Banjir Nuh adalah banjir lokal bukan banjir yang melanda seluruh dunia

March 9, 2016 § Leave a comment

ark

Bukit Ararath (versi Al-Kitab) atau Al-Judy (Al-Quran), lokasi bersemayamnya kapal Nabi Nuh

Telah maklum bahwa berita-berita dari ahli kitab sering kali menyesatkan, berlebihan, tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dan realita. Sayangnya banyak umat Islam bahkan yang setingkat ulama menerima begitu saja tanpa menyelaraskannya dengan Al-Quran.

Diantaranya berita itu adalah bahwasanya banjir yang menimpa kaum Nuh adalah banjir yang luas melanda seluruh dunia. Padahal dengan tegas Al-Quran menyatakan bahwa banjir itu hanya menimpa kaum Nuh saja ketika mereka membangkang pada RasulNya.

 

  • Menurut Alkitab, banjir besar di jaman Nuh (Noah) meliputi seluruh bumi. (Kejadian 7:7) dan bahwa Tuhan melalui air bah itu, “akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada yang Kujadikan itu” (Kejadian 7:4 dan baca juga Kejadian 21-23).
  • Sedangkan menurut Al Quran secara tegas dinyatakan bahwa air bah dan penenggelam itu adalah tindakan Tuhan terhadap kaum nabi Nuh yang membangkang. Jadi tidak melanda seluruh bumi. (QS 25:37)

 

Coba kita angan-angan ayat berikut:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.  (Al-Ankabut 14)

وَقَوْمَ نُوحٍ لَمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ أَغْرَقْنَاهُمْ وَجَعَلْنَاهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih; (Al-Furqan 37)

Antara Adam dan Nuh terdapat sepuluh generasi, dimana jika minimal tiap orang berumur seribu tahun maka, paling tidak ada masa 10 ribu tahun, yang berarti manusia telah berkembang biak dengan amat banyak, menjadi macam suku dan bangsa, bahkan dikatakan bahwa Adam tidak meninggal sehingga melihat 40ribu orang dari keturunannya sedang usia Nabi Adam mencapai 1000 tahun. Setelah 10 generasi, muncullah penyembahan berhala pada bani Adam, maka Allah mengutus Rasul pertama yaitu Nuh As, tapi terbatas pada kaumnya saja yaitu Banu Rasib,[1] karena tiap rasul hanya diutus pada kaumnya kecuali baginda Nabi Muhammad Saw. Karena itu Allah berfirman;

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya….

Berbeda dengan Nabi Muhammad yang Allah katakan:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba’ 28)

Rasul Saw bersabda:

أما أنا فأرسلت إلى الناس كلهم عامة  وكان من قبلي إنما يرسل إلى قومه،

Adapun aku, maka aku diutus pada seluruh manusia, semuanya, sedang nabi sebelumku hanya diutus pada kaumnya saja.

Artinya jika Allah mengutus Nuh pada kaumnya saja, lalu apakah masuk akal Allah menenggelamkan seluruh bumi, dan memusnahkan kaum-kaum yang lain, tanpa memberi peringatan? Bukankah Allah berfirman;

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Al-Isro’ 15)

Belum lagi kehidupan-kehidupan selain manusia, berupa binatang dan tumbuhan akan musnah dari seluruh dunia, lalu apa salah mereka dan apa perlunya Allah ikut membinasakan mereka? Padahal Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. (Fusshilat 46)

Tidak ada dalil shahih baik dari Al-Quran maupun Hadits yang dapat diterima sebagai landasan bahwa banjir Nuh melanda seluruh dunia. Ayat Al-Quran yang disangkakan menunjukkan hal demikian adalah firman Allah:

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا

Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi”. (Nuh 26)

Mereka berpendapat bahwa kata bumi menunjukkan seluruh bumi, padahal jika kita cermati banyak sekali dalam Al-Quran penggunaan kata bumi, tapi yang dimaksud adalah bumi tertentu, diantaranya:

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (13) ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kalian, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

Kemudian Kami jadikan kalian pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus 13-14)

Bumi yang dimaksud adalah bumi Jazirah Arab karena khitob atau lawan bicara yang dimaksud adalah orang arab. Dan tidak mungkin diartikan suluruh dunia karena kenyataannya, orang Arab bahkan setelah Islam tidak mampu menguasai seluruh dunia.

Lagi, firman Allah Saw:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Dan Kami berikan kepada kaum yang telah ditindas itu, bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Rabbmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka (Al-A’rof 137)

Yang dimaksud kaum yang tertindas adalah bani Israil dan bumi yang dimaksud disini adalah bumi Syam yang diberkahi, bukan bumi bagian timur (mulai Indonesia) dan bumi bagian barat (sampai Amerika).

Lebih jelas lagi pada surat A’rof, mengenai ucapan Nabi Hud pada kaumnya:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al-A’rof 69)

Yakni kaum Ad Allah jadikan sebagai penguasa pengganti kedudukan kaum Nuh, sedang posisi kaum Ad ada di Ahqof Yaman, jadi bumi kaum Nuh tak urung posisinya tidak jauh dari situ yaitu sekitar Kufah Irak.

Lalu kemudian ucapan Nabi Sholeh:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا

Dan ingatlah olehmu di waktu Allah menjadikan kalian pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; (Al-A’rof 74)

Yakni jadi setelah kaum Nuh binasa, Allah jadikan kaum Ad sebagai pengganti, lalu setelah kaum Ad binasa, Allah jadikan kaum Tsamud penguasa bumi, kenyataannya kaum Tsamud menghuni diyar Tsamud kawasan antara kota Madinah dan Tabuk. Daerah kaum Nuh, Ad, dan Tasmud merupakan satu kawasan (Asia barat daya), jadi bumi yang dimaksud adalah kawasan itu saja, bukan seluruh dunia. Jadi jika Allah menghancurkan seluruh dunia hanya untuk mengazab kaum Nuh tentu itu adalah sebuah kedzaliman yang nyata dimana Allah pasti berlepas diri darinya.

petanuh3

Peta perkiraan lokasi banjir nabi Nuh

Walhasil memaknai doa Nabi Nuh tadi dengan kata seluruh bumi adalah tidak tepat, dan yang tepat yang dimaksud bumi adalah buminya kaum Nuh yaitu sekitar Kufah, Irak, kawasan Asia Baratdaya. Apalagi banjir sedunia sangat tidak cocok dengan ilmu pengetahuan terkini sedang tidak mungkin firman Allah bertentangan dengan kenyataan. Wallahu A’lam.

[1] Lihat bidayah wan-nihayah

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Banjir Nuh adalah banjir lokal bukan banjir yang melanda seluruh dunia at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: