Peringatan Bagi Yang Suka Menulis

May 10, 2011 § Leave a comment

Ketahuilah bahwa menulis tak ubahnya perbuatan-perbuatan kita yang lain, yakni kelak kita akan dituntut pertanggung jawaban mengenai apa yang kita tulis. Dalam Islam menulis itu setara dengan mengucap, kalau kita mengucap dengan perkara-perkara baik dan benar kita akan mendapat pahala, kalau kita mengucap kebohongan dan kemunkaran kita akan melihat balasannya, begitu pula dengan menulis. Bahkan efek yang ditimbulkan bisa lebih dahsyat bagi sebuah tulisan karena tulisan akan bertahan lebih lama dari pada ucapan. Selagi tulisan itu tidak rusak, maka setiap orang bisa membacanya dan terpengaruh olehnya.

Secara umum seorang penulis harus memperhatikan tulisannya agar terhindar dari dua perkara ;

1-Menyebarluaskan, mempromosikan, menganjurkan dan menunjukkan bagaimana cara melakukan perkara-perkara yang telah diharamkan Allah dan RasulNya.

Yakni misalnya dengan menulis novel yang berisikan cerita-cerita yang menjerumus kepada, pelegalan aliran-aliran sesat, perzinahan, pacaran, hubungan sesama jenis, mempromosikan sex bebas, minum-minuman keras, mengumbar aurat, menceritakan cerita yang kemungkinan dipraktekkan untuk kejahatan dan kemunkaran, dsb.

Orang-orang yang menulis tulisan seperti ini pada hakikatnya adalah orang-orang yang mengajak masuk neraka, sementara Allah Saw mengajak hamba-hambanya menuju surga.

أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِه

Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (QS 2/221)

Orang yang menulis tulisan model ini juga ikut bertanggung jawab terhadap kemunkaran dan kerusakan yang terjadi dibumi Allah ini. Rasul bersabda ;

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – ، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيهِ مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيئاً) رواه مسلم.

Siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya dan hal itu tidak mengurani dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim no. 2674)

Jadi dengan tulisan seperti ini, anda mendapatkan ; dosa mempromosikan kemaksiatan, plus dosa orang yang melakukan maksiat akibat tulisan anda sampai hari kiamat.

2-Memfitnah dan menjelek-jelekkan sesama muslim.

Yang seperti ini juga banyak ditemui biarpun pelakunya bukan orang yang ahli menulis, karena semata-mata mereka cuma mencurahkan perasaan mereka misalnya melalui situs jejaring soial.

Misalkan dengan mengatakan ; distatus Facebook, “Si Fulan itu udah kriting, item, bau lagi…”. Yang seperti ini sebenarnya tidak ada masalah jika tidak disebutkan namanya dan pembacanya tidak tahu siapa yang dimaksud. Tapi tetap saja ini omongan tidak berfaedah.

Atau bisa juga, lewat buku atau artikel, dengan menyindir dan menjelek-jelekkan, bahkan menuduh yang bukan-bukan terhadap pribadi sesama muslim. Yang seperti ini banyak dijumpai dikoran-koran, terutama jika yang difitnah adalah para Ulama’ seperti  kasusnya Zaenuddin MZ!

Allah telah menyiapkan bagi yang suka bertingkah seperti ini ; siksa yang pedih di Akhirat ;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَمَّا عُرِجَ بِى مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِى أَعْرَاضِهِمْ

Rasul Saw berkata ; Ketika aku diangkat kelangit (Mi’raj) aku melewati kaum yang mempunyai kuku yang terbuat dari tembaga mencakar wajah dan dada mereka, maka aku berkata ; “siapakah orang-orang ini wahai Jibril?”. Jibril berkata ; “Orang-orang ini adalah yang memakan daging manusia (ghibah) dan menjerumuskan diri dalam kehormatan mereka” (HR. Abu Dawud)

Kelakuan seperti ini juga dapat menimbulkan perpecahan diantara kaum muslim, tepat seperti keinginan Syaithan dan para pengikutnya.

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (An-Nisa’ 27)

Jika demikian maka hendaklah tulisan yang anda tulis tak lepas dari dua perkara ;

1-Menolong Agama Allah yakni dengan menyampaikan, dan membela AgamaNya

Sesungguhnya setiap tindakan dan ucapan seorang mukmin itu rugi jika tidak berupa amal saleh dan wasiat dengan Al-Haq.

وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ahsr)

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.  (An-Nisa’ 144)

Ummu Habibah radhiallahu anha meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ كَلَامِ ابْنِ آدَمَ عَلَيْهِ لَا لَهُ إِلَّا أَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ أَوْ ذِكْرُ اللَّهِ تعالى

“Seluruh perkataan anak Adam atasnya (dicatat sebagai keburukan) dan bukan untuknya (dicatat sebagai kebaikan) kecuali amar ma’fur nahi munkar dan dzikir kepada Allah Ta’ala.” (Tirmidzi)

Menyampaikan Agama Allah bisa dengan menyampaikan ajaran-ajaran Islam, hukum-hukum fiqih, menyampaikan Al-quran maupun Hadist. Dan itu tidak harus berbentuk artikel, bisa juga dengan bentuk cerita-cerita yang mendidik. Yang seperti inilah yang justru lebih efektif menarik masyarakat. Bukankah Al-Quran juga berisikan banyak sekali cerita-cerita yang dapat diambil pelajaran?

Sedang membelanya adalah dengan menolak syubhat-syubhat yang mengerogoti Islam, menangkis pendapat-pendapat sesat yang terlontar dari mulut sumbing kaum liberal. Menangkis fitnah-fitnah yang ditiupkan oleh para pengikut Iblis, dari antek-antek kafir, anteknya antek kafir. La’natullah Alaihim.

Rasul Saw juga bersabda ;

من دل على خير فله مثل اجر فاعله

‘Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya’. (Muslim)

2-Menolong sesama muslim

Misalkan dengan mengarang tulisan-tulisan tentang tutorial komputer, membuat blog maupun web, tata cara memasak, service hp, dsb. Yang penting perkara-perkara itu termasuk perkara baik, bukan perkara munkar. Bahkan untuk hal ini, Allah Saw telah menganjurkannya ;

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Menulislah untuk menyampaikan Kebenaran (AL-HAQ)

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Al-Maidah 2)

Jika ada ada yang menganggap omongan saya ini tidak bener dan menganggap apa yang telah dia lakukan dengan karangannya yang mempromosikan kemaksiatan maupun menjelek-jelekkan sesama muslim bukanlah suatu dosa, maka bersiaplah mendekam dalam abadinya api Neraka ;

فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu berhenti melakukan, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu  dan urusannya (terserah) kepada Allah. Sedang orang yang kembali (melakukan) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah 275)

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Peringatan Bagi Yang Suka Menulis at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: