Abdul Malik bin Marwan pemersatu Islam

July 6, 2015 § Leave a comment

The reforms of 'Adb al-Malik Gold dinars, AH 76, 77/695-697. Object 46 out of 100.

The reforms of ‘Adb al-Malik Gold dinars, AH 76, 77/695-697. Object 46 out of 100.

——Suatu Ketika Abu Hurairah memandang Abdul Malik bin Marwan sedang ia masih bocah, lalu berkata: “Anak ini akan menguasai Arab”

Rasulullah Saw berkata: “Akan keluar dari Tsaqif seorang pembohong dan penghancur”. Pembohong Adalah Al-Mukhtar yang sampai mengaku mendapat wahyu dari Jibril, dan penghancur adalah Hajjaj yang membunuh kaum muslimin tak tehitung banyaknya, diantaranya para Ulama dan orang shalih, sampai ia membunuh murid senior Ibnu Abbas; Said ibn Jubair, dan mati beberapa hari setelahnya, akibat doa Said.——
Sepeninggal Yazid bin Muawiyyah umat Islam di ambang perpecahan yang dahsyat karena tingkah laku Yazid yang menyebabkan terbunuhnya Sy Husain bin Ali, dan peristiwa Harrah yang menyebabkan terbunuhnya ribuan penduduk Madinah, tak hanya itu ia juga menyebabkan hancurnya ka’bah ketika bala tentaranya mengepung Makkah, yang waktu itu di bawah kendali Abdullah bin Zubair. Atas kehendak Allah, Yazid meninggal ketika pasukannya tengah mengepung Makkah, dan putranya Muawiyah bin Yazid dibaiat jadi khilafah, akan tetapi ia adalah seorang zuhud dan khilafahnya tidak berlangsung lama sehingga ia meninggal dan posisinya diduduki Marwan bin Al-Hakam.

Tapi sebelum itu kaum Muslimin Hijaz dan Irak telah membaiat Abdullah bin Zubair sebagai khalifah. Maka terjadilah perseteruan antara Marwan dan Ibn Zubair, dimana Marwan akhirnya berhasil menguasai sepenuhnya Syam setelah membunuh Ad-Dhahhak bin Qais -pengikut Ibnu Zubair, dan juga menguasai mesir.

Jadilah kekuasaan Islam terpecah menjadi dua, hijaz dan irak ditangan Ibn Zubair, Syam dan Mesir ditangan Marwan, hal ini berlanjut sampai terbunuhnya Marwan akibat diracun istrinya sendiri, dan ditunjuknya Abdul Malik putra Marwan sebagai pengganti.

Abdul Malik kemudian berencana menguasai Hijaz dan Irak maka ia mengutus Ubaidillah bin Ziyad (orang ikut bertanggung jawab atas terbunuhnya Sy Husain, dimana kepala Sy Husain dipenggal dan dihadapkan padanya) untuk menguasai Irak. Ketika itu muncul golongan yang di sebut Al-Qurro’ atau At-Tawwabun yang dipimpin Sulaiman bin Shurad seorang sahabat Nabi yang berhasil menguasai Basrah dan sekitarnya. Tak urung terjadilah pertempuran antara keduanya di Ainul Wardah yang diakhiri dengan terbunuhnya Sulaiman bin Shurad dan pengikutnya, dan yang tersisa akhirnya bergabung dengan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ipar sahabat Ibnu Umar yang dijuluki Al-Kaddzab, di Kufah.

Al-Mukhtar pun menjadi semakin kuat apalagi dengan bergabungnya Ibrahim bin Al-Asytar seorang pemimpin kufah, ia lalu mengusir Ibnu Muthi’ amir yang ditunjuk Ibnu Zubair di Kufah. Akan tetapi ia tidak langsung menyatakan pemberontakan pada Ibnu Zubair dan bahkan menyatakan setia padanya. Ia mencari simpati dengan menuntut balas darahnya Husain, dan memang ditangannya-lah orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian Sy Husain dibunuh termasuk Ubaidillah bin Ziyad dalam pertermpuran dasyat melawan Ibrahim bin Al-Asytar. Kepala Ubaidillah kemudian dipotong dan dikirim ke Makkah untuk diperlihatkan pada Ibnu Zubair. Maka semakin kuatlah pengaruhnya sehingga ia merasa sudah saatnya mendirikan daulah antara daulahnya Marwan dan Ibnu Zubair, ia pun berusaha menguasai Basrah yang dikuasai Mus’ab bin Zubair wakil dari Ibn Zubair, dan jadilah kaum muslimin terpecah menjadi tiga bagian.

Ibnu Zubair kemudian mengutus saudaranya Mus’ab untuk menghabisi Al-Mukhtar, dan ia pun kalah dan kepalanya dipotong dan dibawa ke hadapan Mus’ab. Jadilah Irak kembali ketangan Ibnu Zubair.

Akan tetapi Abdul Malik yang sudah berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya berencana kembali menguasai Irak maka terjadilah pertempuran antara Mus’ab dan Abdul Malik, yang dimenangkan oleh Abdul Malik, Mus’ab terbunuh, kepalanya dipenggal dan dihadapkan pada Abdul Malik, padahal keduanya dahulu adalah teman dekat, dan Abdul Malik sebetulnya telah menawarkan keamanan untuk Mus’ab tapi ia menolak dan berkata; “Seperti saya, kalau tidak menang ya kalah”. (Jadi jika dirunut cerita tentang penggal kepala, Sy Husain kepalanya dipenggal dan dihadapkan pada Ubaidillah, Ubaidillah kepalanya dipenggal dihadapkan pada Al-Mukhtar, Al-Mukhtar kepalanya dipenggal dihadapkan pada Mus’ab, Mus’ab kepalanya dipenggal dihadapkan pada Abdul Malik)

Abdul Malik kemudian menghadapkan tentaranya menuju Hijaz dibawah pimpinan Hajjaj bin Yusuf At-Tsaqafi, yang berakhir dengan terbunuhnya Ibnu Zubair, dan dengan begitu kaum muslimin kembali bersatu dibawah naungan satu khilafah, walau harus melalui pertempurah yang berdarah-darah.

————-
Sekelumit sejarah ini saya kira bisa diambil pelajaran untuk umat Islam yang sedang terpecah-pecah tak karuan. Bahwasanya umat Islam jika tidak dapat bersatu dibawah orang yang lembut, maka diperlukan orang yang keras seperti Abdul Malik bin Marwan untuk menyatukannya.

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Abdul Malik bin Marwan pemersatu Islam at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: