Tentang Ilmu dalam Al-Quran bag.9

May 8, 2017 § Leave a comment

Pembahasan kesembilan: Ilmu laksana Air

Dalam berapa ayat Al-Quran, kita akan menemukan bagaimana Allah menghubungkan Ilmu –utamanya ilmu Al-Quran, sebagai air hujan. Seperti dalam surat An-Nahl ketika Allah menyebut tentang turunnya Al-Quran, maka ayat berikutnya menyebut tentang hujan.

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (An-Nahl 64) « Read the rest of this entry »

Tentang Hujan

March 9, 2013 § Leave a comment

Bismillah….


1-Bahwasanya hujan turun dari langit melalui meteor

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih. (Al-Furqon 48)

Yakni dengan memandang “min” dengan makna Ibtidaiyyah atau permulaan, seperti pendapat sebagian Ulama’. Dengan kata lain makna ayat adalah “Dan Kami turunkan bermula dari langit air yang Amat bersih”. « Read the rest of this entry »

Air dari Langit

July 2, 2012 § Leave a comment

Para Ulama dahulu berbeda pendapat tentang firman Allah Swt:

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih. (Al-Furqon 48)

Sebagian berkata; “Air itu dari air laut menjadi uap, naik keatas menjadi awan lalu turun sebagai hujan”.

Sebagian lagi berkata; “Air turun dari langit, tidak dari laut”, karena memandang faedah huruf “Min (مِنَ)” yang mempunyai faedah “Ibtidaiyyah” (permulaan).

Pendapat yang kedua mungkin terdengar aneh, tapi sains telah membuktikan kebenarannya walaupun dengan bentuk penggambaran yang berbeda dari yang difahami para Ulama’.

Berikut ulasannya;

Bumi adalah sebuah keajaiban semesta. Pada masa awal tata surya, Matahari berada dalam fase T–Tauri yang dramatis sehingga membuat senyawa–senyawa gampang menguap seperti air, hidrogen, helium, metana, amoniak, nitrogen, karbon monoksida dan karbondioksida terusir dari permukaan planet–planet terestrial bersama sisa gas dan debu yang membentuk tata surya. Fase T–Tauri menyebabkan Matahari meradiasikan angin Matahari jauh lebih intens dan melepaskan panas dengan intensitas lebih besar, sehingga pada orbit Bumi saja suhunya diestimasikan sebesar 2.000° Celcius atau 100 kali lebih panas dibanding sekarang. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with air hujan at Spirit Islam Inside.