Fakir pada Allah sebagai Pondasi Ibadah

July 12, 2015 § Leave a comment

07

Pondasi utama dari Ibadah adalah merasa butuh kepada Allah, butuh rizqi, butuh pertolongan, butuh rahmatNya, butuh HidayahNya, butuh ampunanNya, butuh penjagaanya, butuh cintanya, butuh ridlonya, butuh surganya, butuh perlindungan dari adzabNya, dan butuh apa saja walaupun sekecil apapun, karena hakikatnya tiada daya dan upaya kecuali dari Allah.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

“Hai manusia, kamulah yang membutuhkan kepada Allah dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru.Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (Fathir: 15—17)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia hendaklah kalian mengingat nikmat Allāh atas kalian. Adakah yang mencipta selain Allah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit maupun dari bumi? Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, oleh itu kenapa kalian dipalingkan?.”(QS Surat Fathir : 3)

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Katakanlah: Siapakah yang dapat melindungi kamu dari Allah, jika Dia menghendaki bencana atasmu, atau menghendaki rahmat untuk dirimu. Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka, pelindung dan penolong selain Allah. (QS.33:17)

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Yusuf 53).

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu (Beribadah) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Perhatikan kaitan doa dengan Ibadah, bagaimana doa adalah ibadah karena itu menunjukkan sejauh mana butuhmu kepada Allah.

Sedang pangkal kufur adalah sikap merasa kecukupan, tidak butuh, yang utamanya disebabkan karena punya harta dan kekuasaan.

Allah berfirman:

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغى أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

karena ia melihat dirinya serba cukup.

Allah menceritakan penyebab kekufuran Al-Walid bin Mughirah:

أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ

Karena ia mempunyai harta dan anak

Juga kekufuran Namrud;

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ

Apakah engkau tidak melihat orang yang mendebat Ibrahim dalam (hal) rabbnya, karena Allah memberinya kekuasaan. (Al-Baqarah)

Jadi ketika merasa cukup, manusia menjadi sombong, tidak mau beribadah, bersimpuh di hadapanNya.

Dan yang namanya butuh itu harus dibarengi sikap rendah dan hina dulu, merasa tak bisa apa-apa dan tak punya apa-apa. Jadi sejauh mana kamu rendah dan hina itu sejauh mana butuhmu kepada Allah, dan sejauh mana butuhmu pada Allah sejauh mana kamu beribadah padaNya

Bagaimana supaya merasa rendah? pandangi dosamu, dan cacatmu dalam beribadah, juga segenap kejelekanmu lalu bandingkan dengan fadlal dan nikmat yang Allah berikan, apakah pantas?!

Karena itu Rasul bersabda:

والذي نفسي بيده لو لم تذنبوا لذهب الله بكم، ولجاء بقوم يذنبون فيستغفرون الله فيغفر لهم

Rasulullah saw bersabda: ”Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika kalian tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan melenyapkan kalian dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka.”

Ya….. karena dosa membuatmu butuh atas ampunanNya…

Maha benar Allah yang berfirman:

“Hai manusia, kamulah yang faqir (butuh) kepada Allah dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (Fathir)

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Fakir pada Allah sebagai Pondasi Ibadah at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: