Ingatlah Tuhanmu Ketika Kamu Lupa

January 19, 2011 § Leave a comment

Ini adalah beberapa tafsiran dan juga pengamalan potongan  ayat  24 surat Al-Kahfi yaitu ;

وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

Ingatlah Tuhanmu ketika kamu lupa

Semoga bermanfaat…

1-Ketika lupa mengucap insyaallah maka ucapkanlah Insyaallah

Abul-Aliyah dan Hasan Al-Basri berkata ; ketika engkau lupa ber-Istitsna’ (membaca insyallah) maka ucapkanlah ketika engkau mengingatnya. Begitu pula yang diutarakan Ibn Abbas

Ditafsiri demikian karena memandang lafadz  sebelumnya yakni lafadz ;

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (23) إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut “Insyaallah”

Diriwayatkan oleh Imam Thabari mengenai penyebab turunnya ayat Ini bahwa Nabi saw ditanya oleh kaum kafir Quraisy yang diantaranya tentang kisah Ashabuk Kahfi, beliau lalu menjawab ; “Besok Aku akan menjawab kalian” dan tidak membaca ististna’. Maka wahyu terlambat sampai lima belas hari sehingga orang kafir Makkah berkata ; “Muhammad menjanjikan kita besok, tapi sekarang hari kelima belas dan kita telah memasukinya, sedang ia tidak member kabar apapun tentang apa yang kita tanyakan”.

Mengenai hal ini Rasul bersabda ;

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم قال سليمان بن داود : لأطوفن الليلة بمائة امرأة تلد كل امرأة منهن غلاما يقاتل في سبيل الله ونسي ان يقول ان شاء الله فأطاف بهن فلم تلد منهن الا واحدة نصف إنسان فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لو قال ان شاء الله لم يحنث وكان دركا لحاجته

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasul Saw bersabda ; Sulaiman bin Dawud berkata ; aku akan menggilir seratus wanita dimana setiap wanita akan melahirkan seorang anak yang berperang di jalan Allah”. Lalu ia lupa mengucap “Insyaallah”, kemudian ia menggilir mereka maka tidak melahirkan dari mereka kecuali satu orang (berupa) separuh manusia. Maka Rasul Saw berkata ; “Seandainya ia berkata Insyaallah, ia tidak melanggar sumpahnya dan akan menemukan hajatnya”. (HR. Ahmad)

2-Ketika lupa sesuatu ingatlah Allah

Yang menyebutkan hal ini adalah Ibn Katsir. Ini karena lupa adalah dari setan sedang setan akan lenyap ketika ingat kepada Allah. Dalam Alquran disebutkan bagaimana Nabi Yusya’ (Fata musa) menjawab ucapan Nabi Musa ;

قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ

Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan.” (Al-Kahfi 63)

Begitu pula ketika nabi Yusuf berpesan kepada seorang yang selamat dari penjara, orang itu lupa menyampaikannya kepada raja karena dilupakan oleh setan ;

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).” (Yusuf 45)

Ibn Katsir berkata ;

Ingat kepada Allah mampu mengusir setan, dan ketika setan lenyap hilanglah lupa, jadi ingat kepada Allah adalah sebabnya ingat”.

Ini sejalan dengan hadist ;

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إن الشيطان واضع خطمه على قلب ابن آدم، فإن ذكر خَنَس، وإن نسي  التقم قلبه، فذلك الوسواس الخناس”

Dari Anas bin Malik ia berkata ; Rasul Saw bersabda ; “Sesungguhnya Syaithon menaruh belalainya (hidung) diatas hati anak Adam, maka ketika ia ingat (Allah) ia bersembunyi, dan ketika ia lupa setan pun menelan hatinya, itulah yang disebut “Al-Waswas Al-Khannas”. (HR. Baihaqi)

3-Ingatlah tuhanmu ketika engkau telah mendurhakaiNya

Itu karena dosa timbul oleh karena lupa terhadap Allah, lupa bahwa Allah melihat kita, lupa akan siksaNya, lupa akan adanya hari pertanggung jawaban, dsb. Pendapat ini, sebagaimana disebutkan oleh Ibn Jarir, diutarakan oleh Mujahid salah seorang tabi’i.

Disebutkan dalam Al-Quran bahwa mengingat Allah yang diikuti dengan Istighfar setelah durhaka kepadaNya termasulk sifat-sifat orang bertakwa ;

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali Imron 135)

Allah berfirman ;

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa’ 17)

Karena itu hendaklah ketika telah melakukan dosa untuk segera bertobat memohon ampunan kepadaNya, walaupun setelah itu melakukanya lagi untuk kesekian kali.

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ما أصر من استغفر وإن عاد في اليوم سبعين مرة

Rasul bersabda ; tidak (dianggap) melanggengkan dosa orang yang beristighfar walaupun ia kembali melakukannya dalam sehari tujuh puluh kali. (HR. Tirmidzi)

4-Mengqodlo’ amal ibadah yang lupa dilaksanakan

Ini karena inti dari ibadah adalah mengingat Allah, mensyukuri nikmatNya, serta menjalankan perintahnya.

Termasuk diantara yang termasuk diantara point ini adalah

a-Mengqodo’ sholat

Rasul bersabda ;

من نسي الصلاة فليصلها إذا ذكرها فإن الله تبارك وتعالى يقول في كتابه {أقم الصلاة لذكري

“Barang siapa lupa shalat, maka hendaklah ia shalat ketika mengingatnya, karena Allah berfirman dalam kitabnya ; dirikanlah shalat untuk mengingatku.” (HR. Malik)

Bukan hanya shalat wajib saja tapi juga shalat-shalat sunnah yang telah menjadi kerutinan.

Sahabat Umar berkata ;

من فاتته صلاة كان يصليها بالليل فصلاها بالهاجرة فكأنما صلاها بالليل

Barang siapa kehilangan shalat yang biasanya ia lakukan di malam hari, maka hendaklah ia shalat ketika menjelang dzuhur, (Jika ia melakukanya) maka seoleh-olah ia telah shalat di malam hari.

b-Mengucap “Bismillahi Awwalahu Wa Akhirahu” ketika lupa menyebutkanya pada permulaan makan.

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا أكل أحدكم طعاما فليقل بسم الله فإن نسي في أوله فليقل بسم الله في أوله و آخره

Rasul Saw bersabda ; jika diantara kalian memakan makanan maka ucapkanlah bismillah, maka jika ia lupa pada permulaannya, hendaklah ia berucap “Bismillahi Awwalahu Wa Akhirahu” (HR. Hakim)

Sebenarnya bukan hanya dalam urusan makan saja tapi pada setiap perbuatan yang disunnahkan membaca bismillah, maka sunnah jika lupa menyebut nama Allah pada permulaannya, untuk mengucapkan “Bismillahi Awwalahu Wa Akhirahu”.

c-Mengqodlo’ bacaan Al-Quran, bacaan-bacaan dzikir, wirid-wirid yang biasa kita lakukan.

Inilah yang diucapkan para Ulama’, yakni anjuran mengqodlo bacaan dzikir dan wirid yang telah biasa dilakukan. (Sebenarnya aku pernah baca hadist-hadist yang dijadiin dalilnya tapi lupa, so… maaf ya… udah ah! capek! ^_^)

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ingatlah Tuhanmu Ketika Kamu Lupa at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: