Iman dalam Al-Quran

August 6, 2017 § Leave a comment

makiyah-madaniyah-2-e1466563982670

Pembahasan pertama: iman dari segi Bahasa

Dari segi Bahasa Iman berasal dari kata أمن (amina) yang berarti aman. Kata آمنه (Aamanahu) berarti memberi aman, dari sini salah satu nama Allah berasal  المؤمن (Al-Mukmin), yang berarti Dzat yang memberi aman. Sedangkan  آمن به (Aamana bihi) berarti percaya yang disertai rasa aman, dan آمن له (Amana lahu) berarti percaya yang selain disertai rasa aman, juga disertai persetujuan atau sikap tunduk. Bisa dikatakan bahwa  (آمن) Aamana asal maknanya berarti masuk kedalam kondisi aman, seperti  (أصبح) Ashbaha dan (أمسى) Amsaa, yang berari masuk kedalam waktu pagi atau sore. Dari sini  (آمن) Aamana punya makna percaya, karena adanya rasa aman adalah jika ada kepercayaan, dan tidak mungkin orang merasa aman tentram ketika masih ada keraguan.

Dalam penggunaannya kata (آمن به) Aamana bihi (dengan huruf bak) digunakan pada berita-berita, karena itu ia digunakan untuk hal-hal yang wajib diimani dalam syari’at, seperti firman Allah:

وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi (Al-Baqarah 177)

Sedangkan (آمن له) Aamana lahu (dengan hurum lam) digunakan/diucapkan pada seseorang atau golongan, yang berarti ia mengandung makna setuju atau tunduk, menyerahkan urusan pada orang atau golongan tadi.

Seperti yang disebutkan dalam surat Yusuf ketika Allah meriwayatkan ucapan anak-anak nabi Ya’kub pada ayah mereka:

وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

Dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.” (Yusuf 17)

Dan juga dalam firman Allah:

قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ

“Ia mempercayai semua yang baik bagi kalian, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian.” (At-Taubah 61)

Ayat diatas menunjukkan pemilahan yang jelas antara iman dalam istilah Syari’at, yakni dengan huruf bak (يُؤْمِنُ بِاللَّهِ) dan iman dari segi Bahasa, yang berarti percaya; yakni dengan huruf lam (يُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ).

Adapun pada ayat:

وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ

Walaupun menggunakan lam tetapi lam disini maknanya bukan “kepada” tapi “karena”. Jadi, makna Ayat yang tepat adalah: “Dan kami sekali-kali tidak akan beriman karena naiknya kamu ke langit, hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca.” (Al-Isro’ 93)

Jika kita tahu ini, maka kita tahu bahwa Iman bukanlah sekedar percaya tapi ada efek atau konsekuensi yang ditimbulkan darinya.


Sumber; Al-Mufrodaat, Tafsir Al-Kasyaf.

Tagged: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Iman dalam Al-Quran at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: