Perilaku Ahli Kitab yang Ditiru Umat Islam Part 1

August 11, 2011 § Leave a comment

Termasuk mu’jizat Al-Quran adalah kesesuaiannya untuk diterapkan sepanjang zaman. Dan termasuk yang Allah kisahkan dalam kitabnya adalah perilaku-perilaku Ahli kitab dahulu, dan ingatlah ketika Nabi Saw bersabda ;

لتتبعن سنن الذين من قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا في جحر ضب لاتبعتموهم قلنا يا رسول الله آليهود والنصارى ؟ قال فمن ؟

“Sesunguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereke masuk lubang Dhab (sejenis kadal) niscaya akan kalian ikuti, para Sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah (maksudmu) orang-orang Yahudi dan Nasrani?’  (jawab Rasulullah), ‘Siapa lagi.’” (HR. Bukhari & Muslim).

Dari itu saya akan menyebutkan perilaku-perilaku mereka yang telah diikuti kaum muslimin untuk dijadikan peringatan dan pelajaran.

1-Saling Bertikai dan Berpecah Belah

Allah berfirman ;

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan diantara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (Al-Maidah 14)

وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitabkecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali Imron 19)

Rasul Saw bersabda ;

أنَّ رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال : «تَفَّرَّقَتِ اليهودُ على إحدى وسبعين فِرْقَة، أو اثنتين وسبعين، والنصارى مثل ذلك، وستفترق أُمَّتي على ثلاث وسبعين فرقة »

“Kaum yahudi telah terpecah menjadi 71 atau 72 golongan. Dan kau nashroni telah terpecah seperti itu pula. Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Ibnu Taimiyyah berkata ;

فظهر أن سبب الاجتماع والألفة جمع الدين، والعمل به كله، وهو عبادة الله وحده لا شريك له، كما أمر به باطنا، وظاهرا وسبب الفرقة ترك حظ مما أمر العبد به، والبغي بينهم.
Maka jelaslah bahwa penyebab persatuan dan kasih sayang adalah melasanakan agama dengan konkrit dan mengamalkan secara keseluruhan, yaitu menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya seperti yang Ia perintahkan secara lahir dan batin, dan penyebab perpecahan adalah meninggalkan sebagian yang Allah perintahkan kepada hambanya, dan saling dengki diantara mereka.

Termasuk yang membuat umat Islam semakin terpecah-pecah adalah paham Demokrasi, Konsep trias politika, dengan partai politik sebagai anggota parlemen telah menyebabkan perpecahan yang sangat diantara kaum muslimin. Intrik politik, saling hujat, saling tuduh, saling memfitnah, mencaci maki, adalah hal biasa dalam iklim Demokrasi. Lebih buruk lagi jika perpecahan itu merambat ke bawah dimana hal itu mengkibatkan terjadinya bentrokan, kerusuhan yang tak jarang merenggut korban jiwa.

Hal ini tepat seperti keinginan terlaknat Zionis Yahudi ;

Theodor Hezl

Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘Demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya.Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan di
alam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.
(protokol Zionisme buatan Theodor Hezl)

Kaum Mukmin Sepatutnya Bersatu

Umat Islam hendaknya bersatu menepikan segala perbedaan, berupa suku, bangsa (Nasionalisme), nasab, pangkat, dsb. Adanya rasa dengki diantara sesama kita menunjukkan kurangnya iman kita. Itu karena Allah berfirman ;

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Maryam 96)

Rasulullah Saw bersabda,

مثل المؤمنين في توادِّهم وتراحُمِهم، كمثل الجسدِ الواحدِ، إذا اشتكى منه عضوٌ، تداعى له سائرُ الأعضاء بالسهر والحمى

“Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا

“Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).

Jadi bisa dibilang mereka yang dihatinya terdapat kebencian terhadap sesama mukmin, berarti masih terdapat sifat nifaq dalam hatinya.

2-Menjadikan para pemimpin sebagai “Tuhan”

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah 31)

Yakni dengan mentaati, dan mendukung tindak tanduk mereka walaupun berlawanan dengan apa yang Allah perintahkan.

Sahabat ‘Ady bin Hatim berkata pada Rasulullah dalam hadist yg diriwayatkan Imam Ahmad dan Tirmidzi :

إنهم لم يعبدوهم

Sesungguhnya mereka tidak menyembah ulama’dan rahib-rahib mereka.

Nabi pun menjawab

”بلى، إنهم حرموا عليهم الحلال، وأحلوا لهم الحرام، فاتبعوهم، فذلك عبادتهم إياهم”

Akan tetapi tidak, sesungguhnya, mereka mengharamkan kepada Ahli kitab perkara halal dan menghalalkan bagi mereka perkara haram, kemudian ahli kitab itu mengikuti mereka, itulah penyembahan Ahli kitab kepada mereka.

Beginilah kenyatan yang terlihat dari kaum Rawafidl, bagaimana mereka menjadikan Imam-imam melebihi para Nabi, dan mentaatinya melebihi taat kepada Allah. Dapat juga kita lihat di Indonesia,  bagaimana kaum muslimin mendukung dan mentaati para pemimpin sesat, seperti Abdurrahman Wahid, menganggap omongannya seperti sabda suci dari langit yang wajib diamini dan ikuti walau menentang perintah Allah. Sungguh ini adalah Syirik Akbar!! Semoga Allah melindungi kita darinya…

Syaikh Najih Maimoen (putra KH. Maimoen Zubair dan juga salah satu murid kesayangan Sayyid Muhaamad Alawi) berkata ;

“Saya, dikarenakan berbahayanya perkara takfir, tidak berani mengkafirkan para pengikut setia laki-laki ini (Abdurrahman Wahid), dikarenakan mereka adakalanya tertipu “buta huruf, tidak mengetahui Kitab, kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga” (Al-Baqarah 78), adakalanya terpaksa, atau terkena sihir (pelet, dsb).

Tetapi saya teramat sangat kecewa atas besarnya sikap fanatik mereka terhadapnya, sehingga seolah-olah mereka menganggapnya Wali besar atau Nabi baru padahal ia tunduk dan taat pada dukun  dan para tukang sihir, memusuhi syari’at Islam…..dst.”

Kemudian beliau berkata ;

“Maka saya kawatir dengan saudara kita yang bersikap fanatik padanya, kalau-kalau mereka menjadi serupa dengan Ahli Kitab, dan Ekstrimis Syi’ah yang menjadikan orang-orang alimnya rahib-rahib, serta Imam-Imam mereka sebagai tuhan selain Allah.”

Termasuk dalam hal ini adalah lebih mentaati undang-undang yang dibuat DPR daripada undang-undang yang dibuat Allah. Allah berfirman ;

وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (Al-An’am 121)

Ibnu katsir berkata:

أي: حيث عدلتم عن أمر الله لكم وشرعه إلى قول غيره، فقدمتم عليه غيره فهذا هو الشرك،

Yakni : sekiranya kalian berpindah dari perintah Allah yg allah perintahkan padamu, dan dari syariatnya, kepada ucapan selainNya, dan kalian mendahulukan  yg selain Allah atas Allah, maka hal ini adalah syirik.

Begitu juga lebih menuruti presiden, menteri, gubernur, kapolri, bupati, bahkan kyai atau siapapun jika ia lebih mengunggulkannya daripada perintah Allah, misalnya ; sekiranya Allah melarang homoseks akan tetapi mereka melegalkannya, dan ia lebih menyetujui, mengamini, dan mengimani mereka ketimbang perintah Allah maka ini adalah Syirik Akbar dimana pelakunya kelak abadi di Neraka selama-lamanya walaupun ia sama sekali tidak menganggap mereka sebagai tuhan.

Akibat mentaati pemimpin-pemimpin sesat

Allah telah menceritakan kepada kita dalam kitabNya, apa yang terjadi pada hari Kiamat nanti akibat mentaati para pemimpin sesat;

إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا، خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا، يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا، وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا، رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”  

Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.” (Al-Ahzab 65-68)

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَا أَرِنَا اللَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ

Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.” (Fushshilat 29)

وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ، إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ، وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itumengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (AL-Baqarah 165-168)

Yang ada adalah saling menyalahkan, saling lempar, saling laknat, penyesalan yang sangat dan adzab Allah yang sangat dahsat.

3-Mengamalkan sebagian dan meninggalkan sebagian isi Al-Quran

ثُمَّ أَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah 85)

Lihatlah bagaimana kaum muslimin membuang agama dibelakang punggung mereka seolah mereka tidak mengetahui sebelumnya…!! Mereka (terutama pengikut sekulerisme)menolak Al-Quran seperti halnya kaum Yahudi, dan Nashrani menolak taurat dam Injil. Padahal Allah berfriman ;

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah 44)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab 36)

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Tuhanmu, mereka tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa’ 65)

Padahal sekulerisme berasal dari Barat dari orang-orang kafir yang menganggap agama mereka sebagai biang kemunduran dan kebodohan. Itu memang benar, tapi mereka memaksakannya kepada kaum muslimin dengan alasan yang sama; bahwa agama Islam adalah biang kemunduran dan ketertinggalan kaum muslimin dari bangsa barat. Padahal kaum muslimin tertinggal adalah karena salah kaum muslimin sendiri yang mulai meninggalkan ajaran Islam sebenarnya. Sehingga ketika kaum muslimin menuruti mereka justru kaum muslimin akan semakin hancur; hancur di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (Al-Mujadalah 20)

Rasul Saw bersabda;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذُّلُّ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat hingga hanya Allah semata lah yang disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku; dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa saja yang menyelisihi perkaraku. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Ahmad)

Sahabat Umar berkata :

نحن قوم اعزنا الله بالاسلام فاذاابتغينا العزة بغيره اذلنا الله

Kami adalah kaum yang Allah mulyakan dengan Islam, maka jika kami mencari kemulyaan dengan selain Islam Allah akan menghinakan kita

Maka wajib untuk taat sepenuhnya kepada Allah dan Rasul supaya termasuk golongan orang-orang yang beruntung baik dunia maupun akhirat.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An-Nur 51)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An-Nisa’ 69)

Sekulerisme adalah kufur, Asy-Syahid Syeikh Abdul Qadir Audah berkata;

As-Syahid Abdul Qadir Audah (Hakim yang Syahid: 1324-1374 hijrah/ 1906-1954)

Dianggap keluar dari Islam; keluarnya ucapan kufur dari seseorang atau dapat menyebabkan kufur, seperti mengingkari Rububiyyah Allah, menganggap tidak adanya tuhan, atau mengingkari keesaan Allah dengan menganggap adanya sekutu baginya, atau mengucapkan bahwasanya Allah mempunyai istri maupun anak, mengaku sebagai Nabi, atau membenarkan orang yang mengaku Nabi, mengingkari Nabi, Malaikat, atau salah satunya, mengingkari Quran, atau sebagian darinya, mengingkari kebangkitan, mengingkari Islam, Syahadat, atau mengcanangkan lepasnya ia dari Islam, atau mengucapkan bahwasany a syari’ah tidak datang mengatur hubungan infividu dan golongan, hakim dan orang yang dihukumi, dan (mengatakan) sesungguhnya hukum-hukum Syari’ah tidak wajib dilaksanakan pada setiap masa dan atas setiap masalah, atau mengucapkan bahwa hukum Sya’riah sebagian maupun keseluruhan bukanlah hukum yang berlaku selamanya, dan bahwa sebagian maupun keseluruhan terikat dengan suatu zaman tertentu, atau mengatakan bahwa hukum-hukum sya’riat tidak layak untuk zaman modern, dan bahwa selain syari’ah ; berupa aturan-aturan buatan lebih baik darinya.

Selanjutnya beliau membahas tentang I’tikad (keyakinan) yang menyebabkan kufur ;

……begitu juga keyakinan bahwa syari’at tidak layak diterapkan pada masa sekarang, atau keyakinan bahwasanya penerapan sya’riat adalah penyebab ketertinggalan kaum Muslimin dan kemunduran mereka, atau meyakini bahwa tidak patut bagi seorang muslim kecuali lepas dari hukum Syari’at dan mengambil hukum-hukum buatan manusia.”

Bersambung….. Insya-Allah…

Bagian selanjutnya

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perilaku Ahli Kitab yang Ditiru Umat Islam Part 1 at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: