakan sebagai alat untuk menekan pemerintah guna memenuhi keinginan segelintir partai.

http://nasional.kompas.com/read/2010/05/10/08543636/Permainan.Macam.Apa.Ini-8

Selain sistem partai, sistem pemilihan langsung juga mempunyai akibat yang buruk dalam merusak persaudaran Islam. Sudah tak terhitung lagi rasanya kerusuhan akibat pilkada, belum lagi hasil yang belum tentu tepat sesuai keinginan rakyat. Mengenai ini Hasyim Muzadi, mantan ketua PBNU pernah menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) seharusnya tidak dilakukan secara langsung karena selain menimbulkan konflik yang berujung pada perpecahan juga hanya menghambur-hamburkan uang.

http://berita.kapanlagi.com/politik/nasional/pb-nu-pilkada-agar-dihapus-karena-sumber-perpecahan-qk98tib_print.html

Rusuh Pilkada Gowa

Tahun ini saja, sebanyak 244 pilkada digelar. Terdiri dari tujuh pemilihan gubernur/wakil gubernur, 202 pemilihan bupati/wakil bupati, dan 35 pemilihan wali kota/wakil wali kota. Hingga Juli lalu, sebanyak 174 pilkada sudah dilaksanakan.

Dari jumlah tersebut, tercatat adanya konflik sosial di 11 daerah, memang, angka 11 bukanlah angka signifikan, persentasenya masih kecil. Namun, persoalan sosial yang sebenarnya terjadi di dalam konflik tersebut tidak dapat diukur dengan angka. Perpecahan antarpendukung pasangan calon menimbulkan perpecahan antarkelompok, suku, dan bahkan di dalam keluarga. Dalam persidangan di MK terungkap sebuah perceraian yang diakibatkan suami-istri mendukung calon yang berbeda. Yang perlu diingat, konflik tersebut tidak sembuh dalam waktu yang singkat. Maka wajarlah jika Ketua MK Mahfud MD melontarkan wacana peninjauan ulang penyelenggaraan pilkada langsung.

http://bali.forumotion.net/berita-nusantara-f59/pilkada-membuat-rakyat-mata-duitan-t3182.htm

Dengan menjalankan sistem Demokrasi, berarti  membuka pintu perpecahan dan perselisihan, mendukung program-program kolonialisme yang bertujuan memecah-belah dunia Islam ke dalam sukuisme, nasionalisme, negara-negara kecil, fanatisme golongan dan kepartaian.

Dan  ketika perpecahan telah melanda, maka mudahlah bagi musuh-musuh Islam untuk menguasai dan menghancurkan kita. Karena itu para ulama’ menyatakan Imam yang dzalim itu lebih baik daripada fitnah (pertikaian) yang tak kunjung reda. Artinya mereka lebih mengutamakan bersatu dibawah pemimpin yang dzalim daripada harus memberontak dan menimbulkan perpecahan.

3-Demokrasi menimbulkan banyaknya kesesatan dan hal-hal yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.

Theodor Hezl

Hal ini dikarenakan adanya ajaran-ajaran yang terkandung dalam Demokrasi berupa kemerdekaan, kebebasan, persamaan hak. Perhatikanlah isi protokol zionisme buatan Theodor Hezl berikut ini ;

Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘Demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.

http://bacatanda.blogspot.com/2008/06/24-protokol-zion-protocols-of-learned.html

Jadi  jangan heran jika dalam negara Demokrasi akan muncul banyak aliran-aliran dan ajaran sesat macam ; JIL, Ahmadiyah, Pluralisme, Liberalisme, Sekulerisme. Juga jangan heran jika dalam Demokrasi semakin banyak orang berani menunjukkan kedurhakaannya kepada Allah dengan menganggap hal itu sebagai wujud ekspresi, seni, maupun kebebasan diri. Maka muncullah organisasi-oragnisasi pendukung homosexual dan lesbian, muncul pula organisasi waria berikut kontes-kontesnya, marak pula aksi pornografi dengan mengatasnamakan seni dan kebebasan berekspresi. Dimana  kesemuanya itu semakin menambah kerusakan, menghancurkan sendi-sendi agama, menggerus norma-norma, dan mengkibatkan perpecahan umat Islam.

Nah,  jika kita lihat isi dari protokol zionisme, maka terlihat jelas bahwa ajaran Demokrasi  adalah ajaran yang mereka gunakan untuk mensukseskan rencana mereka, dengan kata lain ajaran Demokrasi adalah ajaran buatan zionis yahudi.

Seorang yang menganut ajaran Demokrasi juga otomatis akan mengakui adanya aliran-aliran sesat sebagai sebuah keniscayaan. Yang dengan demikian dapat membuka lebar-lebar pintu kemurtadan dan zindiq.

KH. Chalil Ridlwan

Simaklah ucapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Kholil Ridwan ; beliau berkata bahwa dalam sistem Demokrasi yang diterapkan saat ini hanya sedikit sisi positifnya, di mana orang diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapat, maupun mengritik. Namun, banyak pula sisi negatif atau buruknya. Contohnya, dengan alasan Demokrasi di Barat khususnya membolehkan orang laki-laki kawin dengan laki-laki, perempuan kawin dengan perempuan. “Ini sudah jelas merusak tatanan dasar ajaran Islam”.

Beliau melanjutkan ; “Selama ini dibolehkannya Ahmadiyah karena mereka berlindung di balik isu Demokrasi dan HAM. Saya melihat Demokrasi lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, ” pungkasnya.

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kh-kholil-ridwan-sistem-Demokrasi-lebih-banyak-mudharatnya.htm

Ya hanya dalam Demokrasilah, pendukung homo sexual, lesbianisme, pernikahan sesama jenis bisa mendapat penghargaan. Hanya dalam Demokrasi seorang penyebar kesesatan, antek yahudi yang menyebut Al-Quran sebagai kitab paling porno bisa diberi gelar pahlawan. Sebaliknya para pejuang Islam, diolok-olok dan dicaci maki, dianggap teroris biang keladi disintegrasi, belum lagi difitnah dan dimasukkan dalam jeruji besi. Sungguh sebuah kebebasan yang hanya Ilusi!!! Sungguh busuk tipuan Demokrasi!!!

Musdah Mulia yang mendapat penghargaan Women Of The Year 2009 : “Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka”

Gus Dur Ketika mendapat penghargaan organisasi pelindung Yahudi, Simon Wiesenthal Center ; Gus Dur memang benar-benar pahlawan Yahudi

Habib Rizieq yang "dijadikan" tersangka insiden Monas, dituntut pidana 2 tahun penjara di PN Jakarta Pusat, Senin (13/10) karena dianggap melanggar pasal 170 junto 155 KUHP.

 

Tsunami Mentawai

Dengan ditoleransinya kesesatan dan kemunkaran, maka terabaikankanlah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan jika ia telah diabaikan, maka jangan heran jika Indonesia ditimpa berbagai macam bencana dan musibah, mulai dari kemiskinan, krisis ekonomi, gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami dsb. Nabi bersabda ;

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا مُنْكَرًا ، فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ ، يُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ

Sesungguhnya masyarakat jika melihat kemunkaran lalu tidak merubahnya, maka hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan siksanya (HR. Tirmidzi)

إن الله لا يعذب العامة بعمل الخاصة ، حتى يروا المنكر بين ظهرانيهم وهم قادرون على أن ينكروه ، فلا ينكروه فإذا فعلوا ذلك عذب الله العامة والخاصة

Sesungguhnya Allah tidak akan seluruh (kaum) akibat perbuatan orang tertentu, sehingga mereka melihat kemunkaran diantara mereka sedang mereka kuasa untuk menginkarinya, lalu mereka tidak menginkarinya. Maka jika mereka melakukan itu Allah akan mengadzab keseluruhan dan orang tertentu (tsb). (HR. Ahmad)

Demokrasi adalah musuh Islam sejati, karena itu selamanya Demokrasi tidak akan membiarkan Islam menang, kasus partai Islam Aljazair dan Partai Hamas adalah bukti nyata. Seharusnya sejalan dengan ajaran Demokrasi mereka, kemenangan tsb haruslah diakui. Namun apa yang terjadi, negara-negara barat yang selama ini mendengang-dengungkan Demokrasi dibantu golongan Murtaddin dan Munafikin menjatuhkan, menghancurkan dan membatalkan kemenangan tsb.

Karena itu seyogyanya kaum muslimin sadar dan bangkit melawan Demokrasi, ingatlah siapa yang selama ini getol menyebarkannya, AS tentunya! Dan sudah mafhum bagi semua untuk siapa AS bekerja (Zionis). Dan bukankah Allah berfirman ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (Ali Imron 100)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. (Ali Imron 149)

Apakah kalian rela mengikuti mereka untuk dijebloskan keadalam abadinya api neraka??? Renungkanlah….

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengapa kita harus melawan Demokrasi at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: