الأدلة القرآنية والحديثية على وجوب نصب القاضي الحاكم بما أنزل الله

June 8, 2012 § Leave a comment

KH. Muhammad Najih Maemoen

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله ربّ العالمين أشهد أن لاإله إلاّ الله وحده لاشريك له أحكم الحاكمين وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله سيّد القضاة وأشرف المعلــّمين اللهم صلّ وسلــّم وبارك عليه وعلى آله وصحبه المجتهدين والمجاهدين وسائر الدعاة إلى تطبيق شرع الله المخلصين . أمّا بعد ؛

فهذه فصول في الأدلـّة الشرعيّة على فريضة إقامة الدولة المسلمة بما فيها من نصب القضاة والحاكمين كماقد جرى ذلك في العصور الإسلامية الأولى بل في عصور الملوك المتأخّرين وأثــّر في قرارات ومواقف دول الكفّار المستعمرين على بلاد المسلمين كبلدتنا إندونيسيا فإنّ هولاندا المستعمرة لم تزل تنصّب لنا قاضيا ونوّابا عنه في مناطق بلدتنا يحكمون بالأحكام الشرعيّة في أمور النكاح والمواريث ومحاكمة الأشخاص والجماعة الذين يفسدون في الأرض من المبتدعين الملحدين وقطـّاع الطريق المحاربين حتى جاء (Snouck Hourgronje)  فابتدع للمستعمرين أحكام العادة مهيمنة متسلـّطة على أحكام الشرع فجاءت قوانينهم الطاغوتية باقية إلى عصرنا هذا فلاحول ولاقوّة إلا بالله .

فوجب على أعيان المسلمين وأكابر رؤسائهم ونوّابهم الجالسين في البرلمان تغيير هذه المنكرات وإبدال تلك القوانين الهولاندية بالقوانين المطابقة للشريعة الإسلامية مثـل أحكام الحدود في الجنايات  سواء كانت منصوصا عليها كرجم الزاني المحصن والمحصنة وجلد الزاني البكر وإقامة القصاص على القاتل العامد الكفء ونحو ذلك أو غير منصوص عليها كقتل موزّع المخدّرات والتنكيل الشديد بالتأديبات البدنية والمالية علىالمهرّبين والمحتكرين والخائنين في أموال الدولة فإنـّهم بلاشكّ من المفسدين في الأرض ومثـل الأحكام المدنية كحرمة الربا وعقود الغرر والتدليس وسائر المعاملات الفاسدة شرعا وحرمة بيع الأشرطة المحتوية على الصور الجنسية الدنيئة والأفكاروالحزبيات الضالـّة الهدّامة لقيم الدين والأخلاق والإنسانية . فمصانع هذه الأشرطة والمخدّرات والمسكرات يجب أن تحرق ودكاكينها يلزم أن تغلق وأمتعتها تصادر وأصحابها وموزّعوها يحبسون أطول الحبس وأشدّه بلاتخفيف ولا هوادة لأنـّهم قتـّالو البشر والبشرية أعداء الأديان السماوية . والله وليّ التوفيق وعليه التكلان .

« Read the rest of this entry »

Kaedah Menerima dan Menyampaikan Berita

April 5, 2012 § Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم

Ilmu Ushulul-Hadits sebenarnya tidak hanya digunakan untuk meneliti Hadits dan mengetahui kedudukannya, ia bisa juga digunakan untuk mencari keotentikan suatu berita. Berikut ulasannya;

A-Pengertian berita dan pembagiannya
Khabar atau berita adalah perkara yang mungkin benar dan mungkin salah dengan tanpa memandang sang pembawa berita maupun bukti-bukti yang menyokongnya.
Dalam Sullam Al-Munawroq, Al-Akhdlary berkata;

ما احتمل الصدق لذاته جرى ـــــ بينهمُ قضية وخبرا

Perkara yang mungkin benar dengan (memandang) dzatnya (esensinya saja), bagi mereka (Ulama) berlaku istilah “qadliyyah dan “khabar”.

Ditinjau dari sisi sampainya suatu khabar kepada kita, dapat dibagi menjadi dua:

  1. Apabila suatu kabar memiliki beberapa jalur yang jumlahnya tidak terbatas dengan bilangan tertentu, maka itulah yang dinamakan dengan Mutawatir.
  2. Apabila suatu kabar memiliki jalur yang terbatas dengan bilangan tertentu, maka itulah yang dinamakan dengan Ahad. « Read the rest of this entry »

Memproklamirkan Identitas Islam

April 1, 2012 § Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada zaman dimana arus media dikuasai kaum kafir, dengan segala upaya mereka berusaha mencongokkan budaya rusak mereka kepada kaum muslimin.  Akibatnya banyak yang lupa dengan identitas islamnya,  banyak yang malu memakai atribut agamanya. Adalagi yang enggan menunjukkan keislaman karena takut dibilang ketinggalan jaman. Seolah-olah menjadi muslim yang benar adalah sebuah kehinaan…

Maha benar Allah ketika berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al-Baqarah 120) « Read the rest of this entry »

Bagaimana Agar Dapat Beribadah Khusyu’

March 23, 2012 § 1 Comment

(Ini adalah postingan lama saya yang entah kenapa tiba-tiba hilang…..)

Salah satu nasehat imam ghozali dalam kitab Minhajul-‘Abidin adalah : untuk bisa beribadah dengan Khusyuk hendaklah dengan menyingkirkan pikiran-pikiran yang bersifat keduniaan.
Ya bagaimana kita bisa beribadah dengan khusyuk apabila kita masih memikirkan hutang kita? Masih memikirkan pekerjaan kita, proyek yang belum selesai, memikirkan anak istri serta segala sesuatu yang bersifat duniawi.

Lalu bagaimana mungkin kita tidak memikirkanya sedang perkara-perkara tersebut selalu hadir ditengah kita, begitu penting bagi kita dan tak mungkin meninggalkannya?

Ada satu cara (kelanjutan dari nasehat imam Ghozali) yaitu dengan bertawakkal kepada Allah memasrahkan semua urusan kepadanya, dan sekaligus yakin Ialah yang akan menyelesaikan semua urusan kita karena Allah telah berjanji dalam firmannya:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (At-Thalaq 3)

Dan siapakah yang lebih menepati janji selain Allah?! « Read the rest of this entry »

Tanaman Manusia (Kaedah dasar menghasilkan keturunan shaleh)

March 23, 2012 § Leave a comment

(Ini adalah repost dari postingan dulu berjudul Manusia Adalah Tanaman dengan sedikit tambahan dan takhrij hadist.)
Allah adalah sebaik-baik dzat yg membuat perumpamaan . perhatikanlah perumpamaan yg dibuat Allah berikut ini, dalam surat an-Nuh Allah berfirman:

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebenar-benarnya. (Nuh 18)

Dalam ayat ini Allah menggambarkan pertumbuhan manusia itu seperti petumbuhan sebuah tanaman seperti yg tersirat dari kata nabat yg juga berarti tanaman.[1]

Allah berfirman;
أَلَمْ تَرَى كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan (pemilik)[2] kalimat Thayyibah seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Ibrahim 24-25) « Read the rest of this entry »

Bagaimana Menolong Agama Allah

December 8, 2011 § 1 Comment

بسم الله الرحمن الرحيم

Agama Allah tidak bisa tegak begitu saja tanpa adanya usaha, karena itu Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk menolong agamanya;

ياأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana `Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”. (As-Shaff)

Maka bersambutlah para penghulu kita terhadap seruanNya, mulai dari zaman Nabi Muhammad Saw sampai sekarang;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ

“Tidak ada seorang Nabi pun yang Allah utus di tengah-tengah umatnya sebelumku kecuali terdapat di kalangan ummatnya kaum hawariyun (para pengikut yang setia) dan para sahabat yang mengikuti sunnahnya dan mentaati perintahnya.” (Muslim) « Read the rest of this entry »

Keseharian Seorang Mukmin part1

October 25, 2011 § Leave a comment

بسم الله الرحمن الرحيم

Tulisan ini saya tulis bukan berarti saya telah mengamalkannya, tapi justru karena saya ingin mengamalkannya dengan harapan ketika saya rangkum, jadi lebih mudah untuk diamalkan. Wallahul-Musta’aan.

Bangun tidur

Bangunlah sebelum adzan Subuh berkumandang, yakni ketika waktu sahur, pada sepertiga malam yang akhir untuk bedzikir, membaca Alquran[1], berdoa dan meminta ampunan kepada Allah[2].  Ketika engkau bangun, usaplah mukamu untuk menghilangkan kantuk[3], lalu ucapkanlah;

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah Yang telah membangunkan kami setelah kami ditidurkan, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”[4] « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Kajian Tafsir Dan Hadist category at Spirit Islam Inside.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers