Tentang Ilmu dalam Al-Quran bag.7

April 16, 2017 § Leave a comment

487_3d48c143385246Pembahasan ketuju: Hubungan antara Ilmu dan Akal

Allah berfirman:

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

Dan itulah perumpamaan-perumpamaan, Kami buat untuk manusia. Dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Al-An’kabuut 43)

Manusia adalah makhluk yang kompleks, ia diberikan nafsu seperti halnya hewan agar dapat bertahan hidup, tapi juga diberikan akal untuk mengendalikan nafsu agar tidak menjadi liar. Dalam Bahasa arab kata akal mempunyai makna menahan, mengikat, dan ‘Iqaal berarti tali untuk mengikat ternak. Dapat diibaratkan nafsu adalah kuda, tali kekangnya adalah akal, hati sebagai kusir, sedang penumpang yang mengarahkan kemana arah tujuan adalah Allah atau setan.

Mengingat fungsi akal sebagai pengendali hawa nafsu, maka agar nafsu tidak liar, diperlukan akal yang kuat yang dapat meredam gejolak syahwat, seperti yang disebut dalam suatu hadits mursal bahwa Nabi Saw berkata:

إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْبَصَرَ النَّافِذَ عِنْدَ وُرُودِ الشُّبُهَاتِ، وَيُحِبُّ الْعَقْلَ الْكَامِلَ عِنْدَ حُلُولِ الشَّهَوَاتِ

Sesungguhnya Allah menyukai mata hati yang tembus (tajam) ketika datangnya syubhat-syubhat, dan menyukai akal yang sempurna ketika keluarnya syahwat. (HR. Abu Nu’aim)

Akal yang demikian itu hanya dapat diperoleh dengan belajar dan menambah ilmu, karena dengan ilmu kita tahu baik dan buruknya perkara beserta akibatnya, yang dengan hal tersebut kita dapat memperingatkan nafsu untuk tidak melakukan perbuatan tercela, dengan menimbang akibatnya. Ketika nafsu mengetahui akibatnya, ia menjadi takut dan menghindari dari perbuatan itu. Karena itu, adalah sebuah keniscayaan bahwa orang berilmu tindakannya lebih beradab, dan terkontrol dibanding orang tak berilmu. Dan yang dimikian telah Allah utarakan dalam Al-Quran ketika Ia berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya kami menurunkannya, Quran berbahasa Arab adalah supaya engkau menjadi berakal” (Yusuf 3)

Ia juga berkata:

كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagi kalian, agar kalian menjadi berakal. (An-Nur 61)

Dikatakan “‘Aqala al-Ghulam” yang berarti, “Bocah telah berakal” yakni telah dewasa, mampu membedakan baik dan buruk. Syaikh As-Sa’dy rahimahullah dalam tafsirnya berkata tentang firman Allah;

لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Yakni bertambah akal kalian dengan berulangnya makna-makna yang mulia dan luhur dalam pikiran kalian, sehingga kalian berpindah dari suatu keadaan menuju keadaan-keadaan yang lebih tinggi dan lebih sempurna.

Dari ayat diatas kita lihat bagaimana diturunkannya Al-Quran yang merupakan Ilmu paling, serta dijelaskannya ayat-ayatNya; yakni tanda yang menunjukkan atau menuntun padaNya adalah agar manusia menjadi berakal. Maka dapat dikatakan bahwa Ilmu itu menambah akal, dan orang berakal adalah orang berilmu yang mampu menggunakan ilmunya untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tentang Ilmu dalam Al-Quran bag.7 at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: