Keseharian Seorang Mukmin Part3 (Tamat)

November 6, 2011 § Leave a comment

Maghrib-Isya’

Ketika adzan maghrib, maka lakukanlah seperti yang telah engkau ketahui, Shalatlah dua rakaat Qabliyyah Maghrib.[1] Kemudian pergilah ke Masjid dan lakukan seperti halnya keterangan yang telah lalu. Selesai Shalat Maghrib, berdzikir dan berdoalah[2] dan dilanjutkan dengan Shalat Ba’diyyah Magrib[3] di rumah atau di Masjid sekiranya urusan rumah justru membuatmu meninggalkannya.

Alangkah lebih baiknya jika tetap di dalam masjid berdzikir sambil menunggu datangnya waktu Shalat Isya’.[4]

Dan ketika adzan Shalat Isya’ tiba, maka lakukanlah seperti yang telah lewat, dan Shalatlah dua rakaat Qabliyyah Isya’.[5] Berdzikir dan berdoalah sesudahnya dan shalatlah dua rakaat ba’diyyah Isya’. [6]

Janganlah begadang larut malam kecuali ada kebaikan,[7] sehingga kau sulit untuk bangun shalat tahajjud bahkan sulit bangun Subuh. Usahakan untuk tidak tidur kecuali telah membaca surat Tabarak dan As-Sajdah[8] dan dua ayat terakhir surat Baqarah.[9]

Ketika hendak tidur, tutuplah bejana-bejana, matikanlah lampu dan tutuplah pintu.[10] Berwudlulah[11] dan, bacalah surat Al-Ikhlas dan Mu’awwidzatain kemudian tiupkan pada telapak tangan (dengan sedikit meludah). Sesudah itu usapkan ke anggota tubuh mulai dari kepala, wajah dan lainnya yang dapat dijangkau tangan. lakukanlah sebanyak tiga kali.[12] Bacalah pula ayat Kursi[13] dan Al-kafirun. [14]

Berbaringlah dengan bertumpu pada lambung kanan[15] dan janganlah berbaring dengan posisi tengkurap.[16] Lalu ucapkanlah;

بِاسْمِكَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku meninggal[17]

Jika ingin menambah, maka ucapkanlah;

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.[18]

Jika bermimpi baik, maka pujilah Allah jangan kau ceritakan kecuali kepada yang suka. Jika bermimpi buruk, maka meludahlah (sedikit) kekiri tiga kali, dan mintalah perlindungan Allah dari mimpi itu dan dari Syaithan dengan mengucap;

أَسْتَعِيْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَمِنْ شَرِّ مَا أَرَى

 “Aku berlindung kepada Alloh dari Syaithan dan dari keburukan apa yang aku lihat.”[19]

 

Penutup

Jadilah orang beruntung dan jangan jadi orang rugi. Allah telah menujukkan kepada kita “kaedah” agung menjadi orang beruntung. Ia berkata;

وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Manusia yang punya hati akan rugi bila tak punya iman, punya tubuh akan rugi jika tak digunakan untuk beramal, punya lisan akan rugi jika tak digunakan untuk menyeru kebaikan.

Karena itu imam Syafi’i berkata mengenai surat Al-Ashr ;

“Seandainya manusia mau mengangan-angan surat ini, niscaya surat ini akan mencukupi mereka”.

Maka, kuatkan-lah imanmu dengan membaca dan merenungi Al-Quran dan dengan bertafakkur atas tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan iman yang semakin bertambah maka bertambah pula semangat untuk beramal kebaikan dan menjadi lantang menyuarakan kebenaran.

Dan berlomba-lombalah memperbanyak kebaikan dan jangan sampai termasuk golongan yang rugi. Sekian, Walhamdulillah. Wallahu A’lam.

(Maaf notenya rada ngaco, karena begitu tak copas langsung otomatis berubah angka 1-2-3, padahal harusnya 58 keatas)


[1] عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ الْمُزَنِيِّ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( صَلُّوا قَبْلَ اَلْمَغْرِبِ , صَلُّوا قَبْلَ اَلْمَغْرِبِ ” ثُمَّ قَالَ فِي اَلثَّالِثَةِ : ” لِمَنْ شَاءَ ” كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا اَلنَّاسُ سُنَّةً )

Dari Abdullah Mughoffal al-Muzanny Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholatlah sebelum Maghrib, sholatlah sebelum Maghrib.” Kemudian beliau bersabda pada yang ketiga: “Bagi siapa yang mau,” Karena beliau takut orang-orang akan menjadikannya kesunnahan. (HR. Bukhari)

[2] Lihat note no 21.

[3] Lihat note no 50.

[4] Lihat note no 15.

[5] عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ الْمُزَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ ثَلَاثًا لِمَنْ شَاءَ

Dari ‘Abdullah bin Mughaffal Al Muzanni, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di dua adzan (adzan dan iqamat) ada shalat sunah -beliau ucapkan tiga kali- bagi yang mau.” (HR. Bukhari)

[6] Lihat note no 50.

[7] عن عبد الله بن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا سمر إلا لمصل أو مسافر

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasul Saw bersabda; Tidak ada begadang kecuali bagi seorang yang melakukan shalat atau menempuh perjalanan (H.R. Ahmad)

[8] عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَتَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Dari Jabir, ia berkata; Rasul Saw tidak tidur sehingga membaca Alif-Lam-Mim Tanzil Assajdah, dan tabarak (Al-Mulk) (HR. Ahmad)

[9] عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الأَنْصَارِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ هَاتَيْنِ الآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Dari Abi Mas’ud Al-Anshary, Rasul Saw bersabda; “Barangsiapa yang membaca dua ayat ini, yakni akhir surat Al-Baqarah di suatu malam, maka keduanya telah mencukupinya.” (HR. Bukhari-Muslim)

[10]  عن جابر قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم وأغلقوا الأبواب وأوكوا الأسقية وخمروا الطعام والشراب

Dari Jabir, Rasul Saw bersabda “Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman”. (HR. Bukhari).

[11] عن البراء بن عازب قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus). Jika kamu meninggal pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah doa ini sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan (di malam hari).” (HR. Bukhari-Muslim)

[12]  عن عائشة: أن النبي صلى الله عليه و سلم كان إذا أوى إلى فراشه كل ليلة جمع كفيه ثم نفث فيهما فقرأ فيهما { قل هو الله أحد } . و { قل أعوذ برب الفلق } . و { قل أعوذ برب الناس } . ثم يمسح بهما ما استطاع من جسده يبدأ بهما على رأسه ووجهه وما أقبل من جسده يفعل ذلك ثلاث مرات

Dari ‘Aisyah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

[13] عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: وكلني رسول الله صلى الله عليه و سلم بحفظ زكاة رمضان فأتاني آت فجعل يحثو من الطعام فأخذته فقلت لأرفعنك إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم – فذكر الحديث – فقال إذا أويت إلى فراشك فاقرأ آية الكرسي لن يزال عليك من الله حافظ ولا يقربك شيطان حتى تصبح فقال النبي صلى الله عليه و سلم ( صدقك وهو كذوب ذاك شيطان )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan”. (HR. Bukhari)

[14] عَنْ جَبَلَةَ بْنِ حَارِثَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَقُولُهُ عِنْدَ مَنَامِي قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ حَتَّى تَخْتِمَهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ

Dari Jabalah bin Haritsah, ia berkata; Aku berkata; “Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang aku ucapkan ketika tidur!”. Rasul Saw bersabda; “Ketika kau hendak tidur, maka ucapkanlah “Qul Ya Ayyuhal-Kafirun sampai selesai, karena ia adalah pembebas dari syirik.” (HR. Ahmad)

[15] Lihat note 68

[16] عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ مَرَّ بِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ

Dari Abu Dzar beliau berkata “Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :”Wahai Junaidib (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”. (H.R. Ibnu Majah)

[17] Lihat note no 4

[18] Lihat note 68

[19] عن أبي قتادة سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول ( الرؤيا الحسنة من الله فإذا رأى أحدكم ما يحب فلا يحدث به إلا من يحب وإذا رأى ما يكره فليتعوذ بالله من شرها ومن شر الشيطان وليتفل ثلاثا ولا يحدث بها أحدا فإنها لن تضره )

Abu Qatadah radhiallahu anhu berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpi yang baik adalah berasal dari Allah, karenanya jika salah seorang di antara kaian bermimpi yang disukainya, jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang disukai. Dan siapa yang bermimpi yang tidak disukainya maka hendaklah dia meminta perlindungan kepada Allah (ta’awudz) dari kejelekan mimpi itu dan dari kejahatan setan, dan hendaklah dia meludah tiga kali, dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, sebab mimpi itu tidak akan membahayakannya.”  (HR. Bukhari)

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Keseharian Seorang Mukmin Part3 (Tamat) at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: