Pangkal Keberuntungan dan Kerugian

September 28, 2012 § Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم

Pangkal keberuntungan adalah “Dzikrullah”. Ketika mencari rizki;

 وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumuah 10)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ». قَالَ « يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ ».

“Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:  (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). ‘ Beliau bersabda, “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan, dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. Lalu setan yang lainnya berkata kepadanya (setan yang akan menggodanya, pent.), “Bagaimana (engkau akan mengoda) seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan.” (HR. Abu Daud)

 

Ketika berjihad;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (Al-Anfal 45)

Ketika memulai aktifitas;

Rasul Saw bersabda;

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بـِ (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ) فَهُوَ أَقْطَعُ

“Setiap perkara penting yang tidak didahului dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka perkara itu terputus.” (HR. Ibnu Hibban)

Ketika masuk rumah dan makan;

 إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْـتَهُ فَذَكَر َاللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ, وَإِذَا دَخَلَ وَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ قاَلَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ اْلمَـبِيْتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ اْلمَبِيْتَ وَاْلعَشَاءَ

“Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu menyebut nama Allah baik saat memasuki rumah atau saat makannya, maka setan akan berkata: “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam” Apabila ia masuk lalu tidak menyebut nama Allah saat memasuki rumahnya, setan akan berkata: “Kalian mendapatkan tempat untuk bermalam” Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah saat akan makan, maka setan berkata: “Kalian telah mendapat tempat menginap dan makan malam” (HR. Muslim)

Ketika selesai makan dan memakai pakaian;

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Sahal bin Mu’adz bin Anas dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang makan makanan lalu berucap, Alhamdulillah al-Ladzii Ath’amanii Haadzaa wa Razaqaniihi min Ghairi Haulin minni walaa Quwwatin, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi)

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَبِسَ ثَوْبًا، فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “

Dari Sahal bin Mu’adz bin Anas dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang memakai pakaian lalu berucap, Alhamdulillah al-Ladzii kasaanii Haadzaa wa Razaqaniihi min Ghairi Haulin minni walaa Quwwatin, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud, Hakim)

 

Ketika melakukan ibadah;

عَنْسَهْلِبْنِمُعَاذٍعَنْأَبِيهِعَنْرَسُولِاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَنَّرَجُلًاسَأَلَهُفَقَالَأَيُّالْجِهَادِأَعْظَمُأَجْرً ا

قَالَأَكْثَرُهُمْلِلَّهِتَبَارَكَوَتَعَالَىذِكْرًا

قَالَفَأَيُّالصَّائِمِينَأَعْظَمُأَجْرًا

قَالَأَكْثَرُهُمْلِلَّهِتَبَارَكَوَتَعَالَى ذِكْرً ا

ثُمَّذَكَرَلَنَاالصَّلَاةَوَالزَّكَاةَوَالْحَجَّوَالصَّدَقَةَكُلُّذَلِكَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُأَكْثَرُهُمْلِلَّهِتَبَارَكَوَتَعَالَىذِكْرًا 

Dari sahl bin Muadz bin Anas Al Juhani, dari ayahnya Rasulullah, sesungguhnya seorang laki-laki menanyai beliau,”jihad apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala” lalu dia bertanya: orang puasa apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala. Dan dia menanyakan juga sholat zakat, haji dan shodakoh . setiap itu pula Rasulullah menjawab: “Yang paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Ta’ala. (HR. Ahmad)

Jadi, besar kecilnya pahala ibadah tergantung besar kecilnya dzikir didalamnya. Bahkan bisa saja sebuah ibadah tanpa ada pahala karena dikerjakan dengan lalai.

 Pada setiap waktu, berdiri, duduk maupun berbaring;

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.(Ali Imron 190-191)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَقَ الْمُفْرِدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفْرِدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْتَهْتَرُونَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ يَضَعُ الذِّكْرُ عَنْهُمْ أَثْقَالَهُمْ فَيَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِفَافًا

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Mufarridun (orang-orang yang menyendiri untuk beribadah) telah mendahului (unggul).” Mereka bertanya; “Apa (yang dimaksud dengan) Al Mufaridun ya Rasulullah?” beliau bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang terpikat dalam berdzikir kepada Allah, dzikir telah menggugurkan dosa yang mereka pikul, sehingga mereka datang dalam keadaan ringan tanpa beban dosa.” (HR. Tirmidzi)

عن معاذ بن جبل ، قال : آخر ما فارقت عليه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أن قلت له : أي الأعمال خير وأقرب إلى الله؟  قال : أن تموت ولسانك رطب من ذكر الله عز وجل

Sahabat Mu’adz bin Jabal berkata; “Akhir perkara yang aku berpisah dengan Rasul Saw adalah aku bertanya kepada beliau; Amal apakah yang paling baik dan paling dekat kepada Allah? Rasul Saw menjawab; Engkau mati sedang lisanmu basah karena dzikir pada Allah Azza wa Jall. (HR. Ibnu Hibban)

Mati bisa datang kapan saja, maka alangkah beruntungnya orang yang lisannya senatiasa berdzikir, sehingga tidaklah maut menjemput kecuali mulutnya basah karena menyebut Allah.

Jika dzikir adalah pangkal kerugian, sebaliknya lalai akan dzikir adalah pangkal kerugian;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. (Al-Munafiqun 9)

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Rahimahullah berkata;

“Barang siapa lupa kepada Allah, Allah akan melupakannya, dan barang siapa Allah melupakanya, Allah akan membuatnya lupa pada dirinya dan kebaikan-kebaikannya, dan ketika seorang hamba lupa pada dirinya, ia menjadi berpaling kepada hal-hal yang menjadi kebaikan baginya sehingga ia celaka, jadilah tingkahnya melampaui batas, perbuatannya tidak terkendali, kerugian, kegagalan, dan kecelakaan menyelimutinya di kehidupan dunia maupun di akhiratnya.”

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Dan Barangsiapa berpaling dari  dzikirKU, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (Thaha 124)

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari dzikir Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az-Zukhruf 36)

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الشيطان واضع خطمه على قلب ابن آدم، فإن ذكر خَنَس، وإن نسي  التقم قلبه، فذلك الوسواس الخناس

Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasul Saw bersabda ; “Sesungguhnya Syaithon menaruh belalainya (hidung) diatas hati anak Adam, maka ketika ia ingat (Allah) ia bersembunyi, dan ketika ia lupa setan pun menelan hatinya, itulah yang disebut “Al-Waswas Al-Khannas”. (HR. Baihaqi)

فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar 22)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ :  لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ

وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (HR. Tirmidzi)

 Wallahu A’lam. 

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pangkal Keberuntungan dan Kerugian at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: