Cinta Sejati adalah Cinta yang Suci

September 3, 2015 § Leave a comment

heart_cloud-wallpaper-1920x1200Cinta adalah suatu hal naluri, tak bisa dicegah, tak bisa ditolak. Akan tetapi harus dibedakan antara cinta dan nafsu, jangan sampai nafsu merusak makna cinta. Cinta yang sejati antara dua sejoli bukanlah cinta yang ditunggani hawa nafsu, akan tetapi cinta yang suci dari dosa, yang tetap menempatkan Allah di atas segalanya. Jadi jika engkau mencintai seseorang jangan ajak dia ke neraka, tapi ajaklah ke surga, bersama meraih ridloNya. berikut adalah kisah cinta luar biasa yang bisa diambil pelajaran:

Al-Mubarrid menuturkan dari Abi Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Roja’ bin Amr An-Nakho’I berkata;

“Di Kufah dahulu terdapat pemuda yang tampan wajahnya, rajin beribadah dan berijtihad dalamnya, pemuda itu turun dari perjalanan di samping kaum dari Nakho’, lalu ia melihat seorang gadis yang cantik, sehingga kemudian ia tergila-gila padanya sampai linlung akalnya. Si gadis pun mengalami hal yang sama, maka sang pemuda mengutus seseorang untuk melamarnya dari ayahnya, akan tetapi sang ayah mengabarkan bahwa sang gadis sudah dilamar oleh anak laki-laki pamannya.

Ketika semakin berat apa yang mereka hadapi berupa rasa sakit karena cinta, sang gadis mengutus seseorang pada pemuda: “Telah sampai padaku kabar tentang beratnya rasa cintamu padaku, dan menjadi berat musibahku karenamu, jika engkau mau, aku akan mengunjungimu, dan jika engkau mau, aku akan mudahkan jalanmu untuk mendatangiku di tempatku”.

Sang pemuda menjawab pada utusan; “Tidak ada satupun dari dua perkara ini yang aku mau sesungguhnya aku takut –jika aku durhaka pada Rabbku, adzab pada hari yang agung, aku takut api yang tidak akan reda panasnya dan tidak padam kobarannya”.

Ketika utusan menyampaikan pada sang gadis ucapan sang pemuda, ia berkata; “Dalam keadaan seperti ini ia takut Allah?! Demi Allah tidak ada satupun yang berhak dalam hal ini (takut pada Allah) dari pada yang lainnya, dan sesungguhnya para ahli ibadah saling bersukutu di dalamnya”. Kemudian sang gadis meninggalkan semua hubungan yang ia miliki di belakang punggungnya dan menjadi ahli ibadah, akan tetapi, walaupun demikian, ia mengecil dan menjadi kurus karena cintanya pada pemuda dan rindunya padanya sampai ia meninggal karenanya.

Sang pemuda pun mengunjungi kuburnya dan menangis di sisinya dan mendoakan untuknya, sampai suatu ketika ia tak kuasa menahan kantuk sehingga tertidur di atas kuburannya, dalam mimpi ia melihat sang gadis dalam sebagus-bagusnya pemandangan, lalu ia berkata; “Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau temui setelahku?

Sang gadis menjawab (syair);
نعم المحبة يا سؤلي محبتكم … حب يقود إلى خير وإحسان
“Sebaik-baik cinta, wahai yang aku cari, cinta kalian…
cinta yang menggiring pada kebagusan dan berbuat kebaikan”

Pemuda berkata; “Pada hal yang demikan, kemanakah kau pergi?”

Sang gadis menjawab (syair):
إلى نعيم وعيش لا زوال له … في جنةالخلد ملك ليس بالفاني
“Kepada kenikmatan dan kehidupan yang tidak ada lenyapnya
dalam surga keabadian, kepemilikan yang tak akan sirna”

Pemuda berkata pada sang gadis: “Ingatlah aku di sana karena sesungguhnya aku tak pernah melupakanmu”

Ia pun menjawab; “Aku pun… demi Allah tak melupakanmu, dan aku sesungguhnya telah meminta pada Tuanmu dan Tuanku agar mengumpulkan kita, maka tolonglah aku atas hal itu dengan bersungguh-sungguh dalam ibadah”,

Sang pemuda berkata; “Kapan aku dapat melihatmu?”

Sang gadis menjawab; “Sebentar lagi kamu akan mendatangi kami, lalu melihat kami”. Setelah mimpi itu sang pemuda tidak hidup kecuali tujuh hari, sehingga ia meninggal, semoga Allah merahmatinya.

(Nuzhatul Musytaaqin)

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cinta Sejati adalah Cinta yang Suci at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: