Perilaku Ahli Kitab yang Ditiru Umat Islam Part 3

August 20, 2011 § Leave a comment

Bagian sebelumnya

7-Meninggalkan Jihad

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?”. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 246)

Bahkan yang demikian ternyata telah terjadi pada masa Rasulullah ;

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka“Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun. (An-Nisa’ 77)

Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Jihad di jalan Allah adalah dua perkara yang menyangga berdirinya agama Islam. Jihad melindungi dari kerusakan dari luar (orang kafir) sedang Amar Ma’ruf Nahi Munkar melindungi kerusakan Islam dari dalam. Keduanya jika ditinggalkan akan menimbulkan adzab dari Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ،  إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (At-Taubah 37-38)

Rasul Saw bersabda ;

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ, وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ اَلْبَقَرِ, وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ, وَتَرَكْتُمْ اَلْجِهَادَ, سَلَّطَ اَللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

”Apabila kalian telah melakukan transaksi jual beli dengan cara `inah (riba), kalian memegang ekor sapi, kalian puas dengan sawah ladang, dan kalian telah meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan. Dia tidak akan mencabutnya dari kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian. (HR. Abu Dawud)

Inilah yang terjadi sekarang, umat Islam ditimpa kehinaan yang sangat dari musuh-musuh Islam. Mereka merampas harta, tanah, jiwa dan merusak kehormatan kaum Muslimin. Akan tetapi orang-orang yang dibutakan mata hatinya justru berkata ; “Islam melarang kekerasan dalam bentuk apapun” untuk membatalkan kewajiban jihad. Yang demikian terlontar jelas dari antek-antek zionis, semacam Ahmadiyah, JIL, dan para pengikutnya. Padahal Allah tidak akan mencabut kehinaan itu kecuali kita kembali kepada agama kita yakni dengan melaksanakan jihad.

Kewajiban jihad dimasa sekarang

Jihad akan terus ada sampai hari Kiamat, sampai terbunuhnya Dajjal. Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda ;

لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين على من ناوأهم حتى يقاتل آخرهم المسيح الدجال

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran dengan mendapatkan pertolongan Alah dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka, hingga orang yang akhir dari mereka memerangi Dajjal.” (HR Ahmad)

Jihad ada yang fardlu Ain dan ada yang fardlu kifayah. Jihad fardlu kifayah adalah jihad yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam. Allah berfirman ;

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (Al-Anfal 39)

Nabi bersaba ;

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah.

Akan tetapi disebabkan tidak adanya Imam A’dzhom (Khalifah) yang merupakan pengganti tugas Rasul, maka terbengkalailah jihad yang fardlu kifayah, bahkan tidak hanya itu, terbengkalai pula hukum-hukum Allah Swt.

Jihad menjadi fardlu Ain jika ;

1-Ketika dua pasukan; Muslim dan Kafir telah berhadapan, maka haram bagi kaum muslim untuk berpaling dari medan perang.

2-Ketika kaum kafir menduduki daerah kaum Muslimin, maka kau muslimin wajib berperang mengusir mereka.

3-Ketika imam memerintahkan suatu kaum untuk pergi berperang.

Khusus untuk poin kedua, Ulama’ berkata ; ketika penduduk yang daerahnya diduduki kaum kaum kafir tidak mampu melawan maka wajib bagi penduduk sekitar daerah itu untuk memberikan pertolongan. Jika penduduk sekitar daerah itu juga tidak mampu maka penduduk sekitarnya lagi, begitu seterusnya….. sehingga dikatakan bahwa kewajiban jihad telah menjadi fardlu ‘Ain bagi setiap muslim di seluruh dunia.  Intinya adalah bagaimana kaum kafir dapat diusir dari daerah kaum muslimin. Hal ini karena firman Allah;

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Anfal 72)

Kemudian Allah melanjutkan sembari memberikan ancaman ;

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

inilah sebagian fitnah yang menimpa kaum muslimin

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Al-Anfal 72)

Yakni jika kaum muslimin satu sama lain tidak mau saling melindungi, saling menguatkan, saling tolong-menolong, maka akan terjadi fitnah berupa penindasan, kedzaliman terhadap kaum muslimin, terhalangnya manusia dari Shirathal Mustaqim; jalan lurus menyembah Allah. Terbukti sekarang, dari ujung timur sampai barat akan dijumpai umat Islam ditindas, dihalang-halangi dari menjalankan syari’at. Dan fitnah ini tidak akan hilang sampai umat Islam kembali kepada Jihad.

6-Bermuwalah (Tawalli) dengan Orang-orang Kafir

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir.  Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (Al-Maidah 80)               

Kenyataanya, hampir tidak ada negara yang penduduknya muslim di dunia, dari timur sampai barat kecuali setia di bawah kaki Amerika. Tidak terkecuali Indonesia ; Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berkata ‘’I love the United State, with all its faults. I consider it my second country” (Saya mencintai Amerika dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya sebagai negeri kedua saya).

Padahal seperti halnya Allah telah menafikan iman dari ahli kitab yang bermuwalah dengan orang kafir, begitu pula Allah menafikan Iman dari kaum muslim tapi bermuwalah dengan mereka.

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (Al-Maidah 81)

Sedang untuk umat Islam Allah berfirman ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Maidah 51)

Lihatlah bagaimana Allah menyatakan “Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka”,  itulah sebabnya para Ulama’ sepakat bahwa orang yang bermuwalah dengan orang kafir dihukumi murtad.

Yang dimaksud muwalah disini adalah saling tolong-menolong, saling menguatkan antara muslim dan kafir untuk melawan kaum muslimin. Jadi barang siapa bergabung dengan orang kafir -seperti kaum salib Amerika dengan slogan peran melawan terorisme-  untuk memerangi kaum muslimin dengan terlibat langsung atau memberikan bantuan, berupa pangkalan militer, senjata, uang, minyak, atau sekedar informasi maka ia telah keluar dari Islam.

Contoh nyata adalah sikap Sahabat Umar terhadap Hathib (Sahabat Ahli Badr) ketika ia mengirim surat kepada Quraisy memberitahukan rencana Rasul Saw menyerang Makkah. Ia berkata ; “Wahai Rasulullah! Biarkan Aku memenggal kepalanya karena ia telah munafiq!”, Sahabat Umar menghukuminya murtad dan hendak memenggal kepalanya, akan tetapi Rasul mencegahnya, dan menerima alasan Sahabat Hathib mengirim surat kepada Quraisy. Walau begitu Rasul sama sekali tidak menyalahkan sikap Sahabat Umar, padahal menuduh seorang muslim sebagai kafir termasuk dosa besar.

Bagaimana mungkin seorang yang mengaku Iman kepada Allah dan RasulNya tetapi  menjadi teman orang-orang yang menjadi musuh Allah dan RasulNya??? Bukankah ini suatu sikap yang berlawanan?? Allah berfirman ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia. Kamu curahkan pada mereka rasa kasih sayang padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.(Al=Mumntahanah 1)

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (Al-Mujadalah 22)

8-Memakan Riba dan harta orang lain dengan bathil

وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, kedzaliman dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (Al-Maidah 62)

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (An-Nisa’ 161)

Inilah yang kita saksikan sekarang. Tidak ada uang yang berputar di kantong kaum muslimin kecuali telah tersentuh riba. Tentu saja karena yang mengeluarkan uang tersebut adalah sebuah Bank. Lebih menyedihkan lagi ternyata sebagian orang-orang yang mengaku berilmu menghalalkannya dengan alasan untuk kemajuan ekonomi, adalagi yang coba mengkilah-kilahnya dengan nadzar. Fala haula wala quwwata illa billah….

Yusuf Al-Qardhawi

Padahal semua ulama sepakat, bahwa riba merupakan dosa besar yang wajib dihindari dari muamalah setiap muslim. Bahkan Sheikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Bunga Bank Haram mengatakan, bahwa tidak pernah Allah SWT mengharamkan sesuatu sedahsyat Allah SWT mengharamkan riba. Seorang muslim yang hanif akan merasakan jantungnya seolah akan copot manakala membaca taujih rabbani mengenai pengharaman riba (dalam QS. 2 : 275 – 281). Hal ini karena begitu buruknya amaliyah riba dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Begitu juga yang terjadi di Indonesia berupa mewabahnya korupsi di semua tingkat birokrasi. Maraknya suap, sehingga sebuah keputusan dari hakim tiba-tiba berubah 180 derajat ketika diajukan kasasi. Hampir disetiap proyek, terdapat kongkalikong dengan para pengusaha, yang menyebabkan rendahnya kualitas bangunan sehingga membahayakan masyarakat. Bahkan ada juga yang ketika membangun proyek, dibangunkah dengan kualitas rendah agar cepat rusak sehingga ada proyek lagi. Ketika pemilu, praktek money politik adalah suatu hal yang lumrah dilakukan. Bahkan masyarakatlah yang menuntut adanya money politik. Mungkin karena sudah putus harapan akan adanya pimpinan yang adil, sehingga sama sama ancur mending pilih yang ngasih uang… begitu mungkin pikir mereka…

Ancaman melakukan transaksi riba dan memakan harta dengan batil

Orang yang menghalalkan riba, dengan menganggapnya sama dengan jual beli adalah kafir dan berhak untuk menetap didalam neraka selama-lamanya dengan Nash Al-Qur’an ;

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ، يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Orang-orang yang makan (mengambil) ribatidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat teramat kafir, dan selalu berbuat dosa. (Al-Baqarah 275-276)

Selain itu orang yang melakukan riba berhak untuk diperangi dengan senjata karena Allah dan RasulNya telah mencanangkan perang terhadap mereka ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.  (Al-Baqarah 278-279)

Ibnu Abbas berkata mengenai ayat diatas ;

فمن كان مقيمًا على الربا لا ينزع عنه فحق على إمام المسلمين أن يستتيبه، فإن نزع وإلا ضرب عنقه.

Barang siapa melaksanakan riba dan tidak mau berhenti darinya, maka wajib atas Imam kaum muslimin untuk memintanya bertaubat, kalau ia berhenti (maka selesailah), jika tidak maka dipenggal lehernya.

Allah berfirman;

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (Al-Maidah 33)

Tidak ada keraguan jika riba menyebabkan kerusakan yang sangat dalam masyarakat, jadi dengan begitu mereka telah melakukan dua perkara yang disebutkan dalam ayat diatas; perang terhadap Allah dan RasulNya dan membuat kerusakan di bumi. Maka, seorang Imam boleh memperlakukan para pelaku riba dengan dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki secara silang maupun diasingkan tergantung kemaslahatan menurut Imam. Yang demikian adalah sebagian pendapat Ulama’.

Rasul Saw bersabda;

لعن رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah Saw melaknat orang yg memakan riba memberi riba juru tulis dan dua saksinya. Beliau mengatakan: ‘Mereka itu sama’.” (HR. Muslim)

Sayyid Muhammad Al-Maliki

Sayyid Muhammad Al-Maliki berkata; Riba hukumnya haram dan termasuk dosa paling besar, dan tidak pernah sekalipun dihalalkan dalam syari’at. Tidak dicanangkan peperangan terhadap pelaku maksiat dalam kitabnya kecuali terhadap pemakan riba seperti halnya menyakiti kekasih Allah, karena sesungguhnya telah sah hadist mengenai itu (pengumuman perang terhadap yang menyakiti kekasih Allah). Memakannya termasuk tanda Su’ul Khatimah, tersebar luasnya merupakan tanda dekatnya hari kiamat, melakukannya menghilangkan berkah dan rahmat, menyebabkan kerusakan harta dan kehancurannya, diancam dengan kerusakan, menarik kerugian, menyebabkan kefakiran, merupakan tanda bahwa pelakunya berhak untuk di”Maskh” (dirubah bentuknya menjadi kera atau babi), (berhak akan) turunnya siksa, hilangnya nikmat, menyodorkan dirinya pada laknat Allah karena Nabi Saw telah mendoakan laknat pada pelakunya, sedang doanya adalah mustajab.

Mengenai memakan haram, Rasul Saw bersabda ;

[ عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال تعالى { يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا } وقال تعالى { يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم } ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء : يا رب يا رب ومطعمه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له ] رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Banyak dari Ahli Ilmu berkata ; “Sesungguhnya amal tidak akan menjadi baik sampai ia berasal dari harta yang baik.”

Imam Qurthubi dalam tafsirnya berkata;

قال القرطبي: أجمع أهل السنة على أن من أكل مالا حرامًا ولو ما يصدق عليه اسم المال أنه يفسق

Ahlu Sunnah sepakat bahwa orang yang memakan harta haram walau perkara kecil asal disebut “harta”, bahwasanya ia dianggap fasiq.

lalu, siapakahyang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir rela untuk dicap fasik??

Bagian selanjutnya

Tagged: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perilaku Ahli Kitab yang Ditiru Umat Islam Part 3 at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: