Iman dalam Al-Quran bag.6 (Hubungan Antara Iman Hidayah Allah)

September 22, 2017 § Leave a comment

Pembahasan keenam: Menumbuhkan Pohon Iman; Hubungan Antara Iman Hidayah Allah

13445562845_7a4bbeee4d_z

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Rabb mereka memberi petunjuk pada mereka karena keimanan mereka, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. (Yunus 9)

—————-

Adapun Sinar matahari, maka bagi pohon iman, sinar itu adalah sinar hidayah dari Allah dzat yang menjadi cahaya langit dan bumi.

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (untuk tempat lampu), yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang terberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An-Nuur 38)

Maka seperti halnya tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik, bahkan menjadi rusak tanpa sinaran matahari, begitu pula pohon iman menjadi rusak, tanpa adanya sinaran hidayah dari Allah. Karena itu, biarpun seseorang punya banyak ilmu, akan tetapi karena hatinya ada noda yang menghalangi hidayah dari Allah, ilmu itu menjadi tidak bermanfaat baginya, bahkan justru membuat kerugian dan kerusakan baginya sepertinya halnya tanaman menjadi busuk ketika mendapat banyak air tanpa mendapat cahaya. Seperti yang terlihat dalam firman Allah:

وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ فَمَا اخْتَلَفُوا حَتَّى جَاءَهُمُ الْعِلْمُ

Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di ternpat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka ilmu pengetahuan. (Yunus 93)

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ۝ وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka surat itu menambahi mereka kotoran pada kotoran mereka dan mereka mati dalam keadaan kafir. (At-Taubah 124-125)

Juga dalam firman Allah:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al-Isra’ 82)

Lihatlah bagaimana Al-Quran yang merupakan ilmu yang paling bermanfaat di dunia akhirat, justru menambah kerugian bagi orang-orang dzalim yang kufur dan berbuat maksiat.

Orang yang Dzalim -dalam sebuah ayat, adalah orang yang tidak mau bertobat, kembali kepada taat Allah:

وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Dan barang siapa tidak bertobat maka itulah mereka orang-orang dzalim.  (Al-Hujurat 11)

Akibatnya dosa-dosanya menumpuk sehingga menjadi noda yang menghalangi sinaran hidayah Allah:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menjadi noda yang menutupi hati mereka. (Al-Muthaffifin 14)

Oleh sebab itu Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk pada kaum yang dzalim. (Al-Maidah 51)

Maka dari itu -kesimpulanya, untuk menumbuhkan pohon iman, adalah dengan memakan makanan Halal, menuntut Ilmu; ilmu Al-Quran dan Sunnah, bertobat dan berusaha menjauhkan diri dari dosa.

 

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Iman dalam Al-Quran bag.6 (Hubungan Antara Iman Hidayah Allah) at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: