Tawadlu’ dan Pentingnya Mengetahui Cacat Diri

July 17, 2016 § Leave a comment

Orang yang baik tidak akan merasa dirinya baik, karena jika merasa baik, ia akan berhenti memperbaiki dirinya. Disinilah letak pentingnya mengetahui cacat diri sendiri. Semakin tinggi derajat seseorang di sisi Allah, semakin Allah perlihatkan kekurangan dalam dirinya, sehingga banyaknya ibadah tak akan membuatnya sombong tapi justru semakin menunduk.

Suatu ketika Nabi Musa berkata pada Bani Israil; “Datangkan padaku laki-laki terbaik kalian!”, lalu mereka mendatangkan seorang laki-laki. Nabi Musa lalu berkata padanya; “Kau laki-laki terbaik Bani Israil?”, Ia menjawab; “Begitulah yang mereka sangka”. « Read the rest of this entry »

Antara Ceroboh dan Berlebihan

July 14, 2016 § Leave a comment

(Bismillah) Setan itu menggoda manusia dari dua sisi, adakalanya dari sisi Tafrith atau dari sisi Ifroth. Adakalanya manusia itu digoda untuk ceroboh dalam urusan agamanya, gampang meninggalkan perintah, menyepelekan larangan, membuat mainan aturan syari’at. Dalam hal ini contohnya adalah kaum yahudi. Atau adakalanya digoda untuk berlebihan dalam beragama, dengan mewajibkan sesuatu yang tidak wajib, mengharamkan sesuatu yang halal, memperberat aturan-aturan agama, menambah-nambahi ibadah. Dalam hal ini contohnya adalah kaum Nasrani. « Read the rest of this entry »

Fakir pada Allah sebagai Pondasi Ibadah

July 12, 2015 § Leave a comment

07

Pondasi utama dari Ibadah adalah merasa butuh kepada Allah, butuh rizqi, butuh pertolongan, butuh rahmatNya, butuh HidayahNya, butuh ampunanNya, butuh penjagaanya, butuh cintanya, butuh ridlonya, butuh surganya, butuh perlindungan dari adzabNya, dan butuh apa saja walaupun sekecil apapun, karena hakikatnya tiada daya dan upaya kecuali dari Allah. « Read the rest of this entry »

Amalan Ibadah di Hari Jum’at

September 21, 2012 § Leave a comment

Disunnahkan pada hari Jumat membaca surat Al-Kahfi pada malam atau siang hari;

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at maka ia akan diterangi oleh cahaya yang terangnya mencapai jarak antara dirinya dan Baitul ‘Atiq. (Ad-Darimy)

عن أبي سعيد، أن النبي صل الله عليه وسلم قال: من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له النور ما بين الجمعتين.

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa membaca surat al Kahfi pada hari Jumat, akan menyinarinya cahaya di (hari-hari) antara dua Jumat. (HR. Baihaqi) « Read the rest of this entry »

Bagaimana Shalat Mencegah Kemungkaran

August 14, 2012 § Leave a comment

Allah Swt berfirman;

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Dan dirikanlah Shalat, sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Akan tetapi sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar. (Al-Ankabut 45)

Imam Ibnu Katsir berkata mengenai Ayat ini;

يعني: أنالصلاةتشتملعلىشيئين: علىتركالفواحشوالمنكرات، وعلىذكراللهتعالى،وهوالمطلوبالأكبر

Yakni; Shalat mencakup atas dua perkara; mencakup atas meninggalkan perkara keji dan munkar, dan mencakup atas Dzikir (mengingat) Allah Ta’ala, itulah tujuan terbesar.[1]

Apa yang diucapkan oleh Imam Ibnu Katsir juga diucapkan oleh guru beliau yakni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.[2] « Read the rest of this entry »

Amal Saleh, Macam dan Tujuan

August 12, 2012 § 4 Comments

Perkara kedua yang merupakan kunci hidup bahagia dunia dan Akhirat adalah Amal Saleh. Amal Saleh adalah segala perbuatan dan tingkah laku yang Allah cintai dan ridloi. Amal saleh mencakup melakukan perbuatan (Al-fi’l), seperti Shalat, maupun meninggalkan perbuatan (At-tark), seperti meninggalkan zina. 

Amal saleh macamnya tidak terkira, sebagian merupakan A’malul qulub (perbuatan hati), seperti; Iman yang merupakan amal paling utama, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّصلى الله عليه وسلمأَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ» »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari) « Read the rest of this entry »

Taubat Nasuha

July 27, 2012 § Leave a comment

Allah Swt memerintahkan orang-orang beriman untuk Taubat Nasuha ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubat lah kepada Allah dengan Taubatan nasuhaa (Taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (QS 66/8)

Lalu apakah Taubat Nasuha itu?

Taubat Nasuha secara mudahnya bisa diartikan sebagai merubah sikap-sikap buruk menjadi baik secara keseluruhan.  Imam Ghazali berkata;

وهي عند التحصيل  في  قول العلماء تنزيه  القلب  عن الذنب

“Ia (Taubat Nasuha) dari kesimpulan pendapat para Ulama adalah penyucian hati dari dosa.”[1] « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ibadah at Spirit Islam Inside.