About

Aku adalah santri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang yang diasuh oleh Syaikh Maemoen Zubair. Pada mulanya aku tersesat dalam gelap, namun berkat taufiqNya, disana aku memperoleh cahaya. Blog ini aku buat untuk menyalurkan hobbyku menulis dan untuk sekedar mengingatkan tentang Allah dan KitabNya, Rasul dan Sunnahnya.

Sebenarnya aku ini gak pinter-pinter amat, pemalas, penidur, susah diatur, jadi gak usah berlebihan dalam menilaiku….

Nama blog ini “Spirit Islam Inside” sebenarnya terinspirasi dari judul lagu film animasi yaitu; “Spirit Dream Inside”. Sedang “Taimullah” maknanya adalah hamba atau kekasih Allah.

Aku bukan NU, bukan Muhammadiyah, bukan Salafi juga bukan Sufi, bukan HTI bukan Ikhwani, Aku juga tidak terikat partai politik. Cukuplah aku sebagai seorang Muslim! titik.

Akhirnya aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah dan senantiasa menjaga iman dari kekufuran yang telah merajalela.

Agar tidak mati kecuali sebagai seorang muslim….

Sekian, kurang lebihnya saya minta maaf, dan jika terdapat kesalahan mohon diingatkan.

§ 16 Responses to About

  • Alloh Ta’ala berkata dalam suratNYA: “(Artinya: Katakanlah: “Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku BERDAKWAH/menyeru kepada ALLAH dengan keterangan yang nyata. Maha Suci ALLAH dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”) (Yusuf: 108)

  • Assalamu’alaikum war rohmatullohi wa barokatuh. Ana Jum’at Ridwan Abu Nushoibah. Yang punya Blog ini namanya siapa ya. Semoga Alloh Ta’ala memprtemukan kita di suatu hari nanti. Namun yang terpenting adalah semoga Alloh Ta’ala mengumpulkankita di JannahNYA,amin.

    • niasato says:

      Waalikum salam warrohmatullohi wa barokatuh
      Wah komennya kok banyak banget yaa?? jadi bingung ni..
      Saya cuma hamba Allah biasa, seperti yang terlihat dari nama blog ini “taimullah” yang artinya hamba Allah.

  • Semoga Alloh Ta’ala memprtemukan kita di suatu hari nanti. Namun yang terpenting adalah semoga Alloh Ta’ala mengumpulkan kita di JannahNYA,amin

  • KETIKA SYIRIK MERAJALELA

    Sungguh aneh bin ajaib kalau ada seseorang yang mengatakan bahwa pada saat ini dakwah yang menyerukan kepada tauhid dan mengingatkan pada syirik adalah sudah tidak relevan. Sebab di zaman yang modern seperti ini sudah banyak orang yang mempercayai adanya Tuhan dan sangat jarang ditemui ada orang yang menyembah patung, bintang, matahari, berhala dan sebagainya. Mereka juga mengatakan bahwa sekarang ini kita harus memfokuskan dan memperhatikan bagaimana kita harus melawan orang-orang kafir dan merebut kekuasaan.

    Pandangan seperti ini muncul karena memang dangkalnya ilmu dan pemahaman yang ada pada orang tersebut, tidak faham apa itu pengertian tauhid dan syirik dengan benar, serta tidak faham dengan inti dakwah setiap rosul. Bukan berarti bahwa melawan orang kafir itu tidak penting. Tidak, sekali-kali tidak! Dengan tulisan ini semoga dapat mendudukkan masalah ini secara benar dan dapat menyadarkan kaum muslimin dari keterlenaannya.

    .:: Tauhid Bukan Sekedar Percaya Adanya Tuhan.

    Sebagian kaum muslimin yang beranggapan bahwa apabila seorang itu telah mengakui adanya Tuhan, maka dia sudah dikatakan bertauhid. Mereka lupa bahwa ini hanyalah bagian dari tauhid, bahkan hanya bagian kecil darinya. Dan belumlah seseorang itu dianggap bertauhid hanya dengan bagian yang ini saja. Sedangkan bagian tauhid yang lain bahkan yang paling pokok di antaranya justru tidak faham. Setiap orang wajib mengesakan Allah dalamrububiyah, uluhiyah dan asma wa shifat-Nya. Jika ketinggalan satu saja dari ketiga tauhid tersebut belumlah dia dikatakan sebagai seorang yang bertauhid.

    Lihatlah kaum musyrik quroisy, bukankah mereka juga mengakui adanya Allah, bahkan bukankah mereka juga menyembah Allah? Kenapa mereka masih diperangi oleh Rasulullah? Allah berfirman: “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Allah’. Maka katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak betakwa (kepada-Nya)?” (Yunus: 31)

    .:: Syirik Bukan Sekedar Sujud Kepada Patung.

    Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan atau hak bagi Allah. Dari definisi ini, maka jelaslah bagi kita syirik itu tidak hanya sebatas menyembah dan sujud kepada berhala, patung, matahari dan lain-lain, namun lebih luas daripada ini.

    Kita lihat juga kaum musyrik yang diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dulu, apakah mereka murni benar-benar menyembah atau sujud kepada berhala dan yang lainnya hanya karena mereka batu dan pohon? Ternyata tidak, Allah menceritakan ucapan mereka: “Tidaklah kami menyembah mereka melainkan agar mereka dapat mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Az-Zumar: 3). Mereka menyembah berbagai sesembahan tersebut dengan harapan akan memerantarai pada Allah.

    Syirik juga tidak terhenti di sini, ada juga syirik dalam ketaatan. Tatkala Rasulullah shollAllahu ‘alaihi wassalammembacakan ayat: “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tandingan (tuhan) selain Allah.” (At-Taubah: 31).

    Sahabat Adi bin Abi Hatim yang pada waktu itu baru masuk Islam menyanggah:“Tidaklah kami itu menyembah mereka”. Maka Rasulullah menjawab: “Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah lalu kalian pun ikut mengharamkan, dan bukankah mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah lalu kalian pun ikut menghalalkan?” Maka Adi bin Abi Hatim pun menjawab: “Benar”. Rasulullah berkata: “Itulah peribadahan kepada mereka”. Lalu sekarang, betapa banyak kaum muslimin yang mereka ikut menghalalkan yang semestinya harom dengan landasan hawa nafsu? Na’udzu billah.

    Syirik tidak hanya terbatas pada amalan badan, namun juga amalan hati dan lisan. Allah berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (Al Baqoroh: 165)

    .:: Realita yang Ada di Masyarakat Sekarang Ini.

    Sungguh aneh masyarakat kita sekarang ini, mereka akan begitu sangat marah apabila ada orang non islam yang mempropagandakan agama mereka dan mengajak orang lain kepada agama mereka. Namun pada saat yang sama, dia telah membiarkan dirinya, anak-anaknya dan keluarganya untuk diseret dan dipengaruhi oleh kesyirikan serta dijauhkan dari aqidah yang lurus, yakni dengan membiarkan di rumahnya sebuah televisi yang tiap harinya selalu dijejali dengan acara-cara kesyirikan. Seolah-olah mereka mengatakan: “Mari silakan masuk, ajari dan pengaruhi keluarga kami dengan acara-acara syirik, bid’ah dan maksiat kalian”. Na’udzu billah!! Bukankah ini terjadi karena tidak fahamnya mereka terhadap apa itu syirik, ancaman dan bahayanya? Ataukah mereka juga telah merasa aman dan jauh akan terjatuh di dalamnya?

    Anak-anak kita sudah terbiasa disuguhi dengan film tentang peri, hantu, dukun, sihir, jimat-jimat dan film misteri yang penuh kesyirikan. Sementara anak mudanya tenggelam dalam ramalan bintang/zodiak. Sadarlah wahai saudaraku! itu semua adalah termasuk amalan-amalan kesyirikan.

    .:: Dengan Dalih Budaya dan Adat Istiadat.

    Lebih ironi lagi, ternyata kita juga hidup disuatu masyarakat yang diantara adat istiadat dan budaya mereka merupakan amalan-amalan kesyirikan. Ketika kita mengingatkan mereka ternyata mereka malah balik menuduh bahwa kita adalah orang yang kaku dan tidak faham terhadap esensi dan transformasi nilai. Namun sayang ketika mereka berusaha untuk dijelaskan dan diajak untuk “sedikit” berpikir, hati mereka sudah diliputi oleh dua penyakit yaitu taqlid (ikut-ikutan) dan ta’ashshub (fanatik). Kalau begitu, bagaimana kebenaran ini akan sampai?

    Allah berfirman: “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Al-Baqoroh: 170)

    Kita lihat di sana ada acara nyadran, sekaten, ngelarung, sedekah bumi/laut, suronan dan lain-lain, yang mana acara-acara itu di masyarakat kita sudah mendarah daging, bahkan sudah menjadi komoditi bisnis dan mata pencaharian. Sungguh ironi, mereka beralasan bahwa ini adalah budaya nenek moyang yang harus dilestarikan. Allahu akbar!!Inilah alasan yang menjadi jurus pamungkas kaum musyrikin zaman Rasulullah shollAllahu ‘alaihi wassalam tatkala mulut mereka tidak mampu lagi menjawab hujjah Allah, Na’udzu billah.

    Mengingat akan parahnya keadaan ini, maka sudah menjadi tugas kita semua untuk saling mengingatkan dan terus untuk mengingatkan. Agar ummat islam dunia dan indonesia khususnya, dapat bangkit dari keterpurukan rohani.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “Dan tetaplah beri peringatan, karena peringatan itu memberikan manfaat terhadap orang-orang yang beriman.” (Adz-Dzariyat: 55) (Redaksi-HASMI).

    Sumber: http://hasmi.org/ketika-kesyirikan-merajalela/

  • Kini telah hadir radio DAKWAH & INFORMASI ISLAM
    Radio FAJRI SUARA KEBANGKITAN ISLAM
    1. Kota Bogor dan sekitarnya: 99.3 FM
    2. Kota Bandung dan sekitarnya: 14.58 AM
    3. Kota Semarang : 107.7 FM
    4. Kota Surabaya : 107.9 FM
    5. Kota Madura : 107.9 FM
    6. Kota Padang : 107.7 FM
    7. Radio Streaming (radio internet) : http://www.fajrifm.com
    8. Radio FLEXI : *55*230993 (lalu CALL)

  • awam says:

    ko fotonya menggambarkan mata satu dajjal.

    • niasato says:

      he he ada yang nyadar juga ternyata…
      asal tidak ada niat menyerupai saya rasa tidak apa2. nanti bisa2 setiap kali ada orang pake topeng separuh wajah atau bahkan pake jilbab yang cuma keliatan satu matanya (seperti pendapat Sahabat Ibnu Abbas) dikatakan menyerupai dajjal.

      • awam says:

        ya insya Allah tidak ada jilbab yg spt itu kecuali orang yg emg ingin mengolok-ngolok islam dg itu,
        kn lebih baik menghindari sesuatu yg spt itu,mgkn simbol itulah yg selalu disebarkan kaum sanatisme.
        Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Simbol agama Yahudi dan Nasrani ini telah dipakai oleh banyak umat Islam, baik yang menjadi penguasa ataupun yang bukan.

      • niasato says:

        Memang benar yang seperti ini sebaiknya dihindari, dan ketika saya sadar kok jadi mirip lambang mata satu dajjal, saya menambahkan mata yang satunya lagi, cuba lihat backgroundnya.

        #jilbab yang cuma keliatan satu mata sekarang memang gak ada, tapi dulu mungkin ada, wong ini pendapatnya Ibnu Abbas;

        قال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس: أمر الله نساء المؤمنين (8) إذا خرجن من بيوتهن في
        حاجة أن يغطين وجوههن من فوق رؤوسهن بالجلابيب، ويبدين عينًا واحدة
        Tidak mungkin dong Ibnu Abbas berniat mengolok-ngolok!

      • awam says:

        heheeee..
        cma kaget aja ko,nasehat-nasehat yg anda posting sangat membantu dalam belajar islam,cm agak sedikit mengganjal dg backgroun foto anda saja,:)

      • niasato says:

        Well, terimakasih atas perhatiannya… kalau ada yang mengganjal jangan lupa ditegur lagi… (^_^)

      • awam says:

        hehee..
        sama-sama kita saling menasehati dg kebenaran dan dg kesabaran.

  • abu hanif says:

    kitabnya cukup komplit baik dari yang pemahaman dari kelompok berbeda namun anda tidak menyebutkan dengan sebutan .. yang mengejek. barokalloh fikhum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: