Soal Kubur dan Jawabannya

September 26, 2015 § Leave a comment

DSC03278_fhdr(Bismillah) Rasulullah Saw dengan baik hati memberikan “contekan” soal malaikat di alam kubur, tapi apakah yakin engkau bisa dengan mudah menjawabnya? Simak hadits berikut ini;

عَنْ أَسْمَاءَ، قَالَتْ: أَتَيْتُ عَائِشَةَ وَهِيَ تُصَلِّي فَقُلْتُ: مَا شَأْنُ النَّاسِ؟ فَأَشَارَتْ إِلَى السَّمَاءِ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ، فَقَالَتْ: سُبْحَانَ اللَّهِ، قُلْتُ: آيَةٌ؟ فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا: أَيْ نَعَمْ، فَقُمْتُ حَتَّى تَجَلَّانِي الغَشْيُ، فَجَعَلْتُ أَصُبُّ عَلَى رَأْسِي المَاءَ، فَحَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: ” مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ أُرِيتُهُ إِلَّا رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي، حَتَّى الجَنَّةُ وَالنَّارُ، فَأُوحِيَ إِلَيَّ: أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي قُبُورِكُمْ – مِثْلَ أَوْ – قَرِيبَ – لاَ أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ – مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، يُقَالُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ؟ فَأَمَّا المُؤْمِنُ أَوِ المُوقِنُ – لاَ أَدْرِي بِأَيِّهِمَا قَالَتْ أَسْمَاءُ – فَيَقُولُ: هُوَ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ، جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالهُدَى، فَأَجَبْنَا وَاتَّبَعْنَا، هُوَ مُحَمَّدٌ ثَلاَثًا، فَيُقَالُ: نَمْ صَالِحًا قَدْ عَلِمْنَا إِنْ كُنْتَ لَمُوقِنًا بِهِ. وَأَمَّا المُنَافِقُ أَوِ المُرْتَابُ – لاَ أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ – فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِي، سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ ”

Dari Asma’ berkata: Aku menemui Aisyah saat dia sedang shalat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: “Apa yang sedang dilakukan orang-orang?” Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan shalat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: “Maha suci Allah”. Aku tanyakan lagi: “Satu Ayat (tanda kekuasaan Allah)?” Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut shalat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga aku siram kepalaku dengan air. Dalam khutbahnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda: “Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti -atau hampir berupa- fitnah Al Masihud dajjal “akan ditanyakan kepada seseorang (didalam kuburnya); “Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?” Adapun orang beriman atau orang yang yakin, akan menjawab: ‘Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad, ‘ diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: ‘Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin’. Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, akan menjawab; “aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu maka akupun mengatakannya”. 

Poin pertama yang dapat dipetik adalah bahwasanya soal kubur adalah ujian sangat berat seperti fitnah Al-Masih Ad-Dajjal dimana setiap Rasul yang diutus senantiasa menjelaskan tentang fitnah Dajjal pada ummatnya. Karena itu Rasul Saw mengajarkan untuk berdoa meminta perlindungan dari siksa kubur dan juga fitnah Dajjal pada tiap shalat;

عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَخْبَرَتْهُ: ” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلاَةِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا، وَفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ المَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ ”

Dari Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dalam shalatnya, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.” Kemudian ada seorang yang bertanya, “Alangkah seringnya engkau berlindung dari hutang.” Maka Beliau bersabda, “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka apabila berbicara berdusta, dan apabila berjanji mengingkari.” (HR. Bukhari)

Poin kedua; Soal Malaikat; “Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?” dan jawaban orang Mukmin atau orang yang Yakin; ‘Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad! (Dijawab sampai 3 kali)

Dalam riwayat Ahmad disebutkan tentang jawaban orang Mukmin: “Dia adalah Rasulullah, lalu malaikat berkata; “Bagaimana kamu tahu?” Ia menjawab; “Aku membaca kitab Allah, kemudian aku beriman dan mempercayainya”. Sebaliknya jawaban orang munafik, atau orang yang ragu: “aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu maka akupun mengatakannya”.

Bisa dibilang bahwa ujian kubur adalah semacang sidang, malaikat sebagai penyidik yang menyelidiki kebenaran kesaksian Syahadat manusia di dunia. Misalkan seseorang berdiri dihadapan hakim lalu bersaksi bahwa si fulan mencuri, tentu ia harus tau sendiri, dengan melihat, bahwa si fulan mencuri, tidak dengan asal menduga atau prasangka, atau cuma sekedar ikut omongan orang, seperti ucapan saudara Yusuf pada ayahnya; Ya’qub:

وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ

kami hanya bersakti dengan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat mengawasi barang yang ghaib. (Yusuf 81)

Nah begitu juga kesaksianmu akan kerasulan Muhammad! Seperti kita tahu setiap Rasul diutus membawa mukjizat yang merupakan bukti bahwa ia adalah Rasul, dengan kata lain kesaksianmu bisa diterima dengan sah jika kamu tahu bukti bahwa Muhammad adalah Rasul. Sekarang apa bukti bahwa ia adalah Rasul? Tentu saja Kitabnya, yakni Al-Quran, simak jawaban orang mukmin tadi;

“Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad!”

“Aku membaca kitab Allah, kemudian aku beriman dan mempercayainya”.

Sekarang coba kalian tanyakan pada diri kalian dengan apa kalian tahu bahwa Muhammad adalah Rasul?? Jika kalian jawab dengan Al-Quran, coba tanyakan lagi bagaimana kalian tahu Al-Quran adalah hal yang membuktikan bahwa Muhammad adalah Rasul? Apakah kalian membacanya? Apakah kalian memahaminya? Apakah kalian mentabbur ayat-ayatnya?? Bahasa arab saja tidak kalian kuasai bagaimana kalian bisa mengetahui kebenaran mukjizat Nabi? Apa menurutmu malaikat mudah kalian tipu?

Atau jangan-jangan kalian akan menjawab seperti jawabanya orang munafik dan orang yang ragu-ragu:

“Aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu maka akupun mengatakannya”. 

Sekedar ikut-ikutan… “orang-orang berkata bahwa ia Rasul maka aku pun ikut mengatakannya”, tanpa tahu sendiri kebenaran bahwa Muhammad adalah Rasul.

Renungkanlah.

Tagged: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Soal Kubur dan Jawabannya at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: