Mukjizat Al-Quran: Hitam bukan termasuk Warna

March 27, 2016 § Leave a comment

Pernarkah anda berpikir mengapa tempat yang tak ada cahayanya berwarna hitam? Atau mengapa dalam ruangan gelap terasa lebih panas, begitu juga ketika memakai pakaian hitam? Dan mengapa lubang hitam itu hitam? Inilah jawabannya.

Warna yang dilihat oleh mata tergantung dari dua hal: Cahaya dan Pigmen. Warna yang terlihat dari sebuah benda adalah pantulan spektrum cahaya yang jatuh pada permukaan benda tersebut.

Cahaya yang bening mempunyai tujuh spectrum warna (warna pelangi), ketika cahaya ini jatuh pada benda berpigmen merah, maka benda itu dengan pigmennya memantulkan spectrum warna merah saja pada mata, sehingga benda itu terlihat berwarna merah.

Bagaimana dengan putih? pigmen warna putih memantulkan semua spektrum warna yang jatuh di permukaannya. Jika semua spektrum cahaya (seperti sinat matahari) jatuh dipermukaan benda berpigmen putih, maka ia akan terlihat sebagai putih. Namun jika cahaya itu berwana merah, makan warna benda terlihat merah. Demikian pula jika cahaya warna hijau menyinari, maka akan terlihat berwarna hijau.

Kebalikan dari putih yang memantulkan semua spectrum warna, warna hitam justru menyerap semuanya dan tidak memantulkannya ke mata, dan karena ketiadaan cahaya yang memantul ke mata itulah, maka benda itu maka mata kita menterjemahkannya menjadi HITAM. Dari sinilah tempat yang tak ada cahayanya menjadi hitam, tempat yang gelap juga baju yang hitam menjadi panas karena ia menyerap cahaya yang mengandung unsur panas dari luar. Sedang lubang hitang menjadi hitam karena ia menarik apapun –termasuk cahaya, sehingga yang tampak cuma hitam. Intinya hitam terjadi ketika tidak ada cahaya yang terpantul ke mata.

Simak bagaimana Allah memisahkan Hitam dari kategori warna dalam Ayat berikut ini:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

lihat bagaimana Allah menyebut putih dan merah sebagai warna dan memisahkan hitam darinya. Kenapa Allah tidak menyebut: “Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah dan ada (pula) yang hitam pekat yang beraneka macam warnanya”? Ya itu karena hitam terjadi akibat dari tidak adanya cahaya yang terpantul ke mata. WAllahu A’lam.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mukjizat Al-Quran: Hitam bukan termasuk Warna at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: