Buku Sesat ; Islam dan Radikalisme

June 1, 2011 § Leave a comment

Kemaren nemu buku aneh bin mencurigakan di meja, setelah kubuka ternyata benar, isinya ngawur dan menyesatkan, berisikan paham-paham sesat pluralisme dan liberal. Herannya, kata pengantarnya diisi oleh (mantan) ketua umum dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyyah. Buku ini dikarang oleh Rahimi Sabirin, diterbitkan oleh FUB (Forum Ukhuwwah Basyariyyah), ukurannya kecil dan berisi hanya 24 halaman saja. Yang menyedihkan bagi saya adalah adanya stempel NU cabang Jepara di salah satu halamannya.

Berikut pernyataan-pernyataan menyimpang yang terdapat di buku tsb. ;

1-Penafsiran ngawur ayat Rahmatal-lil-Alamin

“Islam adalah agama kasih sayang (Rahmatal lil’alamin). Islam berasal dari kata salama yang berarti selamat, aman, damai. Islam tidak memperkenankan kekerasan sebagai metode menyelesaikan masalah.” (Hal  9)

Islam memang agama yang mengajarkan kasih sayang, tapi dalam kasus tertentu Islam mengijinkan untuk menggunakan kekerasan dalam menegakkan kebenaran. Lebih lanjut, menggunakan ayat ;

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (Al-Anbiya’ 107)

Adalah sebuah kesalahan besar. Karena makna yang benar dari ayat tersebut adalah ; bahwasanya sebagai perwujudan dari sifat Rahmat Allah kepada bangsa manusia dan jin yang terjerumus dalam lembah kebodohan dan kesesatan, Allah mengutus seorang Rasul yakni Muhammad Saw. Jadi barang siapa mau menerima dan mengikuti Nabi maka ia telah menerima dan mendapatkan RahmatNya, dan barang siapa menolak mengikuti berarti ia menolak RahmatNya. Hal ini persis seperti yang telah Rasul utarakan ;

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : (كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى) . قالوا يا رسول الله ومن يأبى ؟ قال (من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى)

Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan”, para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, “Siapa yang taat kepadaku maka ia akan masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah enggan (untuk masuk surga).” (HR. Bukhari)

Surga adalah salah satu perwujudan Rahmat Allah.

Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini ; Allah Saw memberitahukan kepada kita bahwasanya ia menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat bagi Sekalian Alam (Manusia dan Jin); yakni Allah mengutusnya karena rahmat (sayang) kepada mereka semua. Jadi barang siapa menerima Rahmat ini dan mensyukurinya, maka ia akan beruntung di Dunia maupun Akhirat, dan barang siapa menolak dan mengingkarinya, maka ia rugi Dunia dan Akhirat. Senada ini adalah apa yang diucapkan oleh Sa’dy, Ibn Abdissalam.

Jadi tidak mungkin orang kafir mendapat Rahmat karena Allah telah mencanangkan laknat bagi mereka ;

فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang  kafir. (Al-Baqarah 89)

Adapun pendapat Ibn Abbas yang menyatakan bahwa orang kafir mendapat Rahmat sebab diutusnya Nabi Muhammad dengan tidak diadzabnya mereka didunia, maka yang dimaksud sesungguhnya bukan Rahmat akan tetapi Nikmat semata, yang justru dapat menambah dosa mereka ;

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali Imron 178)

Bagaimana mungkin dapat dikatakan Rahmat jika justru menambah banyak dosa??

Karena itu Abi Dardak berkata ;

ما من مؤمن إلا والموت خير له، وما من كافر إلا والموت خير له، ومن لم يصدقني فإن الله يقول: { وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلأبْرَارِ } ويقول: { وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لأنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ }

Tidak ada seorang mukmin kecuali kematian lebih baik baginya, dan tidak ada seorang kafir kecuali kematian lebih baik baginya. Dan barang siapa tidak mempercayaiku, maka sesungguhnya Allah berfirman ; Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (Ali Imron 198). Dan ia berfirman ; Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali Imron 178)

Jika anggapan larangan bersikap keras dalam bentuk apapun itu memang benar, lalu dimanakah firman Allah;

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (Al-Fath 29)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (At-Tahrim 9)

Tujuan sejati ajaran kasih sayang model seperti ini adalah ingin melenyapkan agama Islam. Yakni dengan melenyapkan dua buah tiang yang menyokong berdirinya agama Islam, yaitu Amar Makruf Nahi Munkar, dan Jihad fisabilillah. Dengan digembarkan gemborkannya ide kasih sayang versi ini, mereka berharap agar tak ada lagi jihad dan dibiarkannya perbuatan maksiat. Fa hasbuna-Allah wa ni’mal Wakiil.

2-Penyelewengan makna lima Maqashid (tujuan) Syariah

“Syariat Islam duturunkan kepada manusia untuk menjaga lima fondasi kehidupan (Maqashid as-Syar’iyyah) yaitu ; 1-Untuk Melindungikeselamatan fisik atau jiwa manusia dari tindakan kekerasan diluar ketentuan hukum (Hifz an-Nafs, 2-Melindungi keyakinan atas suatu agama (Hifz ad-Dien), 3-Menjaga kelansungan hidup dengan Melindungi keturunan atau keluarga (Hifz an-Nasl), 4-Melindungi hak milik pribadi atau harta benda (Hifz al-Mal), dan 5- Melindungi kebebasan berfikir (Hifz al-Aql).” (Hal 11)

Padahal makna sesungguhnya yang sesuai dengan bahasa Arab adalah ; 1-Melindungi jiwa/raga (hifz an-nafs), 2- Melindungi agama (hifz ad-diin), 3-Melindungi keturunan (hifz an-nasl), 4- Melindungi harta (hifz al-maal), 5-Melindungi akal (hifz al-‘aql).

Perhatikan bagaimana ia merubah makna “Melindungi agama” menjadi “Melindungi keyakinan atas suatu agama.” Tentu saja ia mengubahnya karena kalau dimaknai dengan benar justru malah menjadi bumerang baginya, karena menjaga agama berarti menjaga aqidah dan ajaran Islam dari penyelewengan dan kesesatan. Karena itu liberalisme, pluralisme, sekulerisme dilarang oleh Islam. Begitu juga ia mengubah “Melindungi akal” yang berarti melindungi dari hal-hal yang dapat merusak dan menghilangkan pikiran menjadi  “Melindungi kebebasan berfikir”, guna melegitimasi pemikiran-pemikirannya yang bebas blablas dan ngawur.

Merestui kekufuran??

Dalam penggunaan kata “Manusia” juga menunjukkan kalau ia sama sekali tidak membedakan antara muslim dan kafir, padahal darah dan harta orang kafir itu tidak terjaga sebelum ia masuk Islam. Rasul Saw bersabda ;

عن ابن عمر أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام وحسابهم على الله

Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah, mendirikan shalat,menunaikan zakat, mak jika mereka telah melakukanya mereka telah menjaga darah dan harta mereka kecuali dg hak Islam sedang perhitunganya atas allah. (HR. Bukhari)

4-Menyatakan bahwa bertakwa tidak harus menjadi muslim

Ia mengatakan ini, dalam menafsiri firman Allah ;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 43/13)

Ia berkata ; “Takwa pada hakikatnya tidak mempunyai keterkaitan secara langsung dengan agama formal. Siapapun orangnya, apapun agamanya, suku, warna kulit dan jenis kelaminnya, berhak menyandang predikat sebagai orang yang bertakwa, selama ia mempunyai komitmen untuk selalu berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi manusia lain.” (Hal 15)

Sungguh ini adalah kebohongan besar terhadap Allah!! Karena Allah telah menyatakan bahwa takwa adalah dengan Iman, shalat, zakat, jihad, dsb. ;

ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من آمن بالله واليوم الآخر والملآئكة والكتاب والنبيين وآتى المال على حبه ذوي القربى واليتامى والمساكين وابن السبيل والسآئلين وفي الرقاب وأقام الصلاة وآتى الزكاة والموفون بعهدهم إذا عاهدوا والصابرين في البأساء والضراء وحين البأس أولئك الذين صدقوا وأولئك هم المتقون

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. (QS 2/177)

Lebih lanjut Allah menafikan adanya takwa dari orang kafir ;

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. (QS 73/13)

Entah dari mana dan dengan tendensi apa ia berkata seperti itu!?

5-Menyatakan bahwa Islam adalah agama kebebasan

“Islam sangat menjunjung tinggi kebebasan baik itu kebebasan bergama maupun kebebasan sosial politik”, ia melanjutkan ; “Terkait kebebasan bergama Al-Quran mengaskan ;

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS 2/256)”

Entah darimana muncul omongan seperti ini, kalau memang bebas kenapa Allah melarang ini-itu, dan yang paling penting melarang kafir, melarang mati kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam.

Dan jika memang benar makna ayat ;

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) (QS 2/256)

Adalah tidak diperkenankannya paksaan apapun dalam masuk Islam, lalu kenapa Rasul Saw bersabda ;

أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام وحسابهم على الله

Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah, mendirikan shalat,menunaikan zakat, mak jika mereka telah melakukanya mereka telah menjaga darah dan harta mereka kecuali dg hak Islam sedang perhitunganya atas allah. (HR. Bukhari)

Karena itu sebagian Ulama’ Salaf menyatakan bahwa ayat ini dinaskh (hapus), namun tidak keseluruhan tapi sebagian pemahaman yang muncul dari ayat ini.

Dalam menafsiri ayat ini Ibn Katsir berkata ;

“Janganlah kamu paksa seorang pun untuk masuk dalam agama Islam, karena ia adalah agama yang jelas dan terang petunjuk dan bukti-buktinya yang tidak membutuhkan pemaksaan seseorang agar masuk didalamnya, tetapi orang yang Allah beri hidayah pada Islam, melapangkan dadanya dan mata hatinya maka ia masuk kedalamnya dengan bayyinah (hujjah dan bukti kebenaran Islam). Sedang orang yang Allah butakan hatinya dan menutup pendengaran dan penglihatannya, maka sesungguhnya tidak ada faedahnya bagi dia masuk kedalam Islam secara terpaksa.”

Maka dari itulah, ketika setelah diperangi agar masuk kepada agama Islam orang kafir kalah, maka mereka dikenakan Jizyah (pajak) dan tidak dipaksa masuk kedalam Islam.

6-Menyatakan bahwa semua agama mempunyai “Syari’at” yang berasal dari Allah

"Kyai, apa benar semua agama mempunyai syari'at?", "Ya karena tuhan hendak menguji kita".

“Bagaimanapun, seperti telah difirmankan Allah, semua agama memiliki syari’at dan minhaj yang berasal dari Tuhan.” (Hal 21)

Firman yang dimaksud adalah ;

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. (QS 5/48)

Padahal yang dimaksud tiap-tiap umat bukanlah antara umat Islam sekarang denganYahudi, kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dsb, tapi antara umat Muhammad dan umat-umat sebelum Nabi Muhammad. (lihat note terjemahan Depag)

Ibn Katsir berkata ; ….Kemudian ini adalah kabar dari Allah tentang umat-umat yang berbeda-beda jaran agama dengan memandang apa yang Allah utus para Rasul denganya berupa syari’at-syari’at yang berbeda dalam hukum-hukum akan tetapi sama dalam hal tauhid.

Beliau melanjutkan ; Adapun Syari’at maka berbeda-beda dalam perintah-perintah dan larangan-larangan, terkadang suatu perkara dalam suatu syariat diharamkan, kemudian dihalalkan dalam syariat lain, dan sebaliknya. Kemudian adakalanya suatu perjara itu ringan kemudian ditambah berat pada syariat ini dan tidak yang lain, yang demikian dikarenakan adanya hikmah yang tinggi dan hujjah yang dalam disisiNya.

Jika memang makna ayat diatas adalah seperti yg ia utarakan, bahwa tatacara peribadatan orang kafir, musyrikin, yahudi, kristen, budha itu dari Allah lalu mengapa mereka dijanjikan masuk neraka? Rasul Saw bersabda ;

والذي نفس محمد بيده! لا يسمع بي أحدٌ من هذه الأمَّة يهودي ولا نصراني، ثم يموت ولم يؤمن بالذي أُرسلت به إلاَّ كان من أصحاب النار

Demi dzat yg jiwa muhammad berada dalam genggamannya, tidak mendengar seorang pun padaku dari umat ini, entah yahudi maupun nasrani, kemudian mati dan tidak beriman dg apa yg aku diutus dengannya kecuali termasuk penghuni neraka. (HR. Muslim)

Melecehkan syari'at poligami

Kalaupun syari’at-syari’at itu masih ada, maka syari’at-syari’at itu telah dihapus dengan syari’atnya Nabi Agung Muhammad Saw. Itu karena Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia, maka syari’at yang dibawanya berlaku untuk seluruh mereka dan menghapus seluruh syari’at-syari’at sebelumnya.

Dalam buku ini juga terdapat banya animasi kartun yang menyesatkan dan melecehkan Islam, jadi bagi yang punya buku ini mending dibakar saja, jangan dibuang karena sampulnya ada tulisan bismillah-nya. Sekian. Wallahu A’lam.

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Buku Sesat ; Islam dan Radikalisme at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: