Perilaku Ahli Kitab yang Ditiru Umat Islam Part 3

August 20, 2011 § Leave a comment

Bagian sebelumnya

7-Meninggalkan Jihad

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?”. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 246)

Bahkan yang demikian ternyata telah terjadi pada masa Rasulullah ; « Read the rest of this entry »

Sejarah, Peran Dan Perkembangan Pesantren

February 13, 2010 § 17 Comments

Sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran dan pejuangan pesantren. Sejak masa awal kedatangan Islam, terutama pada masa walisongo hingga masa penjajahan belanda,masa kemerdekan hingga kini, persantren telah menyumbang sejuta jasa yg tak ternilai harganya bagi Indonesia terutama kepada pengembangan agama Islam.

Sebut saja Raden Fatah raja pertama demak adalah santri pesantren Sunan Ampel.

Begitu pula Sunan Giri,Sunan  Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Kudus yg merupakan panglima perang kerajaan Demak adalah generasi awal santri pesantren yg perannya dalam penyebaran agama Islam sangatlah besar.

Dalam masa penjajahan, dijawa ada nama Pangeran Diponegoro, di sumatra ada tuanku Imam Bonjol yg dijuluki harimau nan salapan, di Aceh ada Teuku Umar dan Teuku Ciktidiro, di Makasar ada Syeh Yusuf  yg kesemuanya berjuang mengorbankan jiwa dan raga menentang penjajah Belanda.

Pada kurun waktu tahun 1900san,  muncul pula nama-nama besar seperti KH Hasyim Asyari, Hos Cokroaminoto pendiri SI (sarekat islam), KH  Ahmad Dahlan, dan lain sebagainya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Islam di Indonesia at Spirit Islam Inside.