Mengukur bagian kita dari Al-Quran

July 14, 2016 § Leave a comment

 

(Bismillah) Al-Quran bagi seseorang itu bisa menjadi obat atau menjadi penyakit, seperti sebuah hidangan makanan sehat, orang yang badannya sehat akan bertambah sehat, orang yang tubuhnya ada penyakit bisa jadi hidangan tadi justru malah menambah sakit.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Sekarang kita ukur, apa efek Al-Quran membuatmu menjadi seorang yang lebih baik, hilang penyakit-penyakit hatinya, dari pendengki menjadi pecinta, atau dari pemarah menjadi pemaaf, dari pelit menjadi pemurah, dari kufur menjadi syukur, dari sombong menjadi rendah hati, dari pengecut menjadi pemberani?? atau justru sebaliknya, atau malah biasa saja? Think it!

Al-Quran ketika dibaca untuk orang-orang mukmin mampu menambah iman, sedang bagi orang munafik justru menambah penyakit kemunafikan.
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ۞ وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekotoran disamping kekotoran mereka (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

Mari kita ukur lagi, apakah Al-Quran mampu menambah iman kita yang ditandai dengan semakin giatnya kita beribadah, atau justru menambah kemunafikan atau justru tak ada, biasa saja tak terjadi apa-apa?!

Orang beriman ketika mendengar Al-Quran, timbul rasa takut di hatinya, bertambah kekhusyukannya, bahkan berlinang air matanya. Sedang orang kafir malah berleha-leha, tertawa, tak dapat menetes air matanya. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا ۞ وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا ۞ وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya, apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.

Allah berfirman:
أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ ۞ وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ ۞ وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ
Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini?, Dan kalian mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kalian melengahkan(nya)?

Maka menangislah ketika mendengar Al-Quran, jika tidak, maka tangisilah dirimu yang tak dapat menangis ketika Al-Quran dibacakan!

Rasul Saw bersabda:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ، فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا،
“Sesunggunya Al-Quran turun dengan kesedihan, maka jika kalian membacanya menangislah! Jika kalian tak menangis, maka berusahalah untuk menangis! (HR. Ibnu Majah)

Jadi, cobalah ukur bagian mana yang kita ambil dari Al-Quran, apakah bagiannya orang mukmin ataukah bagian orang kafir dan munafikin??

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengukur bagian kita dari Al-Quran at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: