Kualitas Iman menentukan kualitas amal dan besarnya pahala (Iman dalam Al-Quran bag.9)

December 27, 2017 § Leave a comment

www.pinterest.co.uk

Pembahasan kesembilan: Kualitas Iman menentukan kualitas amal dan besarnya pahala

Nilai sebuah amal di mata Allah Swat ditentukan oleh seberapa tinggi kualitas Iman kita, hal ini karena iman adalah pondasi dari Amal, dan sumber kekuatan dalam beribadah kepada Allah swt. Seorang dengan iman yang tinggi, maka ketika ia beramal, amal yang dilakukan disertai perasan cinta pada Allah, takut dan berharap kepadaNya, sehingga ia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, penuh dengan perhatian, dengan disertai perasaan ingat kepadaNya, tentunya nilainya akan jauh lebih tinggi -walaupun dipandang dari segi dzahir, amal yang dilakukan terlihat remeh, daripada orang yang mengerjakan ibadah tapi hatinya lalai, sehingga ibadahnya cuma sebatas ritual tanpa makna.

Hal ini telah disebutkan secara tersirat dalam firman Allah:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ۞ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (la ilaha illa allah) seperti pohon yang baik, batangnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim 24-25)

Dalam Tafsir Jalalain disebutkan mengenai maksud perumpaan dalam ayat di atas:

كَذَلِك كَلِمَة الْإِيمَان ثَابِتَة فِي قَلْب الْمُؤْمِن وَعَمَله يَصْعَد إلَى السَّمَاء وَيَنَالهُ بَرَكَته وَثَوَابه كُلّ وَقْت

“Seperti itulah kalimat iman menetap dalam hati mukmin, dan amalnya naik ke langit, dan ia mendapat barakah dan pahalanya setiap saat”.

Ketika Iman itu laksana pohon, maka pohon yang berkualitas baik, akan menghasilkan buah-buahan yang berkualitas baik pula. Dan Iman yang berkualitas tinggi akan menghasilkan amal-amal yang berkualitas tinggi pula, dengan kualitas amal yang tinggi maka semakin besar pahala yang di dapat.

Inilah mengapa para sahabat Nabi serendah-rendahnya derajat mereka, kita tak akan mampu mencapainya, karena kualitas iman yang tinggi, kecintaan mereka pada Allah dan RasulNya, dan andil mereka dalam memperjuangkan agama. Sebagian Salaf berkata:

مَا سَبَقَكُمْ أَبُو بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صَوْمٍ وَلَا صَلَاةٍ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي صَدْرِهِ.

Tidaklah Abu Bakar mendahului kalian dengan banyakknya puasa adan tidak banyaknya sholat, akan tetapi dengan sesuatu yang ada di dadanya.

Sesuatu yang ada di dada Abu Bakar inilah yang membuatnya derajatnya demikian tinggi, sehingga tidak ada manusia yang lebih mulia setelah Nabi Muhammad selain Abu Bakar. Apakah itu? Ia adalah iman, sehingga dikatakan seumpama imannya Abu Bakar ditimbang dengan imannya seluruh penduduk dunia, niscaya imannya Abu Bakar itu lebih berat.

Dalam Musnad Ahmad dan lainnya, Nabi Saw bersabda:

«إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي الصَّلَاةَ مَا يُكْتَبُ لَهُ مِنْهَا إِلَّا عُشْرُهَا، تُسْعُهَا، ثُمُنُهَا، سُبُعُهَا، سُدُسُهَا، خُمُسُهَا، رُبُعُهَا، ثُلُثُهَا نِصْفُهَا».

“Sesungguhnya seorang hamba sungguh telah mengerjakan sholat, akan tetapi tidaklah dituliskan pahala untuknya dari ibadah sholatnya tersebut kecuali sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengahnya.”

Al-Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata mengomentari Hadits diatas:

Hendaklah diketahui bahwa seseluruh amal berlaku dalam laku ini (seperti sholat), maka keutaman amal satu dengan lainnya di sisi Allah adalah tergantung tingkat keutamaan apa yang ada dalam hati berupa Iman, Ikhlash, cinta dan hal-hal yang mengikutinya.

Beliau juga berkata:

Sesungguhnya Amal-amal tidaklah lebih utama dari sebagian lainnya dengan bentuk dan bilangannya, tetapi amal-amal menjadi lebih utama dari sebagian lainnya tergantung dengan tingkatan keutamaan apa yang ada dalam hati. Maka bisa saja dua amal bentuknya sama, tetapi di antara keduanya dalam hal keutamaan seperti antara langit dan bumi. Bisa saja dua orang laki-laki, tempat berdiri mereka dalam satu shoff, tetapi antara kedua sholat mereka seperti antara langit dan bumi.

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kualitas Iman menentukan kualitas amal dan besarnya pahala (Iman dalam Al-Quran bag.9) at Spirit Islam Inside.

meta

%d bloggers like this: