Antara Ceroboh dan Berlebihan

July 14, 2016 § Leave a comment

(Bismillah) Setan itu menggoda manusia dari dua sisi, adakalanya dari sisi Tafrith atau dari sisi Ifroth. Adakalanya manusia itu digoda untuk ceroboh dalam urusan agamanya, gampang meninggalkan perintah, menyepelekan larangan, membuat mainan aturan syari’at. Dalam hal ini contohnya adalah kaum yahudi. Atau adakalanya digoda untuk berlebihan dalam beragama, dengan mewajibkan sesuatu yang tidak wajib, mengharamkan sesuatu yang halal, memperberat aturan-aturan agama, menambah-nambahi ibadah. Dalam hal ini contohnya adalah kaum Nasrani.

Karena itu dalam tiap shalat ketika membaca fatihah, kita berdoa:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Tunjukilahkami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Yang dimurkai adalah Yahudi, mereka mudah menjual agamanya, merubah-rubah aturannya, mengkilah-kilah sesuai hawa nafsu mereka. Sedang yang sesat adalah Nasrani, mereka berlebihan, sehingga sampai menganggap nabi Isa sesembahan, membuat aturan-aturan yang memberatkan diri mereka seperti kerahiban, mengharamkan pernikahan.

Kita jumpai banyak orang Islam kalau dia terlihat khusyu’, justru malah ibadahnya berlebihan, shalat kalau takbiratul ihramnya tidak lima kali ia anggap tidak sah, wudlu kalau tidak nyemplung badannya ia tidak tenang, pakaian terkena tanah ia anggap najis, terciprat air yang tak jelas ia anggap najis, pakaian untuk kerja dan shalat harus beda. Atau adakalanya orang islam melakukan lakon-lakon yang memperberat diri, misal “mengharamkan” daging, dsb. Atau adakalanya dalam suatu masalah ada khilafiyyah ulama’, tapi ia memilih pendapat yang berat karena fanatik madzhab, sehingga menyusahkan dirinya maupun orang lain.

Padahal agama itu gampang, walau bukan berarti boleh digegampang, Dawuh Nabi Saw:
إن الدين يسر، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang memperberat agama kecuali agama bakal mengalahkannya”.
Yakni ia tak akan sanggup menjalankan perkara-perkara yang ia bebankan pada dirinya, seperti yang Allah kisahkan tentang prilaku kaum nasrani:
وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Antara Ceroboh dan Berlebihan at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: