Anjuran melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Ancaman Meninggalkannya

August 1, 2011 § Leave a comment

(Sudah lama gak ngepost… Well daripada nunggu karanganku gak jadi-jadi mending aku potongkan sedikit…)

Allah berfirman ;

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ،  وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (Ali Imron 104-105)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar. (At-Taubah 71)

Imam Ghazali berkata ;

“Saya memahami dari ayat ini bahwa barang siapa yang meninggalkan keduanya (Amar Ma’ruf Nahi Munkar) telah keluar dari golongan Mukminin.”

Rasul Saw bersabda ;

من رأى منكم منكراً فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان

Barang siapa diantara kalian melihat perkara munkar, hendaklah merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya; dan itulah selemah-lemah keimanan.” (HR Muslim)

Ibnu Al-Hajj Al-Maliky dalam kitab Al-Madkhal berkata ;

قَدْ أَخْبَرَ أَنَّ التَّغْيِيرَ بِالْقَلْبِ هُوَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ ، وَالتَّغْيِيرُ قَدْ عُدِمَ فِي الْغَالِبِ لِاسْتِئْنَاسِ النُّفُوسِ بِمَا يُشَاهَدُ مِنْ تِلْكَ الْأَشْيَاءِ فَذَهَبَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ ، وَإِذَا عُدِمَ أَضْعَفُهُ فَمَاذَا يُرْجَى أَنْ يَبْقَى بَعْدَ عَدَمِ هَذَا الْأَضْعَفِ أَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى السَّلَامَةَ بِمُحَمَّدٍ

“Nabi telah memberitahukan bahwa merubah dengan hati (yakni dengan benci) adalah selemah-lemahnya iman, sedang Taghyir, biasanya kerap hilang ketika hati telah menganggap biasa terhadap adanya perkara munkar tersebut, (jika demikian) maka hilanglah selemah-lemahnya iman, dan jika selemah-lemahny iman telah hilang, maka apakah yang bisa diharapkan selepas hilangnya iman yang lemah ini??!! Aku meminta Allah keselamatan atas nama Muhammad!

Jawaban pertanyaan Ibnu Al-Hajj Al-Maliky, ternyata terdapat pada hadist Nabi ;

ما من نبي بعثه الله في أمة قبلي إلا كان له من أمته حواريون وأصحاب يأخذون بسنته ويقتدون بأمره ثم إنها تخلف من بعدهم خلوف يقولون ما لا يفعلون ويفعلون ما لا يؤمرون فمن جاهدهم بيده فهو مؤمن ومن جاهدهم بلسانه فهو مؤمن ومن جاهدهم بقلبه فهو مؤمن وليس من وراء ذلك من الإيمان حبة خردل

“Tidak ada seorang Nabi pun yang Allah utus di tengah-tengah umatnya sebelumku kecuali terdapat di kalangan ummatnya kaum hawariyun (para pengikut yang setia) dan para sahabat yang mengikuti sunnahnya dan mentaati perintahnya. Kemudian akan muncul setelah mereka generasi yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad menghadapi mereka dengan tanganya maka dialah Mukmin. Dan barangsiapa yang berjihad melawan mereka dengan hartanya maka dialah mukmin, dan siapa saja yang berjihad melawan mereka dengan hatinya maka dialah mukmin. Dan tidak ada pada yang selain itu keimanan seberat biji sawi.” [HR. Muslim]

Yakni orang yang tidak ingkar dengan hatinya, imannya tidak lebih berat dari biji sawi (teramat kecil).

Rasul Saw juga bersabda ;

إنَّ النَّاسَ أَوْ الْقَوْمَ إذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ عَمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ

“Sesungguhnya manusia atau kaum jika melihat kemunkaran kemudian tidak merubahnya maka Allah kan meratakan mereka dengan siksa. (HR. Abu Dawud)

إن الله لا يعذب العامة بعمل الخاصة ، حتى يروا المنكر بين ظهرانيهم وهم قادرون على أن ينكروه ، فلا ينكروه فإذا فعلوا ذلك عذب الله العامة والخاصة

Sesungguhnya Allah tidak akan seluruh (kaum) akibat perbuatan orang tertentu, sehingga mereka melihat kemunkaran diantara mereka sedang mereka kuasa untuk menginkarinya, lalu mereka tidak menginkarinya. Maka jika mereka melakukan itu Allah akan mengadzab keseluruhan dan orang tertentu (tsb). (HR. Ahmad)

Adapun orang yang ingkar terhadap kemunkaran, akan diselamatkan oleh Allah ketika Allah menurunkan siksanya ;

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Al-A’raf 165)

Wallahu A’lam…

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Anjuran melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Ancaman Meninggalkannya at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: