Mush’ab bin Umair RA

July 14, 2016 § Leave a comment

Mush’ab bin Umair adalah sahabat yang berjasa besar dalam pengislaman penduduk Madinah. Selepas baiat Aqabah pertama, Rasul mengutusnya pergi ke Madinah untuk mengajarkan Islam dan membacakan Al-Quran sehingga ia mendapat gelar Al-Muqri’.
Sebelum memeluk Islam, ia adalah pemuda yang bergelimang nikmat dan kemewahan, namun ketika ia memilih penjadi pengikut Rasulullah Saw, hidupnya berbalik bergelimang kesusahan dan kepayahan, sehingga dikatakan bahwa kulitnya sampai terkelupas seperti halnya terkelupasnya kulit ular, karena tak terbiasa memakai pakaian kasar dan menjalani kerasnya kehidupan.

Sahabat Ali bin Abi Thalib bercerita:
Suatu ketika aku menyirami kebun milik seorang Yahudi dengan upahan sepenuh genggaman tangan, lalu aku mendatangi masjid, tiba-tiba Mush’ab bin Umair muncul, dengan pakaian burd yang ditambal dengan kulit, padahal dulu ia adalah pemuda yang paling enak dan paling mewah hidupnya. Ketika Rasul Saw melihatnya, beliau ingat kenikmatan yang dulunya dinikmati Mush’ab dan membandingkan keadaannya yang sekarang, sehingga mengucurlah air mata Rasul untuknya. Kemudian Rasul Saw berkata: “Kalian sekarang lebih baik atau ketika dulu salah satu dari kalian diberi makan roti dan daging?”
Kami berkata: “Kami ketika itu lebih baik, kami dicukupi kebutuhan kami dan kami dapat meluangkan waktu untuk ibadah”.
Rasul berkata: “Tidak… kalian sekarang lebih baik dari pada kalian ketika waktu itu…”

Pada waktu perang Uhud Mush’ab-lah yang bertugas sebagai pembawa panji kaum muslimin. Ketika kaum muslimin terdesak, Ia berdiri melindungi Nabi Saw dari serangan Ibnu Qami’ah dan gerombolannya. Mereka menebas tangan kanan Mush’ab sehingga terpotong, lalu ia mengambil panji dengan tangan kirinya, dan terus bertahan hingga terpotong tangan kirinya, tapi ia tetap gigih mempertahankan panji yang Rasul amanahkan padanya, ia bersimpuh di atasnya dan memeluk panji itu sehingga ia terbunuh.

Ketika ia hendak dikebumikan, tidak ditemukan pakaian yang cukup untuk mengkafaninya, cuma selembar kain yang jika ditutupkan pada kepala, kakinya terlihat, dan jika ditutupkan pada kaki, kepalanya terlihat. Rasul Saw lalu memerintah untuk menutup kepalanya, lalu menutup kakinya dengan tanaman idzkhir (serai).

(Siyaru A’lamin Nubala’, Rakhiq Makhtum, Sahih Bukhari)

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mush’ab bin Umair RA at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: