Kewajiban mencintai Allah dan RasulNya

September 7, 2012 § 4 Comments

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Ghazali berkata;

اعلم أن الأمة مجمعة على أن الحب لله تعالى ولرسوله صلى الله عليه و سلم فرض

Ketahuilah bahwa ummat Islam sepakat bahwa mencintai Allah dan RasulNya adalah kewajiban.[1]

Allah berfirman;

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَاأَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah; “Jika bapak-bapak, anak-anak,saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggalyang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24) « Read the rest of this entry »

Bagaimana Agar Dapat Beribadah Khusyu’

March 23, 2012 § 1 Comment

(Ini adalah postingan lama saya yang entah kenapa tiba-tiba hilang…..)

Salah satu nasehat imam ghozali dalam kitab Minhajul-‘Abidin adalah : untuk bisa beribadah dengan Khusyuk hendaklah dengan menyingkirkan pikiran-pikiran yang bersifat keduniaan.
Ya bagaimana kita bisa beribadah dengan khusyuk apabila kita masih memikirkan hutang kita? Masih memikirkan pekerjaan kita, proyek yang belum selesai, memikirkan anak istri serta segala sesuatu yang bersifat duniawi.

Lalu bagaimana mungkin kita tidak memikirkanya sedang perkara-perkara tersebut selalu hadir ditengah kita, begitu penting bagi kita dan tak mungkin meninggalkannya?

Ada satu cara (kelanjutan dari nasehat imam Ghozali) yaitu dengan bertawakkal kepada Allah memasrahkan semua urusan kepadanya, dan sekaligus yakin Ialah yang akan menyelesaikan semua urusan kita karena Allah telah berjanji dalam firmannya:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (At-Thalaq 3)

Dan siapakah yang lebih menepati janji selain Allah?! « Read the rest of this entry »

Anjuran melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Ancaman Meninggalkannya

August 1, 2011 § Leave a comment

(Sudah lama gak ngepost… Well daripada nunggu karanganku gak jadi-jadi mending aku potongkan sedikit…)

Allah berfirman ;

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ،  وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (Ali Imron 104-105) « Read the rest of this entry »

Penghapus Dosa

March 25, 2011 § 1 Comment

Artikel ini telah dibuat Ebook

بسم الله الرحمن الرحيم

Dosa-dosa yang kita lakukan biarpun teramat sangat banyaknya, ternyata bisa dihapus oleh Allah karena fadlNya dengan tiga perkara. Yang pertama tentunya dengan bertaubat, sedang yang kedua adalah amal saleh, dan yang ketiga adalah musibah yang diterima dengan sabar.

1-Bertaubat kepada Allah

a-Ayat-ayat dan hadist yang menganjurkan untuk bertaubat

Allah berfirman :

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ، وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah Taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan-kejelekan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima Taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (Annisa’ 18-19) « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with imam ghazali at Spirit Islam Inside.