Karena Allah atau Nafsu?

July 14, 2016 § Leave a comment

(Bismillah). Semestinya Ibadah yang kita lakukan karena ALLOH, akan tetapi sering kali tidak sadar ibadah kita bukan karena ALLOH, tapi karena nafsu.

Cara membedakan cukup mudah, tetapi prakteknya yang sulit. Saat melakukan suatu ibadah, kemudian ada tuntutan dari ALLOH untuk meninggalkan ibadah itu, apabila dalam melakukan ibadah itu karena ALLOH, maka dengan senang hati ia tinggalkan ibadah itu, kemudian mengerjakan tuntutan yang ALLOH kehendaki.

Namun jika ibadah yang dilakukan karena nafsu, maka ia tidak meninggalkan ibadah yang dilakukan, akan tetapi lebih memilih kehendak nafsunya dengan melanjutkan ibadah yang dilakukan, bukan menuruti anjuran ALLOH meninggalkan ibadah itu.

Saat membaca Al-Quran, tiba-tiba terdengar suara adzan, apabila ia membaca Al-Quran karena ALLOH niscaya ia tinggalkan sejenak dulu, untuk kemudian melaksanakan anjuran ALLOH untuk menjawab adzan.
Namun apabila karena nafsu, maka ia acuhkan suara adzan untuk menuruti keinginan nafsu dalam membaca Al-Quran.

Orang gemar melakukan puasa sunnah, tiba-tiba ada saudaranya datang membawa makanan untuk dimakan bersama. Apabila ia berpuasa karena ALLOH dengan ringan ia tinggalkan puasanya demi menyenangkan hati saudaranya.
Namun bila karena nafsu, maka ia lanjutkan puasanya walaupun harus menyakiti hati saudaranya.

Orang merencanakan perjalanan umroh dan sudah menyiapkan uang puluhan juta, tiba-tiba ada seseorang datang dalam keadaan terpaksa meminta pinjaman uang. Apabila ia berniat umroh benar-benar karena ALLOH, maka dengan mudah ia pinjamkan uangnya walaupun harus gagal berangkat, karena ada tuntutan lain dari ALLOH untuk menolong saudara sesama muslim.

Ciri-ciri dari orang yang beribadah karena nafsu adalah biasanya ibadahnya itu-itu saja, karena hanya cenderung pada ibadah yang disukai saja.

Sedangkan orang yang beribadah karena ALLOH, ia bisa berpindah-pindah dari ibadah satu ke lainnya, karena yang dituju adalah mencari ridlo ALLOH, bukan menyenangkan nafsunya, sehingga apa pun perkara yang menyebabkan ridlo ALLOH akan mudah ia kerjakan walaupun hal itu berat bagi nafsunya.

Walaupun ada ciri-ciri seperti itu, kita tidak boleh memvonis ibadah orang itu bukan karena ALLOH, tapi kita gunakan untuk meneliti diri kita. Dan tentu saja untuk dapat mengetahui mana Ibadah yang dikehendaki Allah untuk dilaksanakan harus diperlukan ilmu terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Karena Allah atau Nafsu? at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: